alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Rumah Selfie Masih Tutup karena Pandemi

Dimanfaatkan untuk Pembenahan Spot Selfie

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah destinasi wisata di Bondowoso saat ini sudah banyak yang beroperasi. Tapi, ternyata masih ada wisata yang tutup. Seperti wisata Rumah Selfi, Desa Panembangan, Kecamatan Curahdami. Pengelola tidak berani membuka wisata sebelum Indonesia benar-benar aman dari wabah Covid-19. Ketika tutup, pengelola memanfaatkan untuk pembenahan sarana dan prasarana di dalamnya.

Wisata itu adalah wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kepala Desa Panembangan Martha Suprihasti menyampaikan, selama masa pandemi, destinasi wisata yang dikelola oleh BUMDes tersebut hanya buka beberapa bulan. Kemudian, sampai saat ini masih tutup. “Buka empat bulan selama korona. Karena lama tutup, jadi harus pembersihan total,” ungkapnya.

Dijelaskannya, selama penutupan, pihaknya terus melakukan pembenahan. Baik konsep maupun pemeliharaannya. Pembenahan itu menggunakan dana desa (DD). “Kami menganggarkan padat karya di sana,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya mengaku akan melakukan penambahan beberapa spot selfie yang menarik nantinya. Dengan begitu, ketika dibuka kembali, tempat tersebut bisa menarik lebih banyak wisatawan.

Wisata tersebut akan kembali dibuka. Sebab, saat ini pemerintah sudah mulai memberikan izin. Kemungkinan, setelah pembenahan selesai akan kembali buka. “Kami masih menunggu pembersihan selesai,” paparnya.

Sebelumnya, tempat tersebut menyediakan berbagai spot foto yang bertema suku Indian. Dilengkapi dengan berbagai gambar dan aksesori ala suku asli daratan Amerika tersebut. Ketika memasuki wisata, pengunjung akan merasakan suasana berada di kawasan suku Indian.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah destinasi wisata di Bondowoso saat ini sudah banyak yang beroperasi. Tapi, ternyata masih ada wisata yang tutup. Seperti wisata Rumah Selfi, Desa Panembangan, Kecamatan Curahdami. Pengelola tidak berani membuka wisata sebelum Indonesia benar-benar aman dari wabah Covid-19. Ketika tutup, pengelola memanfaatkan untuk pembenahan sarana dan prasarana di dalamnya.

Wisata itu adalah wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kepala Desa Panembangan Martha Suprihasti menyampaikan, selama masa pandemi, destinasi wisata yang dikelola oleh BUMDes tersebut hanya buka beberapa bulan. Kemudian, sampai saat ini masih tutup. “Buka empat bulan selama korona. Karena lama tutup, jadi harus pembersihan total,” ungkapnya.

Dijelaskannya, selama penutupan, pihaknya terus melakukan pembenahan. Baik konsep maupun pemeliharaannya. Pembenahan itu menggunakan dana desa (DD). “Kami menganggarkan padat karya di sana,” jelasnya.

Dirinya mengaku akan melakukan penambahan beberapa spot selfie yang menarik nantinya. Dengan begitu, ketika dibuka kembali, tempat tersebut bisa menarik lebih banyak wisatawan.

Wisata tersebut akan kembali dibuka. Sebab, saat ini pemerintah sudah mulai memberikan izin. Kemungkinan, setelah pembenahan selesai akan kembali buka. “Kami masih menunggu pembersihan selesai,” paparnya.

Sebelumnya, tempat tersebut menyediakan berbagai spot foto yang bertema suku Indian. Dilengkapi dengan berbagai gambar dan aksesori ala suku asli daratan Amerika tersebut. Ketika memasuki wisata, pengunjung akan merasakan suasana berada di kawasan suku Indian.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah destinasi wisata di Bondowoso saat ini sudah banyak yang beroperasi. Tapi, ternyata masih ada wisata yang tutup. Seperti wisata Rumah Selfi, Desa Panembangan, Kecamatan Curahdami. Pengelola tidak berani membuka wisata sebelum Indonesia benar-benar aman dari wabah Covid-19. Ketika tutup, pengelola memanfaatkan untuk pembenahan sarana dan prasarana di dalamnya.

Wisata itu adalah wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kepala Desa Panembangan Martha Suprihasti menyampaikan, selama masa pandemi, destinasi wisata yang dikelola oleh BUMDes tersebut hanya buka beberapa bulan. Kemudian, sampai saat ini masih tutup. “Buka empat bulan selama korona. Karena lama tutup, jadi harus pembersihan total,” ungkapnya.

Dijelaskannya, selama penutupan, pihaknya terus melakukan pembenahan. Baik konsep maupun pemeliharaannya. Pembenahan itu menggunakan dana desa (DD). “Kami menganggarkan padat karya di sana,” jelasnya.

Dirinya mengaku akan melakukan penambahan beberapa spot selfie yang menarik nantinya. Dengan begitu, ketika dibuka kembali, tempat tersebut bisa menarik lebih banyak wisatawan.

Wisata tersebut akan kembali dibuka. Sebab, saat ini pemerintah sudah mulai memberikan izin. Kemungkinan, setelah pembenahan selesai akan kembali buka. “Kami masih menunggu pembersihan selesai,” paparnya.

Sebelumnya, tempat tersebut menyediakan berbagai spot foto yang bertema suku Indian. Dilengkapi dengan berbagai gambar dan aksesori ala suku asli daratan Amerika tersebut. Ketika memasuki wisata, pengunjung akan merasakan suasana berada di kawasan suku Indian.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/