alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Tidak Ada Anggaran dalam APBD, Peserta Diklat Kepsek Bayar Jutaan Rupiah

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Pelaksanaan diklat kepala sekolah yang diikuti ratusan guru pada April lalu, ternyata masih menyisakan polemik. Pasalnya, para peserta tersebut harus membayar biaya sejumlah Rp 2,75 juta. Hal itu imbas dari tidak adanya anggaran untuk kegiatan yang dimaksud. Sementara, sejumlah lembaga mengalami kekosongan kepala sekolah.

BACA JUGA : Sambut Kelahiran Rilis Lagu “Falling Up”

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, diklat penyiapan calon kepala sekolah (KS) diikuti oleh calon kepala mulai dari TK, SD, hingga SMP. Biaya yang dikeluarkan oleh mereka terpaksa dibebankan kepada peserta lantaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bondowoso tak mampu membiayai.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah seorang peserta diklat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, diklat itu diwajibkan kepada sejumlah guru, karena sejumlah lembaga pendidikan di Bondowoso mengalami kekurangan KS. Bahkan, walaupun harus mengeluarkan biaya sendiri, ia mengaku harus menyetor tagihan tersebut kepada dinas terkait. “Biayanya dua juta tujuh ratus lima puluh ribu, Mas,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Pelaksanaan diklat kepala sekolah yang diikuti ratusan guru pada April lalu, ternyata masih menyisakan polemik. Pasalnya, para peserta tersebut harus membayar biaya sejumlah Rp 2,75 juta. Hal itu imbas dari tidak adanya anggaran untuk kegiatan yang dimaksud. Sementara, sejumlah lembaga mengalami kekosongan kepala sekolah.

BACA JUGA : Sambut Kelahiran Rilis Lagu “Falling Up”

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, diklat penyiapan calon kepala sekolah (KS) diikuti oleh calon kepala mulai dari TK, SD, hingga SMP. Biaya yang dikeluarkan oleh mereka terpaksa dibebankan kepada peserta lantaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bondowoso tak mampu membiayai.

Salah seorang peserta diklat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, diklat itu diwajibkan kepada sejumlah guru, karena sejumlah lembaga pendidikan di Bondowoso mengalami kekurangan KS. Bahkan, walaupun harus mengeluarkan biaya sendiri, ia mengaku harus menyetor tagihan tersebut kepada dinas terkait. “Biayanya dua juta tujuh ratus lima puluh ribu, Mas,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

DABASAH, Radar Ijen – Pelaksanaan diklat kepala sekolah yang diikuti ratusan guru pada April lalu, ternyata masih menyisakan polemik. Pasalnya, para peserta tersebut harus membayar biaya sejumlah Rp 2,75 juta. Hal itu imbas dari tidak adanya anggaran untuk kegiatan yang dimaksud. Sementara, sejumlah lembaga mengalami kekosongan kepala sekolah.

BACA JUGA : Sambut Kelahiran Rilis Lagu “Falling Up”

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, diklat penyiapan calon kepala sekolah (KS) diikuti oleh calon kepala mulai dari TK, SD, hingga SMP. Biaya yang dikeluarkan oleh mereka terpaksa dibebankan kepada peserta lantaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bondowoso tak mampu membiayai.

Salah seorang peserta diklat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, diklat itu diwajibkan kepada sejumlah guru, karena sejumlah lembaga pendidikan di Bondowoso mengalami kekurangan KS. Bahkan, walaupun harus mengeluarkan biaya sendiri, ia mengaku harus menyetor tagihan tersebut kepada dinas terkait. “Biayanya dua juta tujuh ratus lima puluh ribu, Mas,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/