alexametrics
23.4 C
Jember
Friday, 12 August 2022

PPKM Level 3, SD–SMP di Bondowoso Mulai Pembelajaran Tatap Muka Kembali

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Siswa SD–SMP di Bondowoso akhirnya bisa melepas rindu dengan suasana belajar di ruang kelas. Sebab, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan status terbatas mulai digelar lagi, kemarin (18/7). Bahkan, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat meninjau langsung pelaksanaan PTM itu pada beberapa sekolah di area kota.

Bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso Sugiono Eksantoso, Irwan mengunjungi empat sekolah, yakni di SD Negeri 2 Dabasah, SMP Negeri 1 Dabasah, SMP Negeri 2 Kota Kulon, dan SMP Negeri 3 Bondowoso. Pihaknya memastikan penerapan PTM di sekolah-sekolah telah menerapkan protokol kesehatan dan sesuai dengan Inmendagri Nomor 30.

Menurut dia, rata-rata siswa SMP sudah divaksin Covid-19 meski tidak secara keseluruhan. “Saya minta Kadiknas koordinasi dengan kepala sekolah supaya memanggil para orang tua. Apa alasannya putranya tidak boleh divaksin,” jelas Irwan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pelaksanaan PTM kali ini, kata dia, sementara fokus di perkotaan. Sementara, di pinggiran masih dalam tahap uji coba. Penyebabnya, tidak sedikit siswa yang dipindah ke pondok pesantren oleh orang tuanya, karena terlalu lama tidak masuk sekolah.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Bondowoso Sugiono Eksantoso menerangkan, pelaksanaan PTM di hari pertama hanya diikuti separuh siswa dari kapasitas sekolah, sesuai dengan instruksi pemerintah. “Alhamdulillah, dari beberapa lembaga, SD–SMP kami datangi sudah sesuai dengan SOP yang kami berikan kepada lembaga-lembaga itu,” paparnya saat dikonfirmasi seusai meninjau PTM di SMP Negeri 3 Bondowoso.

Menurut dia, pembelajaran terbatas ke depan akan ditingkatkan secara bertahap, karena para siswa terlalu lama mengikuti pembelajaran daring dari rumah yang dinilainya tidak efektif. “Kami siap bertanggung jawab kalau ini memang sudah sesuai dengan SOP yang ada,” lanjutnya.

Bahkan, dia menargetkan seluruh siswa dan guru dapat melaksanakan PTM secara keseluruhan. Dengan catatan mereka semua telah divaksin. “Tentu ini perlu kami asesmen dulu kesiapannya,” ujar Sugiono.

Mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tersebut menguraikan, di hari pertama PTM semua guru wajib menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin sebagai syarat untuk mengajar. Adapun guru yang tidak masuk sekolah karena sakit, pihaknya meminta untuk tidak memaksakan diri untuk mengajar. “Guru yang sakit memang tidak dipaksakan masuk dan istirahat di rumah,” ungkapnya. Agar PTM berjalan maksimal, pihaknya akan mengintensifkan edukasi kepada siswa dan orang tua mengenai pentingnya vaksinasi Covid-19.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Siswa SD–SMP di Bondowoso akhirnya bisa melepas rindu dengan suasana belajar di ruang kelas. Sebab, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan status terbatas mulai digelar lagi, kemarin (18/7). Bahkan, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat meninjau langsung pelaksanaan PTM itu pada beberapa sekolah di area kota.

Bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso Sugiono Eksantoso, Irwan mengunjungi empat sekolah, yakni di SD Negeri 2 Dabasah, SMP Negeri 1 Dabasah, SMP Negeri 2 Kota Kulon, dan SMP Negeri 3 Bondowoso. Pihaknya memastikan penerapan PTM di sekolah-sekolah telah menerapkan protokol kesehatan dan sesuai dengan Inmendagri Nomor 30.

Menurut dia, rata-rata siswa SMP sudah divaksin Covid-19 meski tidak secara keseluruhan. “Saya minta Kadiknas koordinasi dengan kepala sekolah supaya memanggil para orang tua. Apa alasannya putranya tidak boleh divaksin,” jelas Irwan.

Pelaksanaan PTM kali ini, kata dia, sementara fokus di perkotaan. Sementara, di pinggiran masih dalam tahap uji coba. Penyebabnya, tidak sedikit siswa yang dipindah ke pondok pesantren oleh orang tuanya, karena terlalu lama tidak masuk sekolah.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Bondowoso Sugiono Eksantoso menerangkan, pelaksanaan PTM di hari pertama hanya diikuti separuh siswa dari kapasitas sekolah, sesuai dengan instruksi pemerintah. “Alhamdulillah, dari beberapa lembaga, SD–SMP kami datangi sudah sesuai dengan SOP yang kami berikan kepada lembaga-lembaga itu,” paparnya saat dikonfirmasi seusai meninjau PTM di SMP Negeri 3 Bondowoso.

Menurut dia, pembelajaran terbatas ke depan akan ditingkatkan secara bertahap, karena para siswa terlalu lama mengikuti pembelajaran daring dari rumah yang dinilainya tidak efektif. “Kami siap bertanggung jawab kalau ini memang sudah sesuai dengan SOP yang ada,” lanjutnya.

Bahkan, dia menargetkan seluruh siswa dan guru dapat melaksanakan PTM secara keseluruhan. Dengan catatan mereka semua telah divaksin. “Tentu ini perlu kami asesmen dulu kesiapannya,” ujar Sugiono.

Mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tersebut menguraikan, di hari pertama PTM semua guru wajib menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin sebagai syarat untuk mengajar. Adapun guru yang tidak masuk sekolah karena sakit, pihaknya meminta untuk tidak memaksakan diri untuk mengajar. “Guru yang sakit memang tidak dipaksakan masuk dan istirahat di rumah,” ungkapnya. Agar PTM berjalan maksimal, pihaknya akan mengintensifkan edukasi kepada siswa dan orang tua mengenai pentingnya vaksinasi Covid-19.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Siswa SD–SMP di Bondowoso akhirnya bisa melepas rindu dengan suasana belajar di ruang kelas. Sebab, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan status terbatas mulai digelar lagi, kemarin (18/7). Bahkan, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat meninjau langsung pelaksanaan PTM itu pada beberapa sekolah di area kota.

Bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso Sugiono Eksantoso, Irwan mengunjungi empat sekolah, yakni di SD Negeri 2 Dabasah, SMP Negeri 1 Dabasah, SMP Negeri 2 Kota Kulon, dan SMP Negeri 3 Bondowoso. Pihaknya memastikan penerapan PTM di sekolah-sekolah telah menerapkan protokol kesehatan dan sesuai dengan Inmendagri Nomor 30.

Menurut dia, rata-rata siswa SMP sudah divaksin Covid-19 meski tidak secara keseluruhan. “Saya minta Kadiknas koordinasi dengan kepala sekolah supaya memanggil para orang tua. Apa alasannya putranya tidak boleh divaksin,” jelas Irwan.

Pelaksanaan PTM kali ini, kata dia, sementara fokus di perkotaan. Sementara, di pinggiran masih dalam tahap uji coba. Penyebabnya, tidak sedikit siswa yang dipindah ke pondok pesantren oleh orang tuanya, karena terlalu lama tidak masuk sekolah.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Bondowoso Sugiono Eksantoso menerangkan, pelaksanaan PTM di hari pertama hanya diikuti separuh siswa dari kapasitas sekolah, sesuai dengan instruksi pemerintah. “Alhamdulillah, dari beberapa lembaga, SD–SMP kami datangi sudah sesuai dengan SOP yang kami berikan kepada lembaga-lembaga itu,” paparnya saat dikonfirmasi seusai meninjau PTM di SMP Negeri 3 Bondowoso.

Menurut dia, pembelajaran terbatas ke depan akan ditingkatkan secara bertahap, karena para siswa terlalu lama mengikuti pembelajaran daring dari rumah yang dinilainya tidak efektif. “Kami siap bertanggung jawab kalau ini memang sudah sesuai dengan SOP yang ada,” lanjutnya.

Bahkan, dia menargetkan seluruh siswa dan guru dapat melaksanakan PTM secara keseluruhan. Dengan catatan mereka semua telah divaksin. “Tentu ini perlu kami asesmen dulu kesiapannya,” ujar Sugiono.

Mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tersebut menguraikan, di hari pertama PTM semua guru wajib menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin sebagai syarat untuk mengajar. Adapun guru yang tidak masuk sekolah karena sakit, pihaknya meminta untuk tidak memaksakan diri untuk mengajar. “Guru yang sakit memang tidak dipaksakan masuk dan istirahat di rumah,” ungkapnya. Agar PTM berjalan maksimal, pihaknya akan mengintensifkan edukasi kepada siswa dan orang tua mengenai pentingnya vaksinasi Covid-19.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/