25.5 C
Jember
Saturday, 10 June 2023

Usia Pohon Peneduh Hampir Setengah Abad Kembali Roboh

Mobile_AP_Rectangle 1

Dia menjelaskan, kejadian itu juga menyebabkan pemadaman listrik. “Bahkan, akibat angin kencang, tiang listrik juga patah, sehingga sempat ada gangguan listrik dan jaringan,” paparnya.

Secara perlahan, petugas BPBD didampingi damkar, kepolisian, dan TNI ikut melakukan evakuasi. Pihaknya mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut sebagai upaya mengantisipasi adanya bencana pohon tumbang lainnya.

Sementara itu,  Kabid  Perlindungan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso Syahrial Fari mengatakan, sejak terjadinya bencana pohon tumbang, pihaknya langsung melakukan penanganan darurat dengan cara memangkas pohon yang rawan tumbang di area kota. Seperti pohon yang dalam kondisi miring. “Kami langsung melakukan evaluasi, dan melakukan pemangkasan saat itu juga pada pohon-pohon yang dalam keadaan miring,” timpalnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, rata-rata usia pohon peneduh di kawasan kota sudah di atas 40 tahun. Ditambah dengan kondisi pohonnya yang menjulang tinggi, maka menambah beban berat pohon ketika tertiup angin kencang. “Ketika ada angin kencang sangat berpotensi roboh. Ke depannya kami akan melakukan peremajaan, pemangkasan, dan penebangan untuk mengantisipasi pohon tumbang,” paparnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa DLH telah melakukan pemangkasan pohon. Di antaranya di Jalan A Yani dan Jalan Letjen Pandjaitan. “Kami melakukan antisipasi, karena cuaca masih cukup mengkhawatirkan,” pungkasnya. (mun/c2/dwi)

 

- Advertisement -

Dia menjelaskan, kejadian itu juga menyebabkan pemadaman listrik. “Bahkan, akibat angin kencang, tiang listrik juga patah, sehingga sempat ada gangguan listrik dan jaringan,” paparnya.

Secara perlahan, petugas BPBD didampingi damkar, kepolisian, dan TNI ikut melakukan evakuasi. Pihaknya mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut sebagai upaya mengantisipasi adanya bencana pohon tumbang lainnya.

Sementara itu,  Kabid  Perlindungan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso Syahrial Fari mengatakan, sejak terjadinya bencana pohon tumbang, pihaknya langsung melakukan penanganan darurat dengan cara memangkas pohon yang rawan tumbang di area kota. Seperti pohon yang dalam kondisi miring. “Kami langsung melakukan evaluasi, dan melakukan pemangkasan saat itu juga pada pohon-pohon yang dalam keadaan miring,” timpalnya.

Menurutnya, rata-rata usia pohon peneduh di kawasan kota sudah di atas 40 tahun. Ditambah dengan kondisi pohonnya yang menjulang tinggi, maka menambah beban berat pohon ketika tertiup angin kencang. “Ketika ada angin kencang sangat berpotensi roboh. Ke depannya kami akan melakukan peremajaan, pemangkasan, dan penebangan untuk mengantisipasi pohon tumbang,” paparnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa DLH telah melakukan pemangkasan pohon. Di antaranya di Jalan A Yani dan Jalan Letjen Pandjaitan. “Kami melakukan antisipasi, karena cuaca masih cukup mengkhawatirkan,” pungkasnya. (mun/c2/dwi)

 

Dia menjelaskan, kejadian itu juga menyebabkan pemadaman listrik. “Bahkan, akibat angin kencang, tiang listrik juga patah, sehingga sempat ada gangguan listrik dan jaringan,” paparnya.

Secara perlahan, petugas BPBD didampingi damkar, kepolisian, dan TNI ikut melakukan evakuasi. Pihaknya mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut sebagai upaya mengantisipasi adanya bencana pohon tumbang lainnya.

Sementara itu,  Kabid  Perlindungan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso Syahrial Fari mengatakan, sejak terjadinya bencana pohon tumbang, pihaknya langsung melakukan penanganan darurat dengan cara memangkas pohon yang rawan tumbang di area kota. Seperti pohon yang dalam kondisi miring. “Kami langsung melakukan evaluasi, dan melakukan pemangkasan saat itu juga pada pohon-pohon yang dalam keadaan miring,” timpalnya.

Menurutnya, rata-rata usia pohon peneduh di kawasan kota sudah di atas 40 tahun. Ditambah dengan kondisi pohonnya yang menjulang tinggi, maka menambah beban berat pohon ketika tertiup angin kencang. “Ketika ada angin kencang sangat berpotensi roboh. Ke depannya kami akan melakukan peremajaan, pemangkasan, dan penebangan untuk mengantisipasi pohon tumbang,” paparnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa DLH telah melakukan pemangkasan pohon. Di antaranya di Jalan A Yani dan Jalan Letjen Pandjaitan. “Kami melakukan antisipasi, karena cuaca masih cukup mengkhawatirkan,” pungkasnya. (mun/c2/dwi)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca