alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Produk Odheng Ki Togo Manfaatkan Kain Bekas, Kini Hasilkan Cuan

Kain perca atau kain sisa dari pembuatan pakaian oleh sebagian orang mungkin akan dibuang begitu saja. Tapi tidak bagi Yayuk Juhairiyah, seorang penjahit di Desa Pejaten, Bondowoso. Di tangannya, kain perca disulap menjadi odheng hingga menjadi pundi-pundi rupiah. Bagaimana perjalanannya?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Lembaran kain batik dengan berbagai motif terlihat dijejer rapi dalam sebuah rumah yang sederhana, di Desa Pejaten, Kecamatan Bondowoso. Di samping kain tersebut juga terlihat odheng batik dengan berbagai ukuran dan motif. Hal tersebut tentu mengundang keinginan pengunjung untuk mencoba bahkan membeli.

BACA JUGA : Iwan Sampurno Kembali Bergabung Dengan Persid Jember

Odheng tersebut diberi nama odheng Ki Togo, dengan ciri khas satu tonjolan di bagian depan, kemudian bagian kanan kirinya seperti dilipat. Ketika Jawa Pos Radar Ijen mencoba untuk berkunjung ke tempat produksi odheng yang diberi nama Tunas Muda ( TM ) Pejaten itu, Yayuk Juhairiyah bersama salah seorang karyawannya tengah menggarap jahitan baju. Sebelum memproduksi odheng, perempuan tersebut memang senantiasa menerima pesanan jahitan, seperti seragam sekolah dan lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Awal keinginan dirinya membuat odheng karena hanya ingin memanfaatkan sisa kain yang tidak terpakai. Agar tidak dibuang dan disia-siakan begitu saja. Uniknya, dia mampu membuat odheng hanya diajari satu kali oleh pemuda salah satu desa di Bondowoso. “Saya suruh langsung beli matras. Terus pakai kain perca yang sudah tidak terpakai,” katanya sembari tersenyum.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Lembaran kain batik dengan berbagai motif terlihat dijejer rapi dalam sebuah rumah yang sederhana, di Desa Pejaten, Kecamatan Bondowoso. Di samping kain tersebut juga terlihat odheng batik dengan berbagai ukuran dan motif. Hal tersebut tentu mengundang keinginan pengunjung untuk mencoba bahkan membeli.

BACA JUGA : Iwan Sampurno Kembali Bergabung Dengan Persid Jember

Odheng tersebut diberi nama odheng Ki Togo, dengan ciri khas satu tonjolan di bagian depan, kemudian bagian kanan kirinya seperti dilipat. Ketika Jawa Pos Radar Ijen mencoba untuk berkunjung ke tempat produksi odheng yang diberi nama Tunas Muda ( TM ) Pejaten itu, Yayuk Juhairiyah bersama salah seorang karyawannya tengah menggarap jahitan baju. Sebelum memproduksi odheng, perempuan tersebut memang senantiasa menerima pesanan jahitan, seperti seragam sekolah dan lainnya.

Awal keinginan dirinya membuat odheng karena hanya ingin memanfaatkan sisa kain yang tidak terpakai. Agar tidak dibuang dan disia-siakan begitu saja. Uniknya, dia mampu membuat odheng hanya diajari satu kali oleh pemuda salah satu desa di Bondowoso. “Saya suruh langsung beli matras. Terus pakai kain perca yang sudah tidak terpakai,” katanya sembari tersenyum.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Lembaran kain batik dengan berbagai motif terlihat dijejer rapi dalam sebuah rumah yang sederhana, di Desa Pejaten, Kecamatan Bondowoso. Di samping kain tersebut juga terlihat odheng batik dengan berbagai ukuran dan motif. Hal tersebut tentu mengundang keinginan pengunjung untuk mencoba bahkan membeli.

BACA JUGA : Iwan Sampurno Kembali Bergabung Dengan Persid Jember

Odheng tersebut diberi nama odheng Ki Togo, dengan ciri khas satu tonjolan di bagian depan, kemudian bagian kanan kirinya seperti dilipat. Ketika Jawa Pos Radar Ijen mencoba untuk berkunjung ke tempat produksi odheng yang diberi nama Tunas Muda ( TM ) Pejaten itu, Yayuk Juhairiyah bersama salah seorang karyawannya tengah menggarap jahitan baju. Sebelum memproduksi odheng, perempuan tersebut memang senantiasa menerima pesanan jahitan, seperti seragam sekolah dan lainnya.

Awal keinginan dirinya membuat odheng karena hanya ingin memanfaatkan sisa kain yang tidak terpakai. Agar tidak dibuang dan disia-siakan begitu saja. Uniknya, dia mampu membuat odheng hanya diajari satu kali oleh pemuda salah satu desa di Bondowoso. “Saya suruh langsung beli matras. Terus pakai kain perca yang sudah tidak terpakai,” katanya sembari tersenyum.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/