alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 23 January 2022

Ortu Harus Perhatikan Anak Main Gawai

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Pembelajaran daring membuat anak-anak terus berada di rumah selama pandemi Covid-19. Otomatis, membuat para siswa lebih sering berhadapan dengan gawai. Jika hanya belajar, tidak menjadi masalah. Namun, waktu seusai belajar harus benar-benar diawasi oleh orang tua.

Memang, gawai merupakan sarana penunjang belajar daring. Namun, apabila penggunaannya kelewat batas, dapat mengakibatkan masalah serius. Sebab, seseorang bisa kecanduan gawai.

Psikiater RSUD dr Koesnadi dr Dewi Prisca Sembiring SpKJ mengatakan, sejauh ini belum ada kasus anak kecanduan gawai di era belajar daring. Namun, orang tua harus memperhatikan penggunaannya pada anak. Agar tidak kecanduan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, proses evaluasi masalah kecanduan gawai saat ini terbilang sulit. “Ada dua kemungkinan, anak-anak dan remaja memegang gawai karena kecanduan ataukah untuk melakukan pembelajaran. Itu sulit sekali dievaluasi,” kata dokter yang akrab disapa Dewi ini.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Pembelajaran daring membuat anak-anak terus berada di rumah selama pandemi Covid-19. Otomatis, membuat para siswa lebih sering berhadapan dengan gawai. Jika hanya belajar, tidak menjadi masalah. Namun, waktu seusai belajar harus benar-benar diawasi oleh orang tua.

Memang, gawai merupakan sarana penunjang belajar daring. Namun, apabila penggunaannya kelewat batas, dapat mengakibatkan masalah serius. Sebab, seseorang bisa kecanduan gawai.

Psikiater RSUD dr Koesnadi dr Dewi Prisca Sembiring SpKJ mengatakan, sejauh ini belum ada kasus anak kecanduan gawai di era belajar daring. Namun, orang tua harus memperhatikan penggunaannya pada anak. Agar tidak kecanduan.

Menurutnya, proses evaluasi masalah kecanduan gawai saat ini terbilang sulit. “Ada dua kemungkinan, anak-anak dan remaja memegang gawai karena kecanduan ataukah untuk melakukan pembelajaran. Itu sulit sekali dievaluasi,” kata dokter yang akrab disapa Dewi ini.

RADARJEMBER.ID – Pembelajaran daring membuat anak-anak terus berada di rumah selama pandemi Covid-19. Otomatis, membuat para siswa lebih sering berhadapan dengan gawai. Jika hanya belajar, tidak menjadi masalah. Namun, waktu seusai belajar harus benar-benar diawasi oleh orang tua.

Memang, gawai merupakan sarana penunjang belajar daring. Namun, apabila penggunaannya kelewat batas, dapat mengakibatkan masalah serius. Sebab, seseorang bisa kecanduan gawai.

Psikiater RSUD dr Koesnadi dr Dewi Prisca Sembiring SpKJ mengatakan, sejauh ini belum ada kasus anak kecanduan gawai di era belajar daring. Namun, orang tua harus memperhatikan penggunaannya pada anak. Agar tidak kecanduan.

Menurutnya, proses evaluasi masalah kecanduan gawai saat ini terbilang sulit. “Ada dua kemungkinan, anak-anak dan remaja memegang gawai karena kecanduan ataukah untuk melakukan pembelajaran. Itu sulit sekali dievaluasi,” kata dokter yang akrab disapa Dewi ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca