alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Terus Adakan Edukasi Literasi Digital

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penyebaran informasi bohong yang mengandung SARA dengan tiga tersangka asal Bondowoso menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, video-video yang dibuat oleh Arief Zainurohman alias AZ, Muzammil alias M, dan Ahmad Fandi alias AF berbau adu domba dan provokasi. Bahkan, ratusan video mereka buat dapat memecah bela persatuan bangsa dan mengganggu sinergisitas TNI-Polri.

Di Bondowoso, peran media sangat penting. Di era digital masa kini, masyarakat masih perlu mendapatkan informasi yang benar, tepat, dan akurat. Dari sumber yang tepercaya serta produk jurnalistik sesuai kaidah pers.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bondowoso Ghozal Rawan. Pihaknya saat ini terus bergerak bersama-sama personel relawan TIK untuk melawan hoax. “Kami terus mengadakan literasi digital dengan menitikberatkan pada empat pilar yang ada,” ujar Ghozal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Empat pilar tersebut di antaranya skill digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital. “Hal itu perlu kami lakukan sebagai upaya guna membekali masyarakat Bondowoso agar mampu hidup di dunia digital seperti sekarang ini,” ungkap mantan Kepala Bagian Umum Kesekretariatan Pemkab Bondowoso ini.

Terkait edukasi sosial media mengandung SARA dan hoax yang menyeret instansi negara, sosialisasi tersebut sudah masuk di dalam empat pilar tersebut. “Saya kira sudah ada dalam etika dan budaya digital. Sudah masuk dalam pengertiannya di sana,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penyebaran informasi bohong yang mengandung SARA dengan tiga tersangka asal Bondowoso menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, video-video yang dibuat oleh Arief Zainurohman alias AZ, Muzammil alias M, dan Ahmad Fandi alias AF berbau adu domba dan provokasi. Bahkan, ratusan video mereka buat dapat memecah bela persatuan bangsa dan mengganggu sinergisitas TNI-Polri.

Di Bondowoso, peran media sangat penting. Di era digital masa kini, masyarakat masih perlu mendapatkan informasi yang benar, tepat, dan akurat. Dari sumber yang tepercaya serta produk jurnalistik sesuai kaidah pers.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bondowoso Ghozal Rawan. Pihaknya saat ini terus bergerak bersama-sama personel relawan TIK untuk melawan hoax. “Kami terus mengadakan literasi digital dengan menitikberatkan pada empat pilar yang ada,” ujar Ghozal.

Empat pilar tersebut di antaranya skill digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital. “Hal itu perlu kami lakukan sebagai upaya guna membekali masyarakat Bondowoso agar mampu hidup di dunia digital seperti sekarang ini,” ungkap mantan Kepala Bagian Umum Kesekretariatan Pemkab Bondowoso ini.

Terkait edukasi sosial media mengandung SARA dan hoax yang menyeret instansi negara, sosialisasi tersebut sudah masuk di dalam empat pilar tersebut. “Saya kira sudah ada dalam etika dan budaya digital. Sudah masuk dalam pengertiannya di sana,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penyebaran informasi bohong yang mengandung SARA dengan tiga tersangka asal Bondowoso menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, video-video yang dibuat oleh Arief Zainurohman alias AZ, Muzammil alias M, dan Ahmad Fandi alias AF berbau adu domba dan provokasi. Bahkan, ratusan video mereka buat dapat memecah bela persatuan bangsa dan mengganggu sinergisitas TNI-Polri.

Di Bondowoso, peran media sangat penting. Di era digital masa kini, masyarakat masih perlu mendapatkan informasi yang benar, tepat, dan akurat. Dari sumber yang tepercaya serta produk jurnalistik sesuai kaidah pers.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bondowoso Ghozal Rawan. Pihaknya saat ini terus bergerak bersama-sama personel relawan TIK untuk melawan hoax. “Kami terus mengadakan literasi digital dengan menitikberatkan pada empat pilar yang ada,” ujar Ghozal.

Empat pilar tersebut di antaranya skill digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital. “Hal itu perlu kami lakukan sebagai upaya guna membekali masyarakat Bondowoso agar mampu hidup di dunia digital seperti sekarang ini,” ungkap mantan Kepala Bagian Umum Kesekretariatan Pemkab Bondowoso ini.

Terkait edukasi sosial media mengandung SARA dan hoax yang menyeret instansi negara, sosialisasi tersebut sudah masuk di dalam empat pilar tersebut. “Saya kira sudah ada dalam etika dan budaya digital. Sudah masuk dalam pengertiannya di sana,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/