alexametrics
24.4 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Pemkab Bondowoso Rutin Gelar Safari Jumat dari Masjid ke Masjid

Dijadikan Ajang Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah satu program yang rutin dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso setiap pekan salah satunya adalah Safari Jumat. Kegiatannya dilakukan dari satu masjid ke masjid yang lain. Seperti yang terlihat di Masjid Raudhatul Hasan, Desa Kasemek, Kecamatan Tenggarang, Jumat (18/3).

Baca Juga : Tobatnya Pecandu Narkoba, Bisnis Ikan Asap

Bupati Bondowoso Kiai Salwa Arifin menyebut, program tersebut dijadikan sebagai ajang mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Terlebih, menurutnya, antara keduanya sebenarnya setara di hadapan Yang Mahakuasa. Tidak dapat dibedakan hanya karena kaya dengan miskin. Melainkan ketaqwaan yang dapat membedakan. “Kepala ditaruh di bawah saat sujud. Artinya, sama-sama sujud kepada Allah. Derajatnya sama di mata Allah,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Salwa juga berpesan kepada jamaah yang hadir agar terus menyambung silaturahmi, baik dengan saudara, sanak famili, maupun dengan tetangga. Dengan silaturahmi, seorang insan yang merupakan makhluk sosial bisa berinteraksi dan saling menyapa satu sama lain. “Tidak boleh bertengkar dengan sesama,” pesannya.

Dalam kegiatan Safari Jumat tersebut, Bupati Salwa mengajak warga Desa Kasemek lebih giat lagi beribadah. Dia mengimbau, jangan hanya bangga dengan masjid yang bagus, tapi ibadahnya harus lebih bagus. “Alhamdulillah, masyarakat di sini kompak. Jamaah dalam masjid ini penuh. Ini tandanya masyarakat di sini kompak dalam beribadah,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, Bupati Salwa yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Tangsil Wetan itu, melalui Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) memberikan tali asih. Serta bantuan peralatan kebutuhan masjid, dari masing-masing Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bondowoso.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah satu program yang rutin dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso setiap pekan salah satunya adalah Safari Jumat. Kegiatannya dilakukan dari satu masjid ke masjid yang lain. Seperti yang terlihat di Masjid Raudhatul Hasan, Desa Kasemek, Kecamatan Tenggarang, Jumat (18/3).

Baca Juga : Tobatnya Pecandu Narkoba, Bisnis Ikan Asap

Bupati Bondowoso Kiai Salwa Arifin menyebut, program tersebut dijadikan sebagai ajang mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Terlebih, menurutnya, antara keduanya sebenarnya setara di hadapan Yang Mahakuasa. Tidak dapat dibedakan hanya karena kaya dengan miskin. Melainkan ketaqwaan yang dapat membedakan. “Kepala ditaruh di bawah saat sujud. Artinya, sama-sama sujud kepada Allah. Derajatnya sama di mata Allah,” ujarnya.

Bupati Salwa juga berpesan kepada jamaah yang hadir agar terus menyambung silaturahmi, baik dengan saudara, sanak famili, maupun dengan tetangga. Dengan silaturahmi, seorang insan yang merupakan makhluk sosial bisa berinteraksi dan saling menyapa satu sama lain. “Tidak boleh bertengkar dengan sesama,” pesannya.

Dalam kegiatan Safari Jumat tersebut, Bupati Salwa mengajak warga Desa Kasemek lebih giat lagi beribadah. Dia mengimbau, jangan hanya bangga dengan masjid yang bagus, tapi ibadahnya harus lebih bagus. “Alhamdulillah, masyarakat di sini kompak. Jamaah dalam masjid ini penuh. Ini tandanya masyarakat di sini kompak dalam beribadah,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, Bupati Salwa yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Tangsil Wetan itu, melalui Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) memberikan tali asih. Serta bantuan peralatan kebutuhan masjid, dari masing-masing Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bondowoso.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah satu program yang rutin dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso setiap pekan salah satunya adalah Safari Jumat. Kegiatannya dilakukan dari satu masjid ke masjid yang lain. Seperti yang terlihat di Masjid Raudhatul Hasan, Desa Kasemek, Kecamatan Tenggarang, Jumat (18/3).

Baca Juga : Tobatnya Pecandu Narkoba, Bisnis Ikan Asap

Bupati Bondowoso Kiai Salwa Arifin menyebut, program tersebut dijadikan sebagai ajang mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Terlebih, menurutnya, antara keduanya sebenarnya setara di hadapan Yang Mahakuasa. Tidak dapat dibedakan hanya karena kaya dengan miskin. Melainkan ketaqwaan yang dapat membedakan. “Kepala ditaruh di bawah saat sujud. Artinya, sama-sama sujud kepada Allah. Derajatnya sama di mata Allah,” ujarnya.

Bupati Salwa juga berpesan kepada jamaah yang hadir agar terus menyambung silaturahmi, baik dengan saudara, sanak famili, maupun dengan tetangga. Dengan silaturahmi, seorang insan yang merupakan makhluk sosial bisa berinteraksi dan saling menyapa satu sama lain. “Tidak boleh bertengkar dengan sesama,” pesannya.

Dalam kegiatan Safari Jumat tersebut, Bupati Salwa mengajak warga Desa Kasemek lebih giat lagi beribadah. Dia mengimbau, jangan hanya bangga dengan masjid yang bagus, tapi ibadahnya harus lebih bagus. “Alhamdulillah, masyarakat di sini kompak. Jamaah dalam masjid ini penuh. Ini tandanya masyarakat di sini kompak dalam beribadah,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, Bupati Salwa yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Tangsil Wetan itu, melalui Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) memberikan tali asih. Serta bantuan peralatan kebutuhan masjid, dari masing-masing Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bondowoso.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/