alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Edukasi ke Ranah Pendidikan

Singo Ulung dan Tari Petik Kopi dalam Ijen Geopark

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ada lima situs budaya yang masuk dalam Ijen Geopark. Kelimanya adalah situs Gua Butha Cerme, Gua Butha Canting, Situs Megalitikum Maskuning Kulon, tari Petik Kopi, dan Singo Ulung. Dari lima poin itu, dua tari budaya, yakni Singo Ulung dan tari Petik Kopi lebih ditekankan pada edukasi tourism.
Pembelajaran mengenai tari-tarian tersebut kepada para siswa yang ada di Bondowoso. Budaya pendidikan yang masuk hingga bangku sekolah. Tak hanya sejarah, namun juga para pelaku tari sampai kepada praktik tariannya.
“Dua tarian itu masuk ke dalam pembelajaran anak-anak sekolah. Memang edukasi mengenai budaya harus ditekankan kepada para siswa,” ujar Tantri Raras, tim ahli budaya Ijen Geopark.
Perempuan alumnus Universitas Jember (Unej) ini menambahkan bahwa sekarang ini, tataran budaya terus disosialisasikan edukasinya kepada siswa taman kanak-kanak (TK). “Tak hanya TK, tapi seluruh tingkatan nantinya. SD, SMP, dan SMA,” imbuhnya.
Untuk Singo Ulung, seni pertunjukannya oleh salah satu sanggar yang kerap mementaskannya, yakni Gema Buana yang berada di Padepokan Desa Prajekan. “Harapan ke depannya, nantinya Singo Ulung ini bisa melekat menjadi budaya Bondowoso. Dan menjadi kebanggaan semua warga Bondowoso. Bisa masuk ke dunia pendidikan dan dipraktikkan,” kata Tantri.
Sementara, untuk tari Petik Kopi, salah satu sanggar yang sering mementaskan adalah Sanggar Raung Abinaya, yang berada di Kecamatan Sumber Wringin. “Edukasi budaya ini kami harap bisa menyentuh masyarakat dan dimiliki oleh warga Bondowoso. Punya kebanggaan tersendiri,” pungkas Tantri.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ada lima situs budaya yang masuk dalam Ijen Geopark. Kelimanya adalah situs Gua Butha Cerme, Gua Butha Canting, Situs Megalitikum Maskuning Kulon, tari Petik Kopi, dan Singo Ulung. Dari lima poin itu, dua tari budaya, yakni Singo Ulung dan tari Petik Kopi lebih ditekankan pada edukasi tourism.
Pembelajaran mengenai tari-tarian tersebut kepada para siswa yang ada di Bondowoso. Budaya pendidikan yang masuk hingga bangku sekolah. Tak hanya sejarah, namun juga para pelaku tari sampai kepada praktik tariannya.
“Dua tarian itu masuk ke dalam pembelajaran anak-anak sekolah. Memang edukasi mengenai budaya harus ditekankan kepada para siswa,” ujar Tantri Raras, tim ahli budaya Ijen Geopark.
Perempuan alumnus Universitas Jember (Unej) ini menambahkan bahwa sekarang ini, tataran budaya terus disosialisasikan edukasinya kepada siswa taman kanak-kanak (TK). “Tak hanya TK, tapi seluruh tingkatan nantinya. SD, SMP, dan SMA,” imbuhnya.
Untuk Singo Ulung, seni pertunjukannya oleh salah satu sanggar yang kerap mementaskannya, yakni Gema Buana yang berada di Padepokan Desa Prajekan. “Harapan ke depannya, nantinya Singo Ulung ini bisa melekat menjadi budaya Bondowoso. Dan menjadi kebanggaan semua warga Bondowoso. Bisa masuk ke dunia pendidikan dan dipraktikkan,” kata Tantri.
Sementara, untuk tari Petik Kopi, salah satu sanggar yang sering mementaskan adalah Sanggar Raung Abinaya, yang berada di Kecamatan Sumber Wringin. “Edukasi budaya ini kami harap bisa menyentuh masyarakat dan dimiliki oleh warga Bondowoso. Punya kebanggaan tersendiri,” pungkas Tantri.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ada lima situs budaya yang masuk dalam Ijen Geopark. Kelimanya adalah situs Gua Butha Cerme, Gua Butha Canting, Situs Megalitikum Maskuning Kulon, tari Petik Kopi, dan Singo Ulung. Dari lima poin itu, dua tari budaya, yakni Singo Ulung dan tari Petik Kopi lebih ditekankan pada edukasi tourism.
Pembelajaran mengenai tari-tarian tersebut kepada para siswa yang ada di Bondowoso. Budaya pendidikan yang masuk hingga bangku sekolah. Tak hanya sejarah, namun juga para pelaku tari sampai kepada praktik tariannya.
“Dua tarian itu masuk ke dalam pembelajaran anak-anak sekolah. Memang edukasi mengenai budaya harus ditekankan kepada para siswa,” ujar Tantri Raras, tim ahli budaya Ijen Geopark.
Perempuan alumnus Universitas Jember (Unej) ini menambahkan bahwa sekarang ini, tataran budaya terus disosialisasikan edukasinya kepada siswa taman kanak-kanak (TK). “Tak hanya TK, tapi seluruh tingkatan nantinya. SD, SMP, dan SMA,” imbuhnya.
Untuk Singo Ulung, seni pertunjukannya oleh salah satu sanggar yang kerap mementaskannya, yakni Gema Buana yang berada di Padepokan Desa Prajekan. “Harapan ke depannya, nantinya Singo Ulung ini bisa melekat menjadi budaya Bondowoso. Dan menjadi kebanggaan semua warga Bondowoso. Bisa masuk ke dunia pendidikan dan dipraktikkan,” kata Tantri.
Sementara, untuk tari Petik Kopi, salah satu sanggar yang sering mementaskan adalah Sanggar Raung Abinaya, yang berada di Kecamatan Sumber Wringin. “Edukasi budaya ini kami harap bisa menyentuh masyarakat dan dimiliki oleh warga Bondowoso. Punya kebanggaan tersendiri,” pungkas Tantri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/