alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Bondowoso Smart City Mulai Digagas

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso saat ini mulai membentuk gagasan Bondowoso Smart City. Hal tersebut diketahui dalam forum group discussion (FGD) bersama dengan perwakilan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di ballroom Hotel Ijen View, beberapa waktu lalu.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menjelaskan, konsep smart city yang sedang disiapkan untuk di awal adalah membangun konsep smart government dan smart society terlebih dahulu. Pihaknya menegaskan, konsep tersebut tidak harus meniru kabupaten atau kota besar lainnya yang lebih dahulu membentuk smart city.

Bagi pihaknya, konsep smart city di Bondowoso akan menyesuaikan dengan kebutuhan daerah sendiri. “Tak harus meniru kota besar, bergantung kita kebutuhannya apa. Sementara ini kebutuhannya smart government,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam smart government ini, pihaknya ingin mengintegrasikan proses penganggaran, perencanaan, hingga proses e-reporting dan pengawasan dengan sistem yang terintegrasi dan mudah diakses. “Ini harus terintegrasi, sehingga saya menginginkan semua sudah by system. Menyusun KUA PPAS, dari perencanaan sampai APBD itu semua sudah by sistem,” tegasnya.

Ia mengharapkan agar smart city sudah terbangun di Bondowoso pada 2022 mendatang. Karena hal itu, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan peranti atau perangkat lunak dan sistemnya yang akan diintegrasikan antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

Sedangkan kesiapan sumber daya manusianya diklaim telah ada di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat. “Harapan kita nanti di 2022 smart city ini sudah terbangun, khususnya smart government dan smart society,” bebernya.

Sementara, untuk kebutuhan anggarannya, saat ini masih belum bisa ditentukan. Mengingat, pihaknya masih akan mengidentifikasi semua aplikasi yang ada, berikut kebutuhan yang diperlukan.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso saat ini mulai membentuk gagasan Bondowoso Smart City. Hal tersebut diketahui dalam forum group discussion (FGD) bersama dengan perwakilan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di ballroom Hotel Ijen View, beberapa waktu lalu.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menjelaskan, konsep smart city yang sedang disiapkan untuk di awal adalah membangun konsep smart government dan smart society terlebih dahulu. Pihaknya menegaskan, konsep tersebut tidak harus meniru kabupaten atau kota besar lainnya yang lebih dahulu membentuk smart city.

Bagi pihaknya, konsep smart city di Bondowoso akan menyesuaikan dengan kebutuhan daerah sendiri. “Tak harus meniru kota besar, bergantung kita kebutuhannya apa. Sementara ini kebutuhannya smart government,” tuturnya.

Dalam smart government ini, pihaknya ingin mengintegrasikan proses penganggaran, perencanaan, hingga proses e-reporting dan pengawasan dengan sistem yang terintegrasi dan mudah diakses. “Ini harus terintegrasi, sehingga saya menginginkan semua sudah by system. Menyusun KUA PPAS, dari perencanaan sampai APBD itu semua sudah by sistem,” tegasnya.

Ia mengharapkan agar smart city sudah terbangun di Bondowoso pada 2022 mendatang. Karena hal itu, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan peranti atau perangkat lunak dan sistemnya yang akan diintegrasikan antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

Sedangkan kesiapan sumber daya manusianya diklaim telah ada di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat. “Harapan kita nanti di 2022 smart city ini sudah terbangun, khususnya smart government dan smart society,” bebernya.

Sementara, untuk kebutuhan anggarannya, saat ini masih belum bisa ditentukan. Mengingat, pihaknya masih akan mengidentifikasi semua aplikasi yang ada, berikut kebutuhan yang diperlukan.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso saat ini mulai membentuk gagasan Bondowoso Smart City. Hal tersebut diketahui dalam forum group discussion (FGD) bersama dengan perwakilan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di ballroom Hotel Ijen View, beberapa waktu lalu.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menjelaskan, konsep smart city yang sedang disiapkan untuk di awal adalah membangun konsep smart government dan smart society terlebih dahulu. Pihaknya menegaskan, konsep tersebut tidak harus meniru kabupaten atau kota besar lainnya yang lebih dahulu membentuk smart city.

Bagi pihaknya, konsep smart city di Bondowoso akan menyesuaikan dengan kebutuhan daerah sendiri. “Tak harus meniru kota besar, bergantung kita kebutuhannya apa. Sementara ini kebutuhannya smart government,” tuturnya.

Dalam smart government ini, pihaknya ingin mengintegrasikan proses penganggaran, perencanaan, hingga proses e-reporting dan pengawasan dengan sistem yang terintegrasi dan mudah diakses. “Ini harus terintegrasi, sehingga saya menginginkan semua sudah by system. Menyusun KUA PPAS, dari perencanaan sampai APBD itu semua sudah by sistem,” tegasnya.

Ia mengharapkan agar smart city sudah terbangun di Bondowoso pada 2022 mendatang. Karena hal itu, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan peranti atau perangkat lunak dan sistemnya yang akan diintegrasikan antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

Sedangkan kesiapan sumber daya manusianya diklaim telah ada di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat. “Harapan kita nanti di 2022 smart city ini sudah terbangun, khususnya smart government dan smart society,” bebernya.

Sementara, untuk kebutuhan anggarannya, saat ini masih belum bisa ditentukan. Mengingat, pihaknya masih akan mengidentifikasi semua aplikasi yang ada, berikut kebutuhan yang diperlukan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/