alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Vaksinasi Anak Belum Bisa Dilakukan

Karena Capaian Belum Terpenuhi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi memulai vaksinasi untuk anak usia 6 sampai 11 tahun di 21 kabupaten/kota di Jawa Timur. Ternyata, di Bondowoso vaksinasi untuk anak belum dapat dilakukan. Walaupun demikian, pendataan untuk anak-anak terus berlanjut. Sebab, capaian vaksinasi dan jumlah stok vaksin masih banyak tersedia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso dr Mohammad Imron mengatakan, salah satu syarat agar vaksinasi dapat dilakukan adalah capaian vaksinasi untuk lansia mencapai 40 persen dan masyarakat umum mencapai 60 persen. Untuk mencapai level dua, vaksinasi lansia minimal 40 persen dan masyarakat umum minimal 50 persen. “Sampai akhir Desember kota kejar target itu,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, baru 21 daerah saja yang sudah mulai melakukan vaksinasi untuk anak. Mirisnya, Bondowoso belum masuk dalam 21 daerah tersebut. Untuk dapat melakukan vaksinasi tersebut, menurutnya, Kabupaten Bondowoso masih menunggu capaian itu. Serta masih mempertimbangkan stok vaksin yang ada.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia juga menuturkan, jenis vaksin yang akan diberikan sama dengan vaksin yang diberikan kepada masyarakat umum. Jenis vaksin yang digunakan adalah Sinovac. “Yang penting tidak sakit, batuk, pilek, dan tidak ada riwayat alergi terhadap penyakit-penyakit tertentu,” imbuhnya.

Melihat ketersediaan stok vaksin di Bondowoso, hingga saat ini masih dinilai belum mencukupi untuk melakukan vaksinasi kepada anak-anak. Mengingat, berdasarkan data dari KPCPEN, jumlah sasaran anak di Bondowoso mencapai 61 ribu lebih. “Belum data riil dari pendataan melalui Dikbud, Kemenag, dan Dinas Sosial untuk disabilitas,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi memulai vaksinasi untuk anak usia 6 sampai 11 tahun di 21 kabupaten/kota di Jawa Timur. Ternyata, di Bondowoso vaksinasi untuk anak belum dapat dilakukan. Walaupun demikian, pendataan untuk anak-anak terus berlanjut. Sebab, capaian vaksinasi dan jumlah stok vaksin masih banyak tersedia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso dr Mohammad Imron mengatakan, salah satu syarat agar vaksinasi dapat dilakukan adalah capaian vaksinasi untuk lansia mencapai 40 persen dan masyarakat umum mencapai 60 persen. Untuk mencapai level dua, vaksinasi lansia minimal 40 persen dan masyarakat umum minimal 50 persen. “Sampai akhir Desember kota kejar target itu,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, baru 21 daerah saja yang sudah mulai melakukan vaksinasi untuk anak. Mirisnya, Bondowoso belum masuk dalam 21 daerah tersebut. Untuk dapat melakukan vaksinasi tersebut, menurutnya, Kabupaten Bondowoso masih menunggu capaian itu. Serta masih mempertimbangkan stok vaksin yang ada.

Dia juga menuturkan, jenis vaksin yang akan diberikan sama dengan vaksin yang diberikan kepada masyarakat umum. Jenis vaksin yang digunakan adalah Sinovac. “Yang penting tidak sakit, batuk, pilek, dan tidak ada riwayat alergi terhadap penyakit-penyakit tertentu,” imbuhnya.

Melihat ketersediaan stok vaksin di Bondowoso, hingga saat ini masih dinilai belum mencukupi untuk melakukan vaksinasi kepada anak-anak. Mengingat, berdasarkan data dari KPCPEN, jumlah sasaran anak di Bondowoso mencapai 61 ribu lebih. “Belum data riil dari pendataan melalui Dikbud, Kemenag, dan Dinas Sosial untuk disabilitas,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi memulai vaksinasi untuk anak usia 6 sampai 11 tahun di 21 kabupaten/kota di Jawa Timur. Ternyata, di Bondowoso vaksinasi untuk anak belum dapat dilakukan. Walaupun demikian, pendataan untuk anak-anak terus berlanjut. Sebab, capaian vaksinasi dan jumlah stok vaksin masih banyak tersedia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso dr Mohammad Imron mengatakan, salah satu syarat agar vaksinasi dapat dilakukan adalah capaian vaksinasi untuk lansia mencapai 40 persen dan masyarakat umum mencapai 60 persen. Untuk mencapai level dua, vaksinasi lansia minimal 40 persen dan masyarakat umum minimal 50 persen. “Sampai akhir Desember kota kejar target itu,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, baru 21 daerah saja yang sudah mulai melakukan vaksinasi untuk anak. Mirisnya, Bondowoso belum masuk dalam 21 daerah tersebut. Untuk dapat melakukan vaksinasi tersebut, menurutnya, Kabupaten Bondowoso masih menunggu capaian itu. Serta masih mempertimbangkan stok vaksin yang ada.

Dia juga menuturkan, jenis vaksin yang akan diberikan sama dengan vaksin yang diberikan kepada masyarakat umum. Jenis vaksin yang digunakan adalah Sinovac. “Yang penting tidak sakit, batuk, pilek, dan tidak ada riwayat alergi terhadap penyakit-penyakit tertentu,” imbuhnya.

Melihat ketersediaan stok vaksin di Bondowoso, hingga saat ini masih dinilai belum mencukupi untuk melakukan vaksinasi kepada anak-anak. Mengingat, berdasarkan data dari KPCPEN, jumlah sasaran anak di Bondowoso mencapai 61 ribu lebih. “Belum data riil dari pendataan melalui Dikbud, Kemenag, dan Dinas Sosial untuk disabilitas,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/