alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Rp 69,7 M Bukan Ansih untuk Geopark

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kucuran APBD sebesar Rp 69,7 miliar ternyata tidak ansih untuk Ijen Geopark. Namun, itu adalah kegiatan di dinas-dinas yang diselaraskan dengan Ijen Geopark. Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Bondowoso Farida.

“Rp 69,7 miliar ini bukan asli untuk Ijen Geopark. Tetapi itu adalah kegiatan-kegiatan OPD yang men-support Ijen Geopark. Karena fokusnya ada di lokasi Ijen Geopark pada 14 kecamatan. Karena kegiatan OPD sesuai tupoksinya, masuk dalam syarat dossier geopark,” jelas Farida.

Dijelaskan, Bappeda menjadi salah satu garda terdepan dalam perencanaan inisiasi pengakuan Ijen Geopark di mata UNESCO menjadi UNESCO Global Geopark (UGG).

Mobile_AP_Rectangle 2

Hingga sekarang ini, koordinasi Bappeda dengan seluruh OPD dan 14 kecamatan yang masuk dalam kawasan Ijen Geopark masih terus dimatangkan. Sebab, pekerjaan rumah sebelum tim asesor UNESCO datang, persiapan Ijen Geopark wilayah Bondowoso sudah harus siap sedia.

“Bappeda ini menginisiasi hingga diakui tingkat internasional. Karena dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM, Red) sudah tertera bahwa akan memajukan wisata yang go international. Dan diterjemahkannya dalam Ijen Geopark ini,” beber Farida, Kepala Bappeda, kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Total ada 16 OPD dan 14 kecamatan yang melaksanakan kegiatannya dalam rangka Ijen Geopark tersebut. Sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Anggaran Rp 69,7 miliar APBD tahun 2021 dari DPRD Bondowoso dikucurkan sebagai bentuk persiapan pengakuan Ijen Geopark dari UNESCO tersebut.

“Bappeda secara teknis tidak menangani di lapangan. Hanya perencanaan. Masing-masing OPD pun ikut serta sesuai tupoksinya. Karena standar pengakuan internasional ini cukup banyak dan ketat,” imbuhnya.

Salah satunya dengan mengebut penyelesaian pengerjaan dossier (laporan). Menurut Farida, untuk memenuhi laporan itu, tidak mungkin dikerjakan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) semata. “Bappeda mengoordinasi itu semua,” lanjut dia.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kucuran APBD sebesar Rp 69,7 miliar ternyata tidak ansih untuk Ijen Geopark. Namun, itu adalah kegiatan di dinas-dinas yang diselaraskan dengan Ijen Geopark. Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Bondowoso Farida.

“Rp 69,7 miliar ini bukan asli untuk Ijen Geopark. Tetapi itu adalah kegiatan-kegiatan OPD yang men-support Ijen Geopark. Karena fokusnya ada di lokasi Ijen Geopark pada 14 kecamatan. Karena kegiatan OPD sesuai tupoksinya, masuk dalam syarat dossier geopark,” jelas Farida.

Dijelaskan, Bappeda menjadi salah satu garda terdepan dalam perencanaan inisiasi pengakuan Ijen Geopark di mata UNESCO menjadi UNESCO Global Geopark (UGG).

Hingga sekarang ini, koordinasi Bappeda dengan seluruh OPD dan 14 kecamatan yang masuk dalam kawasan Ijen Geopark masih terus dimatangkan. Sebab, pekerjaan rumah sebelum tim asesor UNESCO datang, persiapan Ijen Geopark wilayah Bondowoso sudah harus siap sedia.

“Bappeda ini menginisiasi hingga diakui tingkat internasional. Karena dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM, Red) sudah tertera bahwa akan memajukan wisata yang go international. Dan diterjemahkannya dalam Ijen Geopark ini,” beber Farida, Kepala Bappeda, kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Total ada 16 OPD dan 14 kecamatan yang melaksanakan kegiatannya dalam rangka Ijen Geopark tersebut. Sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Anggaran Rp 69,7 miliar APBD tahun 2021 dari DPRD Bondowoso dikucurkan sebagai bentuk persiapan pengakuan Ijen Geopark dari UNESCO tersebut.

“Bappeda secara teknis tidak menangani di lapangan. Hanya perencanaan. Masing-masing OPD pun ikut serta sesuai tupoksinya. Karena standar pengakuan internasional ini cukup banyak dan ketat,” imbuhnya.

Salah satunya dengan mengebut penyelesaian pengerjaan dossier (laporan). Menurut Farida, untuk memenuhi laporan itu, tidak mungkin dikerjakan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) semata. “Bappeda mengoordinasi itu semua,” lanjut dia.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kucuran APBD sebesar Rp 69,7 miliar ternyata tidak ansih untuk Ijen Geopark. Namun, itu adalah kegiatan di dinas-dinas yang diselaraskan dengan Ijen Geopark. Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Bondowoso Farida.

“Rp 69,7 miliar ini bukan asli untuk Ijen Geopark. Tetapi itu adalah kegiatan-kegiatan OPD yang men-support Ijen Geopark. Karena fokusnya ada di lokasi Ijen Geopark pada 14 kecamatan. Karena kegiatan OPD sesuai tupoksinya, masuk dalam syarat dossier geopark,” jelas Farida.

Dijelaskan, Bappeda menjadi salah satu garda terdepan dalam perencanaan inisiasi pengakuan Ijen Geopark di mata UNESCO menjadi UNESCO Global Geopark (UGG).

Hingga sekarang ini, koordinasi Bappeda dengan seluruh OPD dan 14 kecamatan yang masuk dalam kawasan Ijen Geopark masih terus dimatangkan. Sebab, pekerjaan rumah sebelum tim asesor UNESCO datang, persiapan Ijen Geopark wilayah Bondowoso sudah harus siap sedia.

“Bappeda ini menginisiasi hingga diakui tingkat internasional. Karena dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM, Red) sudah tertera bahwa akan memajukan wisata yang go international. Dan diterjemahkannya dalam Ijen Geopark ini,” beber Farida, Kepala Bappeda, kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Total ada 16 OPD dan 14 kecamatan yang melaksanakan kegiatannya dalam rangka Ijen Geopark tersebut. Sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Anggaran Rp 69,7 miliar APBD tahun 2021 dari DPRD Bondowoso dikucurkan sebagai bentuk persiapan pengakuan Ijen Geopark dari UNESCO tersebut.

“Bappeda secara teknis tidak menangani di lapangan. Hanya perencanaan. Masing-masing OPD pun ikut serta sesuai tupoksinya. Karena standar pengakuan internasional ini cukup banyak dan ketat,” imbuhnya.

Salah satunya dengan mengebut penyelesaian pengerjaan dossier (laporan). Menurut Farida, untuk memenuhi laporan itu, tidak mungkin dikerjakan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) semata. “Bappeda mengoordinasi itu semua,” lanjut dia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/