alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Siswa SMALB Berharap Bisa Tatap Muka

Selama Ini Tak Bisa Terapkan Daring

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Saat ini, pembelajaran di tingkat sekolah menengah atas sudah dimulai tatap muka. Namun, dengan sistem jumlah siswa yang terbatas. Khusus sekolah menengah atas luar biasa (SMALB), masih belum berani tatap muka. Sekolah masih dilakukan secara luar jaringan (luring) dengan sepenuhnya didampingi orang tua. Sebab, bagi siswa SMALB dibutuhkan pendampingan khusus.

“Pembelajaran tetap berjalan sesuai kemampuan masing-masing siswa, sehingga masih belum bisa tatap muka. Para siswa belajar di rumah,” kata Kepala SMALB Tri Sukoyo kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dijelaskannya, para siswa berkebutuhan khusus, pembelajarannya tidak bisa seperti siswa pada umumnya. Tidak bisa diterapkan sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) seperti siswa pada sekolah umum.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tri Sukoyo sangat berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sebab, kegiatan belajar dan mengajar SMALB tidak bisa dilaksanakan selama masih ada Covid-19. Beda dengan siswa di sekolah biasa, yang masih bisa menggelar pembelajaran secara daring, luring, atau kombinasi keduanya. Bahkan, sudah ada yang pembelajaran tata muka.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Saat ini, pembelajaran di tingkat sekolah menengah atas sudah dimulai tatap muka. Namun, dengan sistem jumlah siswa yang terbatas. Khusus sekolah menengah atas luar biasa (SMALB), masih belum berani tatap muka. Sekolah masih dilakukan secara luar jaringan (luring) dengan sepenuhnya didampingi orang tua. Sebab, bagi siswa SMALB dibutuhkan pendampingan khusus.

“Pembelajaran tetap berjalan sesuai kemampuan masing-masing siswa, sehingga masih belum bisa tatap muka. Para siswa belajar di rumah,” kata Kepala SMALB Tri Sukoyo kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dijelaskannya, para siswa berkebutuhan khusus, pembelajarannya tidak bisa seperti siswa pada umumnya. Tidak bisa diterapkan sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) seperti siswa pada sekolah umum.

Tri Sukoyo sangat berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sebab, kegiatan belajar dan mengajar SMALB tidak bisa dilaksanakan selama masih ada Covid-19. Beda dengan siswa di sekolah biasa, yang masih bisa menggelar pembelajaran secara daring, luring, atau kombinasi keduanya. Bahkan, sudah ada yang pembelajaran tata muka.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Saat ini, pembelajaran di tingkat sekolah menengah atas sudah dimulai tatap muka. Namun, dengan sistem jumlah siswa yang terbatas. Khusus sekolah menengah atas luar biasa (SMALB), masih belum berani tatap muka. Sekolah masih dilakukan secara luar jaringan (luring) dengan sepenuhnya didampingi orang tua. Sebab, bagi siswa SMALB dibutuhkan pendampingan khusus.

“Pembelajaran tetap berjalan sesuai kemampuan masing-masing siswa, sehingga masih belum bisa tatap muka. Para siswa belajar di rumah,” kata Kepala SMALB Tri Sukoyo kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dijelaskannya, para siswa berkebutuhan khusus, pembelajarannya tidak bisa seperti siswa pada umumnya. Tidak bisa diterapkan sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) seperti siswa pada sekolah umum.

Tri Sukoyo sangat berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sebab, kegiatan belajar dan mengajar SMALB tidak bisa dilaksanakan selama masih ada Covid-19. Beda dengan siswa di sekolah biasa, yang masih bisa menggelar pembelajaran secara daring, luring, atau kombinasi keduanya. Bahkan, sudah ada yang pembelajaran tata muka.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/