alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Penjaga Pos Pendakian Bukit Piramid. Dari Kucing-kucingan hingga Diberi Nomor HP Palsu

Suhin adalah Ketua RT Tegal Tengah. Selain menjalankan tugasnya sebagai RT, dia diberi tugas tambahan oleh kelurahan untuk memantau dan memastikan keamanan serta keselamatan para pendaki Bukit Piramid. Dia bertugas mencegah para pendaki liar yang ingin mendaki tanpa dilengkapi peralatan yang memadai.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bukit Piramid merupakan salah satu bukit yang terletak di Kelurahan/Kecamatan Curahdami. Bukit ini menyajikan alam yang memesona. Karena itu, banyak menyita perhatian pendaki. Padahal bukit tersebut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Beberapa kali bukit tersebut telah memakan korban. Hingga saat ini bukit tersebut memang masih ditutup untuk umum.

Untuk mencegah para pendaki liar yang ingin mendaki tanpa peralatan yang memadai, sejumlah warga ikut memantau dan menjaga jalur pendakian. Karena itu, tidak sembarang orang bisa mendaki. Apalagi tempat tersebut oleh Pemkab Bondowoso diarahkan menjadi objek wisata dengan minat khusus.

Salah satu warga yang aktif dalam memantau para pendaki adalah Suhin. Dia merupakan ketua RT wilayah paling ujung kelurahan Curahdami. Sehingga para pendaki yang akan naik kebanyakan pamit terlebih dahulu kepadanya. Walaupun masih ada pendaki yang nakal dan tidak izin terlebih dahulu. Bahkan ada pendaki yang berbohong memberikan data. Ada juga yang tidak izin. “Kadang ditipu orang. Pamitnya tidak hanya sampai ke pos satu saja, ternyata sampai ke puncaknya,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan hal itu, banyak para pendaki yang naik tanpa sepengetahuan dari warga sekitar, khususnya Suhin. “Keluar masuknya pendaki kadang tidak ketemu. Kadang sudah salipan, rame-rame sudah dari gunung katanya,” ungkap bapak dua anak tersebut.

Dia selama ini hanya mendata. Pendaki tidak harus menyerahkan KTP dan tidak dipungut biaya. “Hanya cukup pamit dengan baik-baik kepada saya, karena yang bertanggung jawab atas daerah ini kan saya,” ujarnya.

Ketika para pendaki pamitan atau meminta izin, biasanya Suhin hanya meminta data berupa nama dan nomor HP. Dirinya juga sudah menyediakan buku kunjungan. Hal itu bermanfaat untuk mengetahui secara pasti data pendaki.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bukit Piramid merupakan salah satu bukit yang terletak di Kelurahan/Kecamatan Curahdami. Bukit ini menyajikan alam yang memesona. Karena itu, banyak menyita perhatian pendaki. Padahal bukit tersebut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Beberapa kali bukit tersebut telah memakan korban. Hingga saat ini bukit tersebut memang masih ditutup untuk umum.

Untuk mencegah para pendaki liar yang ingin mendaki tanpa peralatan yang memadai, sejumlah warga ikut memantau dan menjaga jalur pendakian. Karena itu, tidak sembarang orang bisa mendaki. Apalagi tempat tersebut oleh Pemkab Bondowoso diarahkan menjadi objek wisata dengan minat khusus.

Salah satu warga yang aktif dalam memantau para pendaki adalah Suhin. Dia merupakan ketua RT wilayah paling ujung kelurahan Curahdami. Sehingga para pendaki yang akan naik kebanyakan pamit terlebih dahulu kepadanya. Walaupun masih ada pendaki yang nakal dan tidak izin terlebih dahulu. Bahkan ada pendaki yang berbohong memberikan data. Ada juga yang tidak izin. “Kadang ditipu orang. Pamitnya tidak hanya sampai ke pos satu saja, ternyata sampai ke puncaknya,” imbuhnya.

Dengan hal itu, banyak para pendaki yang naik tanpa sepengetahuan dari warga sekitar, khususnya Suhin. “Keluar masuknya pendaki kadang tidak ketemu. Kadang sudah salipan, rame-rame sudah dari gunung katanya,” ungkap bapak dua anak tersebut.

Dia selama ini hanya mendata. Pendaki tidak harus menyerahkan KTP dan tidak dipungut biaya. “Hanya cukup pamit dengan baik-baik kepada saya, karena yang bertanggung jawab atas daerah ini kan saya,” ujarnya.

Ketika para pendaki pamitan atau meminta izin, biasanya Suhin hanya meminta data berupa nama dan nomor HP. Dirinya juga sudah menyediakan buku kunjungan. Hal itu bermanfaat untuk mengetahui secara pasti data pendaki.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bukit Piramid merupakan salah satu bukit yang terletak di Kelurahan/Kecamatan Curahdami. Bukit ini menyajikan alam yang memesona. Karena itu, banyak menyita perhatian pendaki. Padahal bukit tersebut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Beberapa kali bukit tersebut telah memakan korban. Hingga saat ini bukit tersebut memang masih ditutup untuk umum.

Untuk mencegah para pendaki liar yang ingin mendaki tanpa peralatan yang memadai, sejumlah warga ikut memantau dan menjaga jalur pendakian. Karena itu, tidak sembarang orang bisa mendaki. Apalagi tempat tersebut oleh Pemkab Bondowoso diarahkan menjadi objek wisata dengan minat khusus.

Salah satu warga yang aktif dalam memantau para pendaki adalah Suhin. Dia merupakan ketua RT wilayah paling ujung kelurahan Curahdami. Sehingga para pendaki yang akan naik kebanyakan pamit terlebih dahulu kepadanya. Walaupun masih ada pendaki yang nakal dan tidak izin terlebih dahulu. Bahkan ada pendaki yang berbohong memberikan data. Ada juga yang tidak izin. “Kadang ditipu orang. Pamitnya tidak hanya sampai ke pos satu saja, ternyata sampai ke puncaknya,” imbuhnya.

Dengan hal itu, banyak para pendaki yang naik tanpa sepengetahuan dari warga sekitar, khususnya Suhin. “Keluar masuknya pendaki kadang tidak ketemu. Kadang sudah salipan, rame-rame sudah dari gunung katanya,” ungkap bapak dua anak tersebut.

Dia selama ini hanya mendata. Pendaki tidak harus menyerahkan KTP dan tidak dipungut biaya. “Hanya cukup pamit dengan baik-baik kepada saya, karena yang bertanggung jawab atas daerah ini kan saya,” ujarnya.

Ketika para pendaki pamitan atau meminta izin, biasanya Suhin hanya meminta data berupa nama dan nomor HP. Dirinya juga sudah menyediakan buku kunjungan. Hal itu bermanfaat untuk mengetahui secara pasti data pendaki.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/