alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Ortu Meninggal karena Korona, Ratusan Anak Jadi Yatim di Bondowoso

Rata-Rata Masih Berusia 6 hingga 12 Tahun

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ratusan anak di Bondowoso menjadi yatim selama masa pandemi. Sebab, orang tua mereka meninggal karena terpapar virus korona. Perhatian kepada mereka bakal terus ditingkatkan.

salah satu bentuk perhatiannya adalah pemberian santunan di Museum Kereta Api Indonesia (KAI) Bondowoso dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara, kemarin. Kasatlantas Polres Bondowoso AKP Didik Sugiarto menyampaikan, saat ini pihaknya sedang memperingati hari lalu lintas. Dikemas dalam kegiatan bakti sosial dengan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu. Khususnya mereka yang ditinggal orang tuanya karena terkonfirmasi korona.

Disebutkan, sejumlah 50 anak yatim dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan santunan berupa kebutuhan sehari-hari. “Santunannya berupa sembako dan tali asih dari Polres Bondowoso,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diharapkan, melalui kegiatan tersebut, pihaknya bisa memberikan perhatian kepada mereka. Sehingga bisa menatap masa depan menjadi lebih baik. “Apa yang kami laksanakan sekarang (kemarin, Red) memang tidak bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan adik-adik tersebut,” ujarnya.

Selain 50 anak yatim yang dihadirkan. Pihaknya mengaku juga akan terus melanjutkan program santunan itu pada seluruh anak yatim yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19. Pihaknya juga akan menyambangi para anak yatim yang tersebar di Bondowoso.

“Sebulan sekali kami akan menyambangi mereka. Untuk menanyakan adik-adik tersebut, apa kendala yang mereka alami. Sehingga kami sebagai polisi lalu lintas bisa memberikan solusi,” tegasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ratusan anak di Bondowoso menjadi yatim selama masa pandemi. Sebab, orang tua mereka meninggal karena terpapar virus korona. Perhatian kepada mereka bakal terus ditingkatkan.

salah satu bentuk perhatiannya adalah pemberian santunan di Museum Kereta Api Indonesia (KAI) Bondowoso dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara, kemarin. Kasatlantas Polres Bondowoso AKP Didik Sugiarto menyampaikan, saat ini pihaknya sedang memperingati hari lalu lintas. Dikemas dalam kegiatan bakti sosial dengan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu. Khususnya mereka yang ditinggal orang tuanya karena terkonfirmasi korona.

Disebutkan, sejumlah 50 anak yatim dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan santunan berupa kebutuhan sehari-hari. “Santunannya berupa sembako dan tali asih dari Polres Bondowoso,” katanya.

Diharapkan, melalui kegiatan tersebut, pihaknya bisa memberikan perhatian kepada mereka. Sehingga bisa menatap masa depan menjadi lebih baik. “Apa yang kami laksanakan sekarang (kemarin, Red) memang tidak bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan adik-adik tersebut,” ujarnya.

Selain 50 anak yatim yang dihadirkan. Pihaknya mengaku juga akan terus melanjutkan program santunan itu pada seluruh anak yatim yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19. Pihaknya juga akan menyambangi para anak yatim yang tersebar di Bondowoso.

“Sebulan sekali kami akan menyambangi mereka. Untuk menanyakan adik-adik tersebut, apa kendala yang mereka alami. Sehingga kami sebagai polisi lalu lintas bisa memberikan solusi,” tegasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ratusan anak di Bondowoso menjadi yatim selama masa pandemi. Sebab, orang tua mereka meninggal karena terpapar virus korona. Perhatian kepada mereka bakal terus ditingkatkan.

salah satu bentuk perhatiannya adalah pemberian santunan di Museum Kereta Api Indonesia (KAI) Bondowoso dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara, kemarin. Kasatlantas Polres Bondowoso AKP Didik Sugiarto menyampaikan, saat ini pihaknya sedang memperingati hari lalu lintas. Dikemas dalam kegiatan bakti sosial dengan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu. Khususnya mereka yang ditinggal orang tuanya karena terkonfirmasi korona.

Disebutkan, sejumlah 50 anak yatim dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan santunan berupa kebutuhan sehari-hari. “Santunannya berupa sembako dan tali asih dari Polres Bondowoso,” katanya.

Diharapkan, melalui kegiatan tersebut, pihaknya bisa memberikan perhatian kepada mereka. Sehingga bisa menatap masa depan menjadi lebih baik. “Apa yang kami laksanakan sekarang (kemarin, Red) memang tidak bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan adik-adik tersebut,” ujarnya.

Selain 50 anak yatim yang dihadirkan. Pihaknya mengaku juga akan terus melanjutkan program santunan itu pada seluruh anak yatim yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19. Pihaknya juga akan menyambangi para anak yatim yang tersebar di Bondowoso.

“Sebulan sekali kami akan menyambangi mereka. Untuk menanyakan adik-adik tersebut, apa kendala yang mereka alami. Sehingga kami sebagai polisi lalu lintas bisa memberikan solusi,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/