alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Akan Diintegrasikan dengan Pemerintah Desa

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Program Bondowoso Smart City yang tengah digagas ini nantinya tidak hanya akan mengintegrasikan data dalam organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di tingkat kabupaten. Tapi, juga akan diintegrasikan hingga tingkat pemerintah desa (pemdes).

Mengenai hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bondowoso Ghozal Rawan berharap seluruh kepala desa beserta para perangkatnya, termasuk para kepala desa yang baru terpilih dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, dapat merespons dengan baik program ini. Serta dapat mempermudah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dia juga mengatakan, pemdes juga diharapkan bisa menggunakan aplikasi yang akan terintegrasi nantinya. Dengan begitu, untuk memberikan berbagai pelayanan kepada masyarakat, seperti administrasi kependudukan, pemerintahan, serta berbagai pelayanan lainnya, dapat dipermudah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari program tersebut, khususnya dalam pemanfaatan perkembangan teknologi informasi saat ini. “Misalnya smart economy, smart society, juga kita garap smart-smart yang lainnya,” ujarnya, Selasa (16/11).

Pasalnya, Pemkab Bondowoso memang mengharapkan pemberdayaan masyarakat serta pembangunan daerah dapat dimulai dari desa atau dari wilayah pinggiran. Hal tersebut sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Bagi pihaknya, dengan adanya program yang terintegrasi hingga tingkat desa itu, dapat pula dijadikan sebagai sarana transformasi dalam penyampaian informasi kepada publik, sehingga masyarakat dapat memperoleh dan mengetahui data ataupun informasi yang dibutuhkan. “Itu sebagai sarana untuk transformasi penyampaian informasi juga kepada masyarakat,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Program Bondowoso Smart City yang tengah digagas ini nantinya tidak hanya akan mengintegrasikan data dalam organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di tingkat kabupaten. Tapi, juga akan diintegrasikan hingga tingkat pemerintah desa (pemdes).

Mengenai hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bondowoso Ghozal Rawan berharap seluruh kepala desa beserta para perangkatnya, termasuk para kepala desa yang baru terpilih dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, dapat merespons dengan baik program ini. Serta dapat mempermudah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dia juga mengatakan, pemdes juga diharapkan bisa menggunakan aplikasi yang akan terintegrasi nantinya. Dengan begitu, untuk memberikan berbagai pelayanan kepada masyarakat, seperti administrasi kependudukan, pemerintahan, serta berbagai pelayanan lainnya, dapat dipermudah.

Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari program tersebut, khususnya dalam pemanfaatan perkembangan teknologi informasi saat ini. “Misalnya smart economy, smart society, juga kita garap smart-smart yang lainnya,” ujarnya, Selasa (16/11).

Pasalnya, Pemkab Bondowoso memang mengharapkan pemberdayaan masyarakat serta pembangunan daerah dapat dimulai dari desa atau dari wilayah pinggiran. Hal tersebut sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Bagi pihaknya, dengan adanya program yang terintegrasi hingga tingkat desa itu, dapat pula dijadikan sebagai sarana transformasi dalam penyampaian informasi kepada publik, sehingga masyarakat dapat memperoleh dan mengetahui data ataupun informasi yang dibutuhkan. “Itu sebagai sarana untuk transformasi penyampaian informasi juga kepada masyarakat,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Program Bondowoso Smart City yang tengah digagas ini nantinya tidak hanya akan mengintegrasikan data dalam organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di tingkat kabupaten. Tapi, juga akan diintegrasikan hingga tingkat pemerintah desa (pemdes).

Mengenai hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bondowoso Ghozal Rawan berharap seluruh kepala desa beserta para perangkatnya, termasuk para kepala desa yang baru terpilih dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, dapat merespons dengan baik program ini. Serta dapat mempermudah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dia juga mengatakan, pemdes juga diharapkan bisa menggunakan aplikasi yang akan terintegrasi nantinya. Dengan begitu, untuk memberikan berbagai pelayanan kepada masyarakat, seperti administrasi kependudukan, pemerintahan, serta berbagai pelayanan lainnya, dapat dipermudah.

Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari program tersebut, khususnya dalam pemanfaatan perkembangan teknologi informasi saat ini. “Misalnya smart economy, smart society, juga kita garap smart-smart yang lainnya,” ujarnya, Selasa (16/11).

Pasalnya, Pemkab Bondowoso memang mengharapkan pemberdayaan masyarakat serta pembangunan daerah dapat dimulai dari desa atau dari wilayah pinggiran. Hal tersebut sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Bagi pihaknya, dengan adanya program yang terintegrasi hingga tingkat desa itu, dapat pula dijadikan sebagai sarana transformasi dalam penyampaian informasi kepada publik, sehingga masyarakat dapat memperoleh dan mengetahui data ataupun informasi yang dibutuhkan. “Itu sebagai sarana untuk transformasi penyampaian informasi juga kepada masyarakat,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/