alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Tiga Hari di Terminal Bondowoso, Pria Asal Jember Ditemukan Meninggal

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pria asal Jember ditemukan meninggal setelah tiga hari berada di Terminal Bondowoso. Laki-laki tersebut bernama Samsul Arif Afianto, warga Desa Biting, Kecamatan Arjasa. Dia meninggal dalam keadaan tidur setengah badan dan celana terbuka hingga mata kaki.

Informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Ijen, korban sudah tiga hari berada di terminal. Terhitung sejak Kamis lalu hingga hari ini.

Kasatgas Regu A Terminal Bondowoso Roedhie Tjatur, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, korban berada di Terminal Bondowoso sudah tiga hari dan dalam kondisi yang kurang sehat. “Saya tidak tahu dia sakit apa. Namun dari jalannya saja, korban sepertinya sakit stroke,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, Sabtu (18/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Dua Pekan Hilang, Warga Glingseran Bondowoso Ditemukan Meninggal

Roedhie mengatakan, lelaki itu datang ke terminal diantarkan oleh ojek. Office boy (OB) terminal sempat menanyakan tujuan korban. Namun, jawabannya mau ke Surabaya. Menurutnya, korban duduk dan tiduran di lokasi tersebut. Bahkan, korban sempat buang air besar sembarangan di sepanjang lokasi terminal. “Tapi tidak berangkat. Jumat Subuh tetap berada di sini,” jelasnya.

Dia mengaku, pihaknya sudah melakukan pemantauan dalam tiga hari berturut-turut. Pria itu waras dan bisa diajak komunikasi. Selama berada di terminal, laki-laki itu beraktivitas dengan kondisi celana terbuka. “Saat ditanya asalnya dari mana, korban menunjukkan KTP,” ucapnya, saat wawancara di kantor kerjanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pria asal Jember ditemukan meninggal setelah tiga hari berada di Terminal Bondowoso. Laki-laki tersebut bernama Samsul Arif Afianto, warga Desa Biting, Kecamatan Arjasa. Dia meninggal dalam keadaan tidur setengah badan dan celana terbuka hingga mata kaki.

Informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Ijen, korban sudah tiga hari berada di terminal. Terhitung sejak Kamis lalu hingga hari ini.

Kasatgas Regu A Terminal Bondowoso Roedhie Tjatur, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, korban berada di Terminal Bondowoso sudah tiga hari dan dalam kondisi yang kurang sehat. “Saya tidak tahu dia sakit apa. Namun dari jalannya saja, korban sepertinya sakit stroke,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, Sabtu (18/6).

BACA JUGA: Dua Pekan Hilang, Warga Glingseran Bondowoso Ditemukan Meninggal

Roedhie mengatakan, lelaki itu datang ke terminal diantarkan oleh ojek. Office boy (OB) terminal sempat menanyakan tujuan korban. Namun, jawabannya mau ke Surabaya. Menurutnya, korban duduk dan tiduran di lokasi tersebut. Bahkan, korban sempat buang air besar sembarangan di sepanjang lokasi terminal. “Tapi tidak berangkat. Jumat Subuh tetap berada di sini,” jelasnya.

Dia mengaku, pihaknya sudah melakukan pemantauan dalam tiga hari berturut-turut. Pria itu waras dan bisa diajak komunikasi. Selama berada di terminal, laki-laki itu beraktivitas dengan kondisi celana terbuka. “Saat ditanya asalnya dari mana, korban menunjukkan KTP,” ucapnya, saat wawancara di kantor kerjanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pria asal Jember ditemukan meninggal setelah tiga hari berada di Terminal Bondowoso. Laki-laki tersebut bernama Samsul Arif Afianto, warga Desa Biting, Kecamatan Arjasa. Dia meninggal dalam keadaan tidur setengah badan dan celana terbuka hingga mata kaki.

Informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Ijen, korban sudah tiga hari berada di terminal. Terhitung sejak Kamis lalu hingga hari ini.

Kasatgas Regu A Terminal Bondowoso Roedhie Tjatur, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, korban berada di Terminal Bondowoso sudah tiga hari dan dalam kondisi yang kurang sehat. “Saya tidak tahu dia sakit apa. Namun dari jalannya saja, korban sepertinya sakit stroke,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, Sabtu (18/6).

BACA JUGA: Dua Pekan Hilang, Warga Glingseran Bondowoso Ditemukan Meninggal

Roedhie mengatakan, lelaki itu datang ke terminal diantarkan oleh ojek. Office boy (OB) terminal sempat menanyakan tujuan korban. Namun, jawabannya mau ke Surabaya. Menurutnya, korban duduk dan tiduran di lokasi tersebut. Bahkan, korban sempat buang air besar sembarangan di sepanjang lokasi terminal. “Tapi tidak berangkat. Jumat Subuh tetap berada di sini,” jelasnya.

Dia mengaku, pihaknya sudah melakukan pemantauan dalam tiga hari berturut-turut. Pria itu waras dan bisa diajak komunikasi. Selama berada di terminal, laki-laki itu beraktivitas dengan kondisi celana terbuka. “Saat ditanya asalnya dari mana, korban menunjukkan KTP,” ucapnya, saat wawancara di kantor kerjanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/