alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Puluhan Ribu Masuk Kategori Ekstrem, Pemkab Mau Apa?

Kemiskinan seakan menjadi masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini. Alih-alih menurun dengan bantuan dan program pengentasan kemiskinan yang berasal dari pusat, provinsi, hingga daerah, angka kemiskinan justru mengalami peningkatan. Apakah ada yang salah?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Angka kemiskinan di Bondowoso masih mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mirisnya, puluhan ribu masyarakat di antaranya masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Pada 2024 mendatang kemiskinan dengan kategori ini ditargetkan sudah nihil.

BACA JUGA : Sopir Bus Maut Siap-Siap Jadi Tersangka

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan (GK) di Bondowoso pada  Maret 2021 mencapai 115,18 ribu jiwa. Jumlah tersebut mengalami penambahan 4,93 ribu jiwa jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya 2020. Yakni hanya berada pada angka 110,24 ribu jiwa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Persentase penduduk miskin di Kabupaten Bondowoso juga mengalami peningkatan dari 14,17 persen pada bulan Maret 2020 menjadi sebesar 14,73 persen pada bulan Maret 2021. Sementara itu, GK pada Maret 2021 pendapatan sebesar Rp 423.150 per kapita per bulan. Jumlah itu meningkat 3,62 persen bila dibandingkan kondisi Maret 2020, yaitu GK sebesar Rp 408.352,00.

Melihat data dari BPS Bondowoso dari tahun ke tahun, angka total kemiskinan Bondowoso mengalami penurunan sejak 2006. Pada 2006 kemiskinan mencapai 26,23 ribu jiwa. Jumlah itu menurun 13,33 ribu jiwa pada 2019. Namun, kembali meningkat 2020 sebesar 14,17 ribu jiwa dan naik lagi di 2021, yaitu 14,73 ribu jiwa.

Selain data tersebut, sebanyak 38.426 warga Bondowoso masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Jumlah itu berasal dari 9 ribu KK yang masuk dalam kategori itu. Wilayah dengan status paling banyak warganya yang masuk dalam kemiskinan ekstrem adalah Kecamatan Maesan. Jumlahnya mencapai 933 KK, dengan anggota keluarganya mencapai 4.180 jiwa.

Kecamatan Tlogosari merupakan wilayah dengan angka kemiskinan ekstrem terbanyak kedua. Pasalnya, jumlah rumah tangga miskin ekstremnya mencapai 817 dengan anggota keluarganya ada 3.404 jiwa. Posisi ketiga adalah Kecamatan Grujugan yang tercatat ada 709 rumah tangga miskin ekstrem. Dan jumlah anggota keluarganya yakni 3.132 jiwa. Ternyata, dalam 23 kecamatan, semuanya ada rumah tangga yang masuk kategori miskin ekstrem. Oleh sebab itu, tercatat 38.426 warga Bondowoso masuk kategori miskin ekstrem.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Angka kemiskinan di Bondowoso masih mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mirisnya, puluhan ribu masyarakat di antaranya masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Pada 2024 mendatang kemiskinan dengan kategori ini ditargetkan sudah nihil.

BACA JUGA : Sopir Bus Maut Siap-Siap Jadi Tersangka

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan (GK) di Bondowoso pada  Maret 2021 mencapai 115,18 ribu jiwa. Jumlah tersebut mengalami penambahan 4,93 ribu jiwa jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya 2020. Yakni hanya berada pada angka 110,24 ribu jiwa.

Persentase penduduk miskin di Kabupaten Bondowoso juga mengalami peningkatan dari 14,17 persen pada bulan Maret 2020 menjadi sebesar 14,73 persen pada bulan Maret 2021. Sementara itu, GK pada Maret 2021 pendapatan sebesar Rp 423.150 per kapita per bulan. Jumlah itu meningkat 3,62 persen bila dibandingkan kondisi Maret 2020, yaitu GK sebesar Rp 408.352,00.

Melihat data dari BPS Bondowoso dari tahun ke tahun, angka total kemiskinan Bondowoso mengalami penurunan sejak 2006. Pada 2006 kemiskinan mencapai 26,23 ribu jiwa. Jumlah itu menurun 13,33 ribu jiwa pada 2019. Namun, kembali meningkat 2020 sebesar 14,17 ribu jiwa dan naik lagi di 2021, yaitu 14,73 ribu jiwa.

Selain data tersebut, sebanyak 38.426 warga Bondowoso masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Jumlah itu berasal dari 9 ribu KK yang masuk dalam kategori itu. Wilayah dengan status paling banyak warganya yang masuk dalam kemiskinan ekstrem adalah Kecamatan Maesan. Jumlahnya mencapai 933 KK, dengan anggota keluarganya mencapai 4.180 jiwa.

Kecamatan Tlogosari merupakan wilayah dengan angka kemiskinan ekstrem terbanyak kedua. Pasalnya, jumlah rumah tangga miskin ekstremnya mencapai 817 dengan anggota keluarganya ada 3.404 jiwa. Posisi ketiga adalah Kecamatan Grujugan yang tercatat ada 709 rumah tangga miskin ekstrem. Dan jumlah anggota keluarganya yakni 3.132 jiwa. Ternyata, dalam 23 kecamatan, semuanya ada rumah tangga yang masuk kategori miskin ekstrem. Oleh sebab itu, tercatat 38.426 warga Bondowoso masuk kategori miskin ekstrem.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Angka kemiskinan di Bondowoso masih mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mirisnya, puluhan ribu masyarakat di antaranya masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Pada 2024 mendatang kemiskinan dengan kategori ini ditargetkan sudah nihil.

BACA JUGA : Sopir Bus Maut Siap-Siap Jadi Tersangka

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan (GK) di Bondowoso pada  Maret 2021 mencapai 115,18 ribu jiwa. Jumlah tersebut mengalami penambahan 4,93 ribu jiwa jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya 2020. Yakni hanya berada pada angka 110,24 ribu jiwa.

Persentase penduduk miskin di Kabupaten Bondowoso juga mengalami peningkatan dari 14,17 persen pada bulan Maret 2020 menjadi sebesar 14,73 persen pada bulan Maret 2021. Sementara itu, GK pada Maret 2021 pendapatan sebesar Rp 423.150 per kapita per bulan. Jumlah itu meningkat 3,62 persen bila dibandingkan kondisi Maret 2020, yaitu GK sebesar Rp 408.352,00.

Melihat data dari BPS Bondowoso dari tahun ke tahun, angka total kemiskinan Bondowoso mengalami penurunan sejak 2006. Pada 2006 kemiskinan mencapai 26,23 ribu jiwa. Jumlah itu menurun 13,33 ribu jiwa pada 2019. Namun, kembali meningkat 2020 sebesar 14,17 ribu jiwa dan naik lagi di 2021, yaitu 14,73 ribu jiwa.

Selain data tersebut, sebanyak 38.426 warga Bondowoso masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Jumlah itu berasal dari 9 ribu KK yang masuk dalam kategori itu. Wilayah dengan status paling banyak warganya yang masuk dalam kemiskinan ekstrem adalah Kecamatan Maesan. Jumlahnya mencapai 933 KK, dengan anggota keluarganya mencapai 4.180 jiwa.

Kecamatan Tlogosari merupakan wilayah dengan angka kemiskinan ekstrem terbanyak kedua. Pasalnya, jumlah rumah tangga miskin ekstremnya mencapai 817 dengan anggota keluarganya ada 3.404 jiwa. Posisi ketiga adalah Kecamatan Grujugan yang tercatat ada 709 rumah tangga miskin ekstrem. Dan jumlah anggota keluarganya yakni 3.132 jiwa. Ternyata, dalam 23 kecamatan, semuanya ada rumah tangga yang masuk kategori miskin ekstrem. Oleh sebab itu, tercatat 38.426 warga Bondowoso masuk kategori miskin ekstrem.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/