alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kades dan Lurah Harus Berada di Garda Terdepan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dinilai sangat efektif menekan jumlah angka kasus positif Covid-19. Di Bondowoso, PPKM diberlakukan di desa dan kelurahan.
Bupati Drs KH Salwa Arifin berharap pemerintah desa dan kelurahan bekerja secara maksimal. Sehingga penerapan PPKM bisa benar-benar membuat Kabupaten Bondowoso terbebas dari pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan dalam penyerahan ban lengan satgas Covid-19 kepada sejumlah lurah dan kepala desa (kades) di Kecamatan Bondowoso, kemarin. “Kepala desa dan lurah harus berada di garda terdepan. Untuk menanggulangi Covid-19 ini,” jelasnya.
Menurutnya, penerapan PPKM mikro sangat efektif dan dinilai berhasil. Buktinya, hampir 100 persen wilayah di Bondowoso masuk zona hijau. Walaupun demikian, pihaknya meminta agar kepala desa dan lurah tidak lengah dalam menjalankan PPKM. “Kita harus waspada dan semangat. Kita harus bekerja keras. Itu harapan saya,” paparnya.
Sementara, Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz mengatakan, dari total kasus Covid-19 di Bondowoso, 40 hingga 50 persen terjadi di wilayah kota. Karena itu, pelaksanaan PPKM dilakukan lebih maksimal daripada wilayah lainnya.
Dirinya juga menyampaikan, ketika penanganan Covid-19 di wilayah kota sukses. Maka wilayah lainnya juga akan sukses. “Ketika di daerah kota Bondowoso ini beres, insyaallah di kecamatan lainnya atau pinggiran cepat beres,” paparnya.
Masih di tempat yang sama, Plt Kalaksa BPBD Bondowoso Adi Sunaryadi mengatakan, dari sekitar 4.858 RT di Bondowoso, masih ada 17 RT yang zona kuning.
Dijelaskan, semua desa wajib memiliki posko PPKM mikro. Berdasarkan jumlah desa dan kelurahan, ada 219 posko PPKM saat ini. Kemudian, ada 23 posko satgas di kecamatan. “Semua desa wajib ada posko PPKM-nya,” pungkasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dinilai sangat efektif menekan jumlah angka kasus positif Covid-19. Di Bondowoso, PPKM diberlakukan di desa dan kelurahan.
Bupati Drs KH Salwa Arifin berharap pemerintah desa dan kelurahan bekerja secara maksimal. Sehingga penerapan PPKM bisa benar-benar membuat Kabupaten Bondowoso terbebas dari pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan dalam penyerahan ban lengan satgas Covid-19 kepada sejumlah lurah dan kepala desa (kades) di Kecamatan Bondowoso, kemarin. “Kepala desa dan lurah harus berada di garda terdepan. Untuk menanggulangi Covid-19 ini,” jelasnya.
Menurutnya, penerapan PPKM mikro sangat efektif dan dinilai berhasil. Buktinya, hampir 100 persen wilayah di Bondowoso masuk zona hijau. Walaupun demikian, pihaknya meminta agar kepala desa dan lurah tidak lengah dalam menjalankan PPKM. “Kita harus waspada dan semangat. Kita harus bekerja keras. Itu harapan saya,” paparnya.
Sementara, Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz mengatakan, dari total kasus Covid-19 di Bondowoso, 40 hingga 50 persen terjadi di wilayah kota. Karena itu, pelaksanaan PPKM dilakukan lebih maksimal daripada wilayah lainnya.
Dirinya juga menyampaikan, ketika penanganan Covid-19 di wilayah kota sukses. Maka wilayah lainnya juga akan sukses. “Ketika di daerah kota Bondowoso ini beres, insyaallah di kecamatan lainnya atau pinggiran cepat beres,” paparnya.
Masih di tempat yang sama, Plt Kalaksa BPBD Bondowoso Adi Sunaryadi mengatakan, dari sekitar 4.858 RT di Bondowoso, masih ada 17 RT yang zona kuning.
Dijelaskan, semua desa wajib memiliki posko PPKM mikro. Berdasarkan jumlah desa dan kelurahan, ada 219 posko PPKM saat ini. Kemudian, ada 23 posko satgas di kecamatan. “Semua desa wajib ada posko PPKM-nya,” pungkasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dinilai sangat efektif menekan jumlah angka kasus positif Covid-19. Di Bondowoso, PPKM diberlakukan di desa dan kelurahan.
Bupati Drs KH Salwa Arifin berharap pemerintah desa dan kelurahan bekerja secara maksimal. Sehingga penerapan PPKM bisa benar-benar membuat Kabupaten Bondowoso terbebas dari pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan dalam penyerahan ban lengan satgas Covid-19 kepada sejumlah lurah dan kepala desa (kades) di Kecamatan Bondowoso, kemarin. “Kepala desa dan lurah harus berada di garda terdepan. Untuk menanggulangi Covid-19 ini,” jelasnya.
Menurutnya, penerapan PPKM mikro sangat efektif dan dinilai berhasil. Buktinya, hampir 100 persen wilayah di Bondowoso masuk zona hijau. Walaupun demikian, pihaknya meminta agar kepala desa dan lurah tidak lengah dalam menjalankan PPKM. “Kita harus waspada dan semangat. Kita harus bekerja keras. Itu harapan saya,” paparnya.
Sementara, Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz mengatakan, dari total kasus Covid-19 di Bondowoso, 40 hingga 50 persen terjadi di wilayah kota. Karena itu, pelaksanaan PPKM dilakukan lebih maksimal daripada wilayah lainnya.
Dirinya juga menyampaikan, ketika penanganan Covid-19 di wilayah kota sukses. Maka wilayah lainnya juga akan sukses. “Ketika di daerah kota Bondowoso ini beres, insyaallah di kecamatan lainnya atau pinggiran cepat beres,” paparnya.
Masih di tempat yang sama, Plt Kalaksa BPBD Bondowoso Adi Sunaryadi mengatakan, dari sekitar 4.858 RT di Bondowoso, masih ada 17 RT yang zona kuning.
Dijelaskan, semua desa wajib memiliki posko PPKM mikro. Berdasarkan jumlah desa dan kelurahan, ada 219 posko PPKM saat ini. Kemudian, ada 23 posko satgas di kecamatan. “Semua desa wajib ada posko PPKM-nya,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/