alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Baru Dua Persen Keluarga Ajukan Santunan Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Keluarga pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Bondowoso masih banyak yang tidak mengajukan program santunan Kementerian Sosial. Salah satu penyebab banyaknya keluarga yang tak mengajukan pemberian dana santunan Covid-19 adalah diskriminasi. Kebanyakan mereka takut didiskriminasi oleh tetangganya. Sebab, anggota keluarganya mengembuskan napas terakhir dalam keadaan terpapar virus korona.

Redi Usadani, Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam dan Bencana Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso, menyebutkan, baru sekitar dua persen saja keluarga pasien Covid-19 meninggal dunia yang mengajukan santunan.

Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, jumlah kasus meninggal karena Covid-19 per 14 Februari 2021 di Kota Tape sebanyak 134 orang. “Hanya 18 keluarga yang telah mengirimkan berkas untuk pengajuan program santunan Kemensos RI,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Redi menambahkan, mulai bulan Agustus 2020 hingga Februari tahun ini, yang sudah mengajukan program santunan berjumlah 18 keluarga. Dokumen milik 6 keluarga sudah diserahkan ke Kemensos.

“Kabarnya, sebanyak 6 keluarga itu hingga kini belum mendapatkan santunan. Realisasi pencairan butuh proses verifikasi. Karena itu pula dokumen 12 keluarga lain belum kami kirimkan. Kami masih menunggu informasi lanjutan dari Dinsos Provinsi dan Kemensos serta terus berkoordinasi,” bebernya.

Untuk mendapatkan santunan, ada sejumlah proses yang harus dilalui. Pertama, keluarga mengirimkan berkas ke Dinsos Bondowoso. Berkas itu di antaranya KTP, KK, surat kematian dari rumah sakit, dan hasil pemeriksaan laboratorium yang membuktikan anggota keluarganya positif Covid-19. Kemudian, Dinsos Bondowoso mengecek data itu.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Keluarga pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Bondowoso masih banyak yang tidak mengajukan program santunan Kementerian Sosial. Salah satu penyebab banyaknya keluarga yang tak mengajukan pemberian dana santunan Covid-19 adalah diskriminasi. Kebanyakan mereka takut didiskriminasi oleh tetangganya. Sebab, anggota keluarganya mengembuskan napas terakhir dalam keadaan terpapar virus korona.

Redi Usadani, Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam dan Bencana Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso, menyebutkan, baru sekitar dua persen saja keluarga pasien Covid-19 meninggal dunia yang mengajukan santunan.

Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, jumlah kasus meninggal karena Covid-19 per 14 Februari 2021 di Kota Tape sebanyak 134 orang. “Hanya 18 keluarga yang telah mengirimkan berkas untuk pengajuan program santunan Kemensos RI,” katanya.

Redi menambahkan, mulai bulan Agustus 2020 hingga Februari tahun ini, yang sudah mengajukan program santunan berjumlah 18 keluarga. Dokumen milik 6 keluarga sudah diserahkan ke Kemensos.

“Kabarnya, sebanyak 6 keluarga itu hingga kini belum mendapatkan santunan. Realisasi pencairan butuh proses verifikasi. Karena itu pula dokumen 12 keluarga lain belum kami kirimkan. Kami masih menunggu informasi lanjutan dari Dinsos Provinsi dan Kemensos serta terus berkoordinasi,” bebernya.

Untuk mendapatkan santunan, ada sejumlah proses yang harus dilalui. Pertama, keluarga mengirimkan berkas ke Dinsos Bondowoso. Berkas itu di antaranya KTP, KK, surat kematian dari rumah sakit, dan hasil pemeriksaan laboratorium yang membuktikan anggota keluarganya positif Covid-19. Kemudian, Dinsos Bondowoso mengecek data itu.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Keluarga pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Bondowoso masih banyak yang tidak mengajukan program santunan Kementerian Sosial. Salah satu penyebab banyaknya keluarga yang tak mengajukan pemberian dana santunan Covid-19 adalah diskriminasi. Kebanyakan mereka takut didiskriminasi oleh tetangganya. Sebab, anggota keluarganya mengembuskan napas terakhir dalam keadaan terpapar virus korona.

Redi Usadani, Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam dan Bencana Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso, menyebutkan, baru sekitar dua persen saja keluarga pasien Covid-19 meninggal dunia yang mengajukan santunan.

Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, jumlah kasus meninggal karena Covid-19 per 14 Februari 2021 di Kota Tape sebanyak 134 orang. “Hanya 18 keluarga yang telah mengirimkan berkas untuk pengajuan program santunan Kemensos RI,” katanya.

Redi menambahkan, mulai bulan Agustus 2020 hingga Februari tahun ini, yang sudah mengajukan program santunan berjumlah 18 keluarga. Dokumen milik 6 keluarga sudah diserahkan ke Kemensos.

“Kabarnya, sebanyak 6 keluarga itu hingga kini belum mendapatkan santunan. Realisasi pencairan butuh proses verifikasi. Karena itu pula dokumen 12 keluarga lain belum kami kirimkan. Kami masih menunggu informasi lanjutan dari Dinsos Provinsi dan Kemensos serta terus berkoordinasi,” bebernya.

Untuk mendapatkan santunan, ada sejumlah proses yang harus dilalui. Pertama, keluarga mengirimkan berkas ke Dinsos Bondowoso. Berkas itu di antaranya KTP, KK, surat kematian dari rumah sakit, dan hasil pemeriksaan laboratorium yang membuktikan anggota keluarganya positif Covid-19. Kemudian, Dinsos Bondowoso mengecek data itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/