alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Pentingnya Imunisasi Lengkap Bayi di Masa Pandemi

Dinkes Terus Genjot Pelaksanaan IDL

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dampak dari pandemi Covid-19 dirasakan oleh setiap orang tua yang ingin melakukan imunisasi pada buah hatinya. Tidak sedikit orang tua yang bimbang untuk membawa anaknya ke rumah sakit atau puskesmas untuk melakukan imunisasi, karena takut tertular virus korona.

Meski demikian, imunisasi untuk anak sangat penting dilakukan guna mencegah terserang penyakit. Apalagi dalam keadaan pandemi seperti saat sekarang ini. Di Bondowoso sendiri, imunisasi dasar lengkap (IDL) yang digelar di posyandu-posyandu desa atau kelurahan terus dilakukan.

Hanya, pada Juni dan Juli lalu, pelaksanaan imunisasi pada posyandu tertunda. Hal itu disebabkan terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Bondowoso hingga penerapan PPKM darurat. Selain itu, sejumlah wilayah kecamatan menjadi status zona merah.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Imunisasi pentavalen memang sempat tertunda karena banyak posyandu yang tutup. Diakibatkan lonjakan Covid-19. Tetapi, bulan Agustus dan September kami genjot kembali,” ujar Penanggung Jawab Program Pengendalian Penyakit Tular Sektor dan Zoonosis (P2PTPZ) Dinas Kesehatan Bondowoso Haris Ahmadi.

Sebagai informasi, imunisasi pentavalen adalah vaksin dengan lima antigen sekaligus untuk mencegah berbagai penyakit mematikan. Beberapa penyakit tersebut adalah difteri dan infeksi selaput otak. Imunisasi pentavalen salah satu langkah yang digalakkan Kementerian Kesehatan untuk melindungi bayi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Kelima antigen tersebut diberikan dalam satu suntikan, sehingga menjadi lebih efisien. Tidak menambah jumlah suntikan pada anak sehingga memberikan kenyamanan bagi bayi yang mendapat imunisasi beserta ibunya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dampak dari pandemi Covid-19 dirasakan oleh setiap orang tua yang ingin melakukan imunisasi pada buah hatinya. Tidak sedikit orang tua yang bimbang untuk membawa anaknya ke rumah sakit atau puskesmas untuk melakukan imunisasi, karena takut tertular virus korona.

Meski demikian, imunisasi untuk anak sangat penting dilakukan guna mencegah terserang penyakit. Apalagi dalam keadaan pandemi seperti saat sekarang ini. Di Bondowoso sendiri, imunisasi dasar lengkap (IDL) yang digelar di posyandu-posyandu desa atau kelurahan terus dilakukan.

Hanya, pada Juni dan Juli lalu, pelaksanaan imunisasi pada posyandu tertunda. Hal itu disebabkan terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Bondowoso hingga penerapan PPKM darurat. Selain itu, sejumlah wilayah kecamatan menjadi status zona merah.

“Imunisasi pentavalen memang sempat tertunda karena banyak posyandu yang tutup. Diakibatkan lonjakan Covid-19. Tetapi, bulan Agustus dan September kami genjot kembali,” ujar Penanggung Jawab Program Pengendalian Penyakit Tular Sektor dan Zoonosis (P2PTPZ) Dinas Kesehatan Bondowoso Haris Ahmadi.

Sebagai informasi, imunisasi pentavalen adalah vaksin dengan lima antigen sekaligus untuk mencegah berbagai penyakit mematikan. Beberapa penyakit tersebut adalah difteri dan infeksi selaput otak. Imunisasi pentavalen salah satu langkah yang digalakkan Kementerian Kesehatan untuk melindungi bayi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Kelima antigen tersebut diberikan dalam satu suntikan, sehingga menjadi lebih efisien. Tidak menambah jumlah suntikan pada anak sehingga memberikan kenyamanan bagi bayi yang mendapat imunisasi beserta ibunya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dampak dari pandemi Covid-19 dirasakan oleh setiap orang tua yang ingin melakukan imunisasi pada buah hatinya. Tidak sedikit orang tua yang bimbang untuk membawa anaknya ke rumah sakit atau puskesmas untuk melakukan imunisasi, karena takut tertular virus korona.

Meski demikian, imunisasi untuk anak sangat penting dilakukan guna mencegah terserang penyakit. Apalagi dalam keadaan pandemi seperti saat sekarang ini. Di Bondowoso sendiri, imunisasi dasar lengkap (IDL) yang digelar di posyandu-posyandu desa atau kelurahan terus dilakukan.

Hanya, pada Juni dan Juli lalu, pelaksanaan imunisasi pada posyandu tertunda. Hal itu disebabkan terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Bondowoso hingga penerapan PPKM darurat. Selain itu, sejumlah wilayah kecamatan menjadi status zona merah.

“Imunisasi pentavalen memang sempat tertunda karena banyak posyandu yang tutup. Diakibatkan lonjakan Covid-19. Tetapi, bulan Agustus dan September kami genjot kembali,” ujar Penanggung Jawab Program Pengendalian Penyakit Tular Sektor dan Zoonosis (P2PTPZ) Dinas Kesehatan Bondowoso Haris Ahmadi.

Sebagai informasi, imunisasi pentavalen adalah vaksin dengan lima antigen sekaligus untuk mencegah berbagai penyakit mematikan. Beberapa penyakit tersebut adalah difteri dan infeksi selaput otak. Imunisasi pentavalen salah satu langkah yang digalakkan Kementerian Kesehatan untuk melindungi bayi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Kelima antigen tersebut diberikan dalam satu suntikan, sehingga menjadi lebih efisien. Tidak menambah jumlah suntikan pada anak sehingga memberikan kenyamanan bagi bayi yang mendapat imunisasi beserta ibunya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/