alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Viral! Beda Konteks Aktual TV dan BSTV

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Saat ini akun YouTube Aktual TV diketahui sudah dihapus oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Ratusan video hasil buatan tiga tersangka sudah tak ada lagi di media sosial tersebut. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen di jagat dunia maya, video Aktual TV sudah tak muncul. Namun, sebelum adanya konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (15/10) lalu, channel tersebut masih ada. Setelah konferensi pers, Aktual TV sudah lenyap.

Menurut Prof Henry Subiakto, pakar komunikasi yang juga hadir dalam konferensi pers, Aktual TV adalah konten di YouTube. Bukan konten yang ada di sebuah media televisi, sebagaimana Arief menjabat menjadi Direktur Utama BSTV Bondowoso. “Aktual TV adalah konten yang ada di YouTube. Tetapi, mereka orang yang bukan sebagai pelaku yang sesuai dengan UU Pers atau Penyiaran,” katanya.

Menurut Henry, meski status Arief Zainurrohman diketahui sebagai direktur televisi swasta, latar belakang Arief sebagai seseorang yang bekerja di bidang jurnalistik tidak bisa dilekatkan pada konten di akun YouTube tersebut. Atas dasar itu, Henry menyebut tindakan pidana yang dikenakan kepada Arief sudah tepat. “Aktual TV ini nama saja, ternyata memang konten YouTube. Konten keduanya berbeda. Tapi, memang konten yang beda, kalau kita bicara BSTV itu pers, tetapi Aktual TV bukan pers,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Henry menambahkan, hal tersebut merupakan upaya provokasi untuk melakukan kebencian. Bukan kebebasan pers. “Syiar kebencian pada tokoh atau kelompok tertentu, agama tertentu, dan institusi negara. Oleh karenanya, kami dari pakar komunikasi, saya apresiasi Polres Jakpus karena ini sangat berbahaya,” tambah Henry.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Saat ini akun YouTube Aktual TV diketahui sudah dihapus oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Ratusan video hasil buatan tiga tersangka sudah tak ada lagi di media sosial tersebut. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen di jagat dunia maya, video Aktual TV sudah tak muncul. Namun, sebelum adanya konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (15/10) lalu, channel tersebut masih ada. Setelah konferensi pers, Aktual TV sudah lenyap.

Menurut Prof Henry Subiakto, pakar komunikasi yang juga hadir dalam konferensi pers, Aktual TV adalah konten di YouTube. Bukan konten yang ada di sebuah media televisi, sebagaimana Arief menjabat menjadi Direktur Utama BSTV Bondowoso. “Aktual TV adalah konten yang ada di YouTube. Tetapi, mereka orang yang bukan sebagai pelaku yang sesuai dengan UU Pers atau Penyiaran,” katanya.

Menurut Henry, meski status Arief Zainurrohman diketahui sebagai direktur televisi swasta, latar belakang Arief sebagai seseorang yang bekerja di bidang jurnalistik tidak bisa dilekatkan pada konten di akun YouTube tersebut. Atas dasar itu, Henry menyebut tindakan pidana yang dikenakan kepada Arief sudah tepat. “Aktual TV ini nama saja, ternyata memang konten YouTube. Konten keduanya berbeda. Tapi, memang konten yang beda, kalau kita bicara BSTV itu pers, tetapi Aktual TV bukan pers,” lanjutnya.

Henry menambahkan, hal tersebut merupakan upaya provokasi untuk melakukan kebencian. Bukan kebebasan pers. “Syiar kebencian pada tokoh atau kelompok tertentu, agama tertentu, dan institusi negara. Oleh karenanya, kami dari pakar komunikasi, saya apresiasi Polres Jakpus karena ini sangat berbahaya,” tambah Henry.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Saat ini akun YouTube Aktual TV diketahui sudah dihapus oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Ratusan video hasil buatan tiga tersangka sudah tak ada lagi di media sosial tersebut. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen di jagat dunia maya, video Aktual TV sudah tak muncul. Namun, sebelum adanya konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (15/10) lalu, channel tersebut masih ada. Setelah konferensi pers, Aktual TV sudah lenyap.

Menurut Prof Henry Subiakto, pakar komunikasi yang juga hadir dalam konferensi pers, Aktual TV adalah konten di YouTube. Bukan konten yang ada di sebuah media televisi, sebagaimana Arief menjabat menjadi Direktur Utama BSTV Bondowoso. “Aktual TV adalah konten yang ada di YouTube. Tetapi, mereka orang yang bukan sebagai pelaku yang sesuai dengan UU Pers atau Penyiaran,” katanya.

Menurut Henry, meski status Arief Zainurrohman diketahui sebagai direktur televisi swasta, latar belakang Arief sebagai seseorang yang bekerja di bidang jurnalistik tidak bisa dilekatkan pada konten di akun YouTube tersebut. Atas dasar itu, Henry menyebut tindakan pidana yang dikenakan kepada Arief sudah tepat. “Aktual TV ini nama saja, ternyata memang konten YouTube. Konten keduanya berbeda. Tapi, memang konten yang beda, kalau kita bicara BSTV itu pers, tetapi Aktual TV bukan pers,” lanjutnya.

Henry menambahkan, hal tersebut merupakan upaya provokasi untuk melakukan kebencian. Bukan kebebasan pers. “Syiar kebencian pada tokoh atau kelompok tertentu, agama tertentu, dan institusi negara. Oleh karenanya, kami dari pakar komunikasi, saya apresiasi Polres Jakpus karena ini sangat berbahaya,” tambah Henry.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/