alexametrics
23.6 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Rp 69,7 M Bukan Ansih untuk Geopark

Mobile_AP_Rectangle 1

Lantas, apa rencana jangka pendek, menengah, hingga panjang Bappeda? Farida pun menjabarkan bahwa rencana pendeknya harus gol terlebih dahulu pengakuan status Ijen Geopark untuk UGG.

Sedangkan rencana jangka panjangnya, ada waktu untuk dievaluasi selama empat tahun. Apabila dalam empat tahun tak bisa memenuhi standar, status UGG itu akan kembali dicabut. Bagaimana mempertahankan standar tersebut tetap terjaga. “Harus disiapkan sekarang. Step by step sudah ada hingga evaluasi pertama nanti. Karena ini menimbulkan multiplier effect ekonomi,” jelasnya.

Meski begitu, Farida belum menjabarkan secara terperinci rencana jangka panjang tersebut ke depan. Di sisi lain, ada peran corporate social responsibility (CSR) dalam pengembangan Ijen Geopark ini. Farida menegaskan, kerja sama CSR itu adalah hal wajib dan menjadi evaluasi ke depan. Bahkan, dia menyebut, apabila Ijen Geopark sudah diakui, Bondowoso dapat menarik investor untuk berinvestasi di Kota Tape.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Bisa kerja sama dengan perguruan tinggi atau stakeholder lainnya. Dari proses ini sudah ada kerja sama dengan geopark lainnya dalam hal pengembangan. Juga dengan Perhutani dan BKSDA,” paparnya.

Selain itu, pelaksanaan focus group discussion (FGD) juga diperlukan. Namun, pengampu pelaksanaan FGD Ijen Geopark adalah Bappeprov Jawa Timur. Termasuk menggelar webinar dan mendatangkan tim ahli.

Kajian ilmiah Ijen Geopark pun sudah disiapkan. Farida menyebut, Bappeprov Jatim sudah menunjuk universitas ternama dalam hal kajian ilmiah. Mulai dari Unej, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, hingga Universitas Indonesia.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi

Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

- Advertisement -

Lantas, apa rencana jangka pendek, menengah, hingga panjang Bappeda? Farida pun menjabarkan bahwa rencana pendeknya harus gol terlebih dahulu pengakuan status Ijen Geopark untuk UGG.

Sedangkan rencana jangka panjangnya, ada waktu untuk dievaluasi selama empat tahun. Apabila dalam empat tahun tak bisa memenuhi standar, status UGG itu akan kembali dicabut. Bagaimana mempertahankan standar tersebut tetap terjaga. “Harus disiapkan sekarang. Step by step sudah ada hingga evaluasi pertama nanti. Karena ini menimbulkan multiplier effect ekonomi,” jelasnya.

Meski begitu, Farida belum menjabarkan secara terperinci rencana jangka panjang tersebut ke depan. Di sisi lain, ada peran corporate social responsibility (CSR) dalam pengembangan Ijen Geopark ini. Farida menegaskan, kerja sama CSR itu adalah hal wajib dan menjadi evaluasi ke depan. Bahkan, dia menyebut, apabila Ijen Geopark sudah diakui, Bondowoso dapat menarik investor untuk berinvestasi di Kota Tape.

“Bisa kerja sama dengan perguruan tinggi atau stakeholder lainnya. Dari proses ini sudah ada kerja sama dengan geopark lainnya dalam hal pengembangan. Juga dengan Perhutani dan BKSDA,” paparnya.

Selain itu, pelaksanaan focus group discussion (FGD) juga diperlukan. Namun, pengampu pelaksanaan FGD Ijen Geopark adalah Bappeprov Jawa Timur. Termasuk menggelar webinar dan mendatangkan tim ahli.

Kajian ilmiah Ijen Geopark pun sudah disiapkan. Farida menyebut, Bappeprov Jatim sudah menunjuk universitas ternama dalam hal kajian ilmiah. Mulai dari Unej, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, hingga Universitas Indonesia.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi

Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

Lantas, apa rencana jangka pendek, menengah, hingga panjang Bappeda? Farida pun menjabarkan bahwa rencana pendeknya harus gol terlebih dahulu pengakuan status Ijen Geopark untuk UGG.

Sedangkan rencana jangka panjangnya, ada waktu untuk dievaluasi selama empat tahun. Apabila dalam empat tahun tak bisa memenuhi standar, status UGG itu akan kembali dicabut. Bagaimana mempertahankan standar tersebut tetap terjaga. “Harus disiapkan sekarang. Step by step sudah ada hingga evaluasi pertama nanti. Karena ini menimbulkan multiplier effect ekonomi,” jelasnya.

Meski begitu, Farida belum menjabarkan secara terperinci rencana jangka panjang tersebut ke depan. Di sisi lain, ada peran corporate social responsibility (CSR) dalam pengembangan Ijen Geopark ini. Farida menegaskan, kerja sama CSR itu adalah hal wajib dan menjadi evaluasi ke depan. Bahkan, dia menyebut, apabila Ijen Geopark sudah diakui, Bondowoso dapat menarik investor untuk berinvestasi di Kota Tape.

“Bisa kerja sama dengan perguruan tinggi atau stakeholder lainnya. Dari proses ini sudah ada kerja sama dengan geopark lainnya dalam hal pengembangan. Juga dengan Perhutani dan BKSDA,” paparnya.

Selain itu, pelaksanaan focus group discussion (FGD) juga diperlukan. Namun, pengampu pelaksanaan FGD Ijen Geopark adalah Bappeprov Jawa Timur. Termasuk menggelar webinar dan mendatangkan tim ahli.

Kajian ilmiah Ijen Geopark pun sudah disiapkan. Farida menyebut, Bappeprov Jatim sudah menunjuk universitas ternama dalam hal kajian ilmiah. Mulai dari Unej, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, hingga Universitas Indonesia.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi

Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/