alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Tekad Matangkan Persiapan UGG

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ijen Geopark menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Bondowoso di tahun 2022 mendatang dalam pengembangan ekonomi masyarakat, pemberdayaan, hingga sektor wisata. Kini Ijen Geopark wilayah Bondowoso terus berbenah. Setelah mendapat sejumlah saran dari tim ahli UNESCO, beberapa waktu lalu, Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso terus bergerak mematangkan persiapan.

Salah satunya secara masif menggandeng perguruan tinggi yang khususnya berada di area Tapal Kuda. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Disparpora Bondowoso Mulyadi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Kesiapan tersebut, kata dia, nantinya menjadi penilaian pengajuan Ijen Geopark kepada UNESCO Global Geopark (UGG) agar secara resmi diakui dunia. “Sekarang ini sementara sudah ada 13 universitas, baik swasta maupun negeri, yang sudah menjalin MoU bersama Ijen Geopark,” ujar mantan Sekretaris Dinas PUPR Bondowoso tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti halnya kemarin (17/12), Ijen Geopark kembali menjalin kerja sama dengan Universitas Abdurahman Saleh (UNARS) Situbondo. Kesepakatan tersebut berkaitan dengan penelitian serta publikasi ilmiah. “Kami ingin menjalankan tridarma perguruan tinggi. Juga bersinergi dengan program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), ada kajian yang menjadi dasar pengembangan Ijen Geopark nantinya,” imbuh Mulyadi.

Lebih lanjut, Mulyadi menyebut, target akhir tahun ini harus ada dua tambahan sinergi perguruan tinggi lagi. “Target kami ada 15 perguruan tinggi yang MoU bersama kami dan mendukung Ijen Geopark,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ijen Geopark menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Bondowoso di tahun 2022 mendatang dalam pengembangan ekonomi masyarakat, pemberdayaan, hingga sektor wisata. Kini Ijen Geopark wilayah Bondowoso terus berbenah. Setelah mendapat sejumlah saran dari tim ahli UNESCO, beberapa waktu lalu, Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso terus bergerak mematangkan persiapan.

Salah satunya secara masif menggandeng perguruan tinggi yang khususnya berada di area Tapal Kuda. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Disparpora Bondowoso Mulyadi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Kesiapan tersebut, kata dia, nantinya menjadi penilaian pengajuan Ijen Geopark kepada UNESCO Global Geopark (UGG) agar secara resmi diakui dunia. “Sekarang ini sementara sudah ada 13 universitas, baik swasta maupun negeri, yang sudah menjalin MoU bersama Ijen Geopark,” ujar mantan Sekretaris Dinas PUPR Bondowoso tersebut.

Seperti halnya kemarin (17/12), Ijen Geopark kembali menjalin kerja sama dengan Universitas Abdurahman Saleh (UNARS) Situbondo. Kesepakatan tersebut berkaitan dengan penelitian serta publikasi ilmiah. “Kami ingin menjalankan tridarma perguruan tinggi. Juga bersinergi dengan program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), ada kajian yang menjadi dasar pengembangan Ijen Geopark nantinya,” imbuh Mulyadi.

Lebih lanjut, Mulyadi menyebut, target akhir tahun ini harus ada dua tambahan sinergi perguruan tinggi lagi. “Target kami ada 15 perguruan tinggi yang MoU bersama kami dan mendukung Ijen Geopark,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ijen Geopark menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Bondowoso di tahun 2022 mendatang dalam pengembangan ekonomi masyarakat, pemberdayaan, hingga sektor wisata. Kini Ijen Geopark wilayah Bondowoso terus berbenah. Setelah mendapat sejumlah saran dari tim ahli UNESCO, beberapa waktu lalu, Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso terus bergerak mematangkan persiapan.

Salah satunya secara masif menggandeng perguruan tinggi yang khususnya berada di area Tapal Kuda. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Disparpora Bondowoso Mulyadi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Kesiapan tersebut, kata dia, nantinya menjadi penilaian pengajuan Ijen Geopark kepada UNESCO Global Geopark (UGG) agar secara resmi diakui dunia. “Sekarang ini sementara sudah ada 13 universitas, baik swasta maupun negeri, yang sudah menjalin MoU bersama Ijen Geopark,” ujar mantan Sekretaris Dinas PUPR Bondowoso tersebut.

Seperti halnya kemarin (17/12), Ijen Geopark kembali menjalin kerja sama dengan Universitas Abdurahman Saleh (UNARS) Situbondo. Kesepakatan tersebut berkaitan dengan penelitian serta publikasi ilmiah. “Kami ingin menjalankan tridarma perguruan tinggi. Juga bersinergi dengan program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), ada kajian yang menjadi dasar pengembangan Ijen Geopark nantinya,” imbuh Mulyadi.

Lebih lanjut, Mulyadi menyebut, target akhir tahun ini harus ada dua tambahan sinergi perguruan tinggi lagi. “Target kami ada 15 perguruan tinggi yang MoU bersama kami dan mendukung Ijen Geopark,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/