alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Mulai Sidang Pembacaan Gugatan

Tentang Gugatan kepada Gubernur Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Upaya mantan Sekda Bondowoso, Syaifullah, agar kembali menduduki jabatannya sebagai sekda terus berlanjut. Syaifullah menggugat Gubernur Jawa Timur dan Bupati Bondowoso atas penerbitan surat pemberhentian dirinya sebagai Sekda Bondowoso.

Gugatan itu sudah masuk di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. Sesuai jadwal di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Surabaya, berkas gugatan Syaifullah sudah dinyatakan lengkap.

Berkas gugatan itu mulai masuk tanggal 13 April lalu. Mulai 20 April hingga 11 Mei lalu, tahapan perbaikan gugatan dan surat kuasa para pihak terus diperbaiki. Total ada empat jadwal perbaikan gugatan yang dinyatakan belum lengkap oleh majelis hakim. “Akhirnya, hari ini (kemarin, Red) kami sidang perdana. Pembacaan gugatan dari pihak penggugat,” ujar Haryanto, salah seorang tim penasihat hukum Syaifullah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain Haryanto, penasihat hukum Syaifullah lainnya yakni Bakti Ongko Wiyono. Ada tujuh poin gugatan Syaifullah yang ditujukan kepada keputusan gubernur tentang pencopotan jabatannya dahulu ketika menjabat sebagai Sekda Kabupaten Bondowoso.

Tujuh poin gugatannya itu di antaranya menyatakan batal atau tidak sah Keputusan Gubernur Jatim tentang Pembebasan dari Jabatan Sekretaris Daerah tertanggal 07 Januari 2021.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Upaya mantan Sekda Bondowoso, Syaifullah, agar kembali menduduki jabatannya sebagai sekda terus berlanjut. Syaifullah menggugat Gubernur Jawa Timur dan Bupati Bondowoso atas penerbitan surat pemberhentian dirinya sebagai Sekda Bondowoso.

Gugatan itu sudah masuk di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. Sesuai jadwal di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Surabaya, berkas gugatan Syaifullah sudah dinyatakan lengkap.

Berkas gugatan itu mulai masuk tanggal 13 April lalu. Mulai 20 April hingga 11 Mei lalu, tahapan perbaikan gugatan dan surat kuasa para pihak terus diperbaiki. Total ada empat jadwal perbaikan gugatan yang dinyatakan belum lengkap oleh majelis hakim. “Akhirnya, hari ini (kemarin, Red) kami sidang perdana. Pembacaan gugatan dari pihak penggugat,” ujar Haryanto, salah seorang tim penasihat hukum Syaifullah.

Selain Haryanto, penasihat hukum Syaifullah lainnya yakni Bakti Ongko Wiyono. Ada tujuh poin gugatan Syaifullah yang ditujukan kepada keputusan gubernur tentang pencopotan jabatannya dahulu ketika menjabat sebagai Sekda Kabupaten Bondowoso.

Tujuh poin gugatannya itu di antaranya menyatakan batal atau tidak sah Keputusan Gubernur Jatim tentang Pembebasan dari Jabatan Sekretaris Daerah tertanggal 07 Januari 2021.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Upaya mantan Sekda Bondowoso, Syaifullah, agar kembali menduduki jabatannya sebagai sekda terus berlanjut. Syaifullah menggugat Gubernur Jawa Timur dan Bupati Bondowoso atas penerbitan surat pemberhentian dirinya sebagai Sekda Bondowoso.

Gugatan itu sudah masuk di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. Sesuai jadwal di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Surabaya, berkas gugatan Syaifullah sudah dinyatakan lengkap.

Berkas gugatan itu mulai masuk tanggal 13 April lalu. Mulai 20 April hingga 11 Mei lalu, tahapan perbaikan gugatan dan surat kuasa para pihak terus diperbaiki. Total ada empat jadwal perbaikan gugatan yang dinyatakan belum lengkap oleh majelis hakim. “Akhirnya, hari ini (kemarin, Red) kami sidang perdana. Pembacaan gugatan dari pihak penggugat,” ujar Haryanto, salah seorang tim penasihat hukum Syaifullah.

Selain Haryanto, penasihat hukum Syaifullah lainnya yakni Bakti Ongko Wiyono. Ada tujuh poin gugatan Syaifullah yang ditujukan kepada keputusan gubernur tentang pencopotan jabatannya dahulu ketika menjabat sebagai Sekda Kabupaten Bondowoso.

Tujuh poin gugatannya itu di antaranya menyatakan batal atau tidak sah Keputusan Gubernur Jatim tentang Pembebasan dari Jabatan Sekretaris Daerah tertanggal 07 Januari 2021.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/