alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Setelah Lapor-melapor, Kini Giliran Demonstrasi Aliansi Pecinta Kiai Salwa

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – “Hidup kiai, hidup kiai,” kalimat tersebut terdengar lantang di antara puluhan masyarakat yang sedang menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Bondowoso, kemarin (18/3). Kondisi Bondowoso memang sedang menghangat, karena terjadi saling lapor di kalangan pucuk pimpinan tertinggi di Kota Tape.

Baca Juga : Anggota PSHT Asal Wuluhan Meninggal, Diduga karena Latihan

Massa demonstrasi dari Aliansi Pecinta Kiai Salwa atau Bupati Bondowoso turun jalan setelah adanya aduan dari Kiai Salwa Arifin melalui kuasa hukumnya, terhadap Ahmad Dhafir sebagai Ketua DPRD Bondowoso. Terkait dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi bohong, beberapa waktu lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di depan mapolres, para demonstran juga membentangkan beberapa tulisan. Mereka menuntut aparat penegak hukum agar mengusut tuntas pelaku pencemaran nama baik bupati dan menegakkan UU ITE tanpa pandang bulu. Perwakilan massa aksi kemudian ditemui oleh Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko untuk melakukan dialog. Sementara, peserta aksi lainnya menunggu di depan mapolres dengan tetap membentangkan poster yang mereka bawa.

Korlap aksi, Johan, menuturkan, bupati adalah ikon Kabupaten Bondowoso. Karenanya, mereka tak terima ketika bupati dilecehkan oleh siapa pun. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada kepolisian setempat untuk melakukan tindakan secara profesional dalam penanganan perkara ini.

Johan juga menegaskan, jika tidak ada tindakan dari pihak Polres Bondowoso, maka pihaknya akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi. Karena itu, dia berharap pihak penyidik benar-benar profesional menangani masalah tersebut.

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko menjelaskan, para relawan pendukung bupati meminta kejelasan dan progres terkait laporan Bupati Salwa melalui kuasa hukumnya. Wimboko juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan audiensi dengan sejumlah perwakilan massa aksi.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – “Hidup kiai, hidup kiai,” kalimat tersebut terdengar lantang di antara puluhan masyarakat yang sedang menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Bondowoso, kemarin (18/3). Kondisi Bondowoso memang sedang menghangat, karena terjadi saling lapor di kalangan pucuk pimpinan tertinggi di Kota Tape.

Baca Juga : Anggota PSHT Asal Wuluhan Meninggal, Diduga karena Latihan

Massa demonstrasi dari Aliansi Pecinta Kiai Salwa atau Bupati Bondowoso turun jalan setelah adanya aduan dari Kiai Salwa Arifin melalui kuasa hukumnya, terhadap Ahmad Dhafir sebagai Ketua DPRD Bondowoso. Terkait dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi bohong, beberapa waktu lalu.

Di depan mapolres, para demonstran juga membentangkan beberapa tulisan. Mereka menuntut aparat penegak hukum agar mengusut tuntas pelaku pencemaran nama baik bupati dan menegakkan UU ITE tanpa pandang bulu. Perwakilan massa aksi kemudian ditemui oleh Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko untuk melakukan dialog. Sementara, peserta aksi lainnya menunggu di depan mapolres dengan tetap membentangkan poster yang mereka bawa.

Korlap aksi, Johan, menuturkan, bupati adalah ikon Kabupaten Bondowoso. Karenanya, mereka tak terima ketika bupati dilecehkan oleh siapa pun. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada kepolisian setempat untuk melakukan tindakan secara profesional dalam penanganan perkara ini.

Johan juga menegaskan, jika tidak ada tindakan dari pihak Polres Bondowoso, maka pihaknya akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi. Karena itu, dia berharap pihak penyidik benar-benar profesional menangani masalah tersebut.

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko menjelaskan, para relawan pendukung bupati meminta kejelasan dan progres terkait laporan Bupati Salwa melalui kuasa hukumnya. Wimboko juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan audiensi dengan sejumlah perwakilan massa aksi.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – “Hidup kiai, hidup kiai,” kalimat tersebut terdengar lantang di antara puluhan masyarakat yang sedang menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Bondowoso, kemarin (18/3). Kondisi Bondowoso memang sedang menghangat, karena terjadi saling lapor di kalangan pucuk pimpinan tertinggi di Kota Tape.

Baca Juga : Anggota PSHT Asal Wuluhan Meninggal, Diduga karena Latihan

Massa demonstrasi dari Aliansi Pecinta Kiai Salwa atau Bupati Bondowoso turun jalan setelah adanya aduan dari Kiai Salwa Arifin melalui kuasa hukumnya, terhadap Ahmad Dhafir sebagai Ketua DPRD Bondowoso. Terkait dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi bohong, beberapa waktu lalu.

Di depan mapolres, para demonstran juga membentangkan beberapa tulisan. Mereka menuntut aparat penegak hukum agar mengusut tuntas pelaku pencemaran nama baik bupati dan menegakkan UU ITE tanpa pandang bulu. Perwakilan massa aksi kemudian ditemui oleh Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko untuk melakukan dialog. Sementara, peserta aksi lainnya menunggu di depan mapolres dengan tetap membentangkan poster yang mereka bawa.

Korlap aksi, Johan, menuturkan, bupati adalah ikon Kabupaten Bondowoso. Karenanya, mereka tak terima ketika bupati dilecehkan oleh siapa pun. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada kepolisian setempat untuk melakukan tindakan secara profesional dalam penanganan perkara ini.

Johan juga menegaskan, jika tidak ada tindakan dari pihak Polres Bondowoso, maka pihaknya akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi. Karena itu, dia berharap pihak penyidik benar-benar profesional menangani masalah tersebut.

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko menjelaskan, para relawan pendukung bupati meminta kejelasan dan progres terkait laporan Bupati Salwa melalui kuasa hukumnya. Wimboko juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan audiensi dengan sejumlah perwakilan massa aksi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/