alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Wapada Jalur Tengkorak Kawah Ijen, Sering Terjadi Kecelakaan Masuk Jurang

Mobile_AP_Rectangle 1

BADEAN, Radar Ijen – Jalur menuju Ijen menjadi akses utama dalam berkendara. Tak jarang para pengendara kecelakaan, bahkan hingga memakan korban jiwa.

BACA JUGA : Gaet King’s College London, UMM Perkuat Program CoE

Petani kubis asal Desa Curah Macan Kecamatan Ijen Bondowoso, Ali Musayyin, menuturkan, kecelakaan sering terjadi di tikungan tajam tersebut. Bahkan, kecelakaan juga sempat dialami adik kandungnya sendiri.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat itu, kondisi malam hari dengan jalan licin seusai hujan membuat saudaranya tak bisa mengendalikan kendaraan roda duanya. Akhirnya, kebablasan dan tubuhnya  terbentur pada pohon pinus di samping jalan. “Patah tulang, pohon pinusnya juga patah. Soalnya tikungan, kondisi jalan licin, menurun lagi. Akhirnya kecelakaan,” bebernya.

Ali mengaku, di jalanan menanjak dengan tikungan tajam itu sering terjadi kecelakaan. Dirinya setiap hari melintasi jalan lintas pegunungan itu saat hendak berangkat ke sawahnya. “Kalau petani kopi itu kan karena viral. Banyak juga kejadian kecelakaan di jalan menuju Ijen ini. Bahkan ada juga yang sampai meninggal,” urainya.

- Advertisement -

BADEAN, Radar Ijen – Jalur menuju Ijen menjadi akses utama dalam berkendara. Tak jarang para pengendara kecelakaan, bahkan hingga memakan korban jiwa.

BACA JUGA : Gaet King’s College London, UMM Perkuat Program CoE

Petani kubis asal Desa Curah Macan Kecamatan Ijen Bondowoso, Ali Musayyin, menuturkan, kecelakaan sering terjadi di tikungan tajam tersebut. Bahkan, kecelakaan juga sempat dialami adik kandungnya sendiri.

Saat itu, kondisi malam hari dengan jalan licin seusai hujan membuat saudaranya tak bisa mengendalikan kendaraan roda duanya. Akhirnya, kebablasan dan tubuhnya  terbentur pada pohon pinus di samping jalan. “Patah tulang, pohon pinusnya juga patah. Soalnya tikungan, kondisi jalan licin, menurun lagi. Akhirnya kecelakaan,” bebernya.

Ali mengaku, di jalanan menanjak dengan tikungan tajam itu sering terjadi kecelakaan. Dirinya setiap hari melintasi jalan lintas pegunungan itu saat hendak berangkat ke sawahnya. “Kalau petani kopi itu kan karena viral. Banyak juga kejadian kecelakaan di jalan menuju Ijen ini. Bahkan ada juga yang sampai meninggal,” urainya.

BADEAN, Radar Ijen – Jalur menuju Ijen menjadi akses utama dalam berkendara. Tak jarang para pengendara kecelakaan, bahkan hingga memakan korban jiwa.

BACA JUGA : Gaet King’s College London, UMM Perkuat Program CoE

Petani kubis asal Desa Curah Macan Kecamatan Ijen Bondowoso, Ali Musayyin, menuturkan, kecelakaan sering terjadi di tikungan tajam tersebut. Bahkan, kecelakaan juga sempat dialami adik kandungnya sendiri.

Saat itu, kondisi malam hari dengan jalan licin seusai hujan membuat saudaranya tak bisa mengendalikan kendaraan roda duanya. Akhirnya, kebablasan dan tubuhnya  terbentur pada pohon pinus di samping jalan. “Patah tulang, pohon pinusnya juga patah. Soalnya tikungan, kondisi jalan licin, menurun lagi. Akhirnya kecelakaan,” bebernya.

Ali mengaku, di jalanan menanjak dengan tikungan tajam itu sering terjadi kecelakaan. Dirinya setiap hari melintasi jalan lintas pegunungan itu saat hendak berangkat ke sawahnya. “Kalau petani kopi itu kan karena viral. Banyak juga kejadian kecelakaan di jalan menuju Ijen ini. Bahkan ada juga yang sampai meninggal,” urainya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/