alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

IJTI: Aktual TV Bukan Produk Jurnalistik, Minta Proses Hukum Jalan Terus

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penangkapan satu dari tiga tersangka pembuat konten video di YouTube bernama Aktual TV menjadi pusat perhatian publik Bondowoso maupun nasional. Sebab, tersangka Arief Zainurrohman atau AZ adalah direktur media televisi lokal di Bondowoso, yakni BSTV.

Penangkapan Arief karena berita bohong dan SARA membuat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Tapal Kuda memandang perlu memberikan klarifikasi mengenai hal itu. Melalui keterangan persnya, Ketua IJTI Tapal Kuda Tomy Iskandar mengatakan, Polres Metro Jakarta Pusat telah menangkap pelaku dugaan penyebaran berita bohong dan unsur SARA dalam akun sosial media Youtube bernama Aktual TV.

Dia menegaskan, Aktual TV yang dimaksud dalam kasus ini bukanlah lembaga penyiaran resmi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. “Aktual TV yang dimaksud adalah sebuah akun media sosial YouTube, dan bukanlah sebuah lembaga penyiaran,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tersangka sebagai seorang direktur di PT Bondowoso Salam Visual Nusantara Satu yang memiliki siaran lokal bernama BSTV, yang beralamat di Desa Grujugan Lor, Kecamatan Jambersari Darussolah, Kabupaten Bondowoso. Menurut dia, konten-konten yang diunggah dalam akun Aktual TV bukanlah produk jurnalistik yang berada di bawah lindungan UU 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dari temuan data di atas, kata dia, maka jelas bahwa konten dalam akun Aktual TV bukanlah sebuah produk jurnalistik yang sesuai kode etik jurnalis yang dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Serta bukanlah lembaga penyiaran resmi sesuai UU 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penangkapan satu dari tiga tersangka pembuat konten video di YouTube bernama Aktual TV menjadi pusat perhatian publik Bondowoso maupun nasional. Sebab, tersangka Arief Zainurrohman atau AZ adalah direktur media televisi lokal di Bondowoso, yakni BSTV.

Penangkapan Arief karena berita bohong dan SARA membuat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Tapal Kuda memandang perlu memberikan klarifikasi mengenai hal itu. Melalui keterangan persnya, Ketua IJTI Tapal Kuda Tomy Iskandar mengatakan, Polres Metro Jakarta Pusat telah menangkap pelaku dugaan penyebaran berita bohong dan unsur SARA dalam akun sosial media Youtube bernama Aktual TV.

Dia menegaskan, Aktual TV yang dimaksud dalam kasus ini bukanlah lembaga penyiaran resmi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. “Aktual TV yang dimaksud adalah sebuah akun media sosial YouTube, dan bukanlah sebuah lembaga penyiaran,” katanya.

Tersangka sebagai seorang direktur di PT Bondowoso Salam Visual Nusantara Satu yang memiliki siaran lokal bernama BSTV, yang beralamat di Desa Grujugan Lor, Kecamatan Jambersari Darussolah, Kabupaten Bondowoso. Menurut dia, konten-konten yang diunggah dalam akun Aktual TV bukanlah produk jurnalistik yang berada di bawah lindungan UU 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dari temuan data di atas, kata dia, maka jelas bahwa konten dalam akun Aktual TV bukanlah sebuah produk jurnalistik yang sesuai kode etik jurnalis yang dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Serta bukanlah lembaga penyiaran resmi sesuai UU 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penangkapan satu dari tiga tersangka pembuat konten video di YouTube bernama Aktual TV menjadi pusat perhatian publik Bondowoso maupun nasional. Sebab, tersangka Arief Zainurrohman atau AZ adalah direktur media televisi lokal di Bondowoso, yakni BSTV.

Penangkapan Arief karena berita bohong dan SARA membuat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Tapal Kuda memandang perlu memberikan klarifikasi mengenai hal itu. Melalui keterangan persnya, Ketua IJTI Tapal Kuda Tomy Iskandar mengatakan, Polres Metro Jakarta Pusat telah menangkap pelaku dugaan penyebaran berita bohong dan unsur SARA dalam akun sosial media Youtube bernama Aktual TV.

Dia menegaskan, Aktual TV yang dimaksud dalam kasus ini bukanlah lembaga penyiaran resmi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. “Aktual TV yang dimaksud adalah sebuah akun media sosial YouTube, dan bukanlah sebuah lembaga penyiaran,” katanya.

Tersangka sebagai seorang direktur di PT Bondowoso Salam Visual Nusantara Satu yang memiliki siaran lokal bernama BSTV, yang beralamat di Desa Grujugan Lor, Kecamatan Jambersari Darussolah, Kabupaten Bondowoso. Menurut dia, konten-konten yang diunggah dalam akun Aktual TV bukanlah produk jurnalistik yang berada di bawah lindungan UU 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dari temuan data di atas, kata dia, maka jelas bahwa konten dalam akun Aktual TV bukanlah sebuah produk jurnalistik yang sesuai kode etik jurnalis yang dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Serta bukanlah lembaga penyiaran resmi sesuai UU 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/