alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pernikahan Usia Dini Masih Cukup Melesat

Berkaitan dengan AKI dan AKB

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Angka pernikahan dini di Bondowoso masih cukup tinggi. Pernikahan dengan perempuan di bawah 20 tahun itu sepanjang tahun 2020 mencapai 37 persen.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso, paling tinggi di Kecamatan Wringin, disusul Maesan, Tlogosari, dan Grujugan. Untung Kuzairi, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk (Dalduk) dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso, menjelaskan mengenai hal itu.

Ternyata ada hubungan antara pernikahan dini dengan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang terjadi.  “Pernyataan tersebut dibenarkan oleh seorang ahli kandungan dan kebidanan, bahwa ada hubungan antara kesiapan organ reproduksi dengan usia ibu ketika hamil,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untung menambahkan, kematangan organ reproduksi saat usia sudah cukup dewasa menjadi lebih baik. “Serta bisa menjadi faktor penentu dari kesehatan dan keselamatan waktu melahirkan nantinya,” imbuhnya.

Sementara, angka kematian ibu melahirkan dan bayi di Bondowoso pada tahun 2020 cukup tinggi. Yaitu angka kematian ibu sebanyak 19 ibu atau 177,4/100.000 kelahiran hidup, dan kematian bayi 168 kasus atau 15,6/1000 kelahiran hidup.

“Kematian ibu dan bayi ini menjadi perhatian kita bersama. Salah satunya dengan mencegah pernikahan dini dan pernikahan pada anak,” kata Untung.

Pihaknya terus berupaya meningkatkan kesadaran bersama tentang pendewasaan usia perkawinan (PUP), pembangunan keluarga masyarakat secara luas terutama pada indeks pembangunan manusia (IPM). “Akhirnya, muara dari PUP ini diharapkan dapat meningkatkan IPM Kabupaten Bondowoso,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Angka pernikahan dini di Bondowoso masih cukup tinggi. Pernikahan dengan perempuan di bawah 20 tahun itu sepanjang tahun 2020 mencapai 37 persen.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso, paling tinggi di Kecamatan Wringin, disusul Maesan, Tlogosari, dan Grujugan. Untung Kuzairi, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk (Dalduk) dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso, menjelaskan mengenai hal itu.

Ternyata ada hubungan antara pernikahan dini dengan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang terjadi.  “Pernyataan tersebut dibenarkan oleh seorang ahli kandungan dan kebidanan, bahwa ada hubungan antara kesiapan organ reproduksi dengan usia ibu ketika hamil,” katanya.

Untung menambahkan, kematangan organ reproduksi saat usia sudah cukup dewasa menjadi lebih baik. “Serta bisa menjadi faktor penentu dari kesehatan dan keselamatan waktu melahirkan nantinya,” imbuhnya.

Sementara, angka kematian ibu melahirkan dan bayi di Bondowoso pada tahun 2020 cukup tinggi. Yaitu angka kematian ibu sebanyak 19 ibu atau 177,4/100.000 kelahiran hidup, dan kematian bayi 168 kasus atau 15,6/1000 kelahiran hidup.

“Kematian ibu dan bayi ini menjadi perhatian kita bersama. Salah satunya dengan mencegah pernikahan dini dan pernikahan pada anak,” kata Untung.

Pihaknya terus berupaya meningkatkan kesadaran bersama tentang pendewasaan usia perkawinan (PUP), pembangunan keluarga masyarakat secara luas terutama pada indeks pembangunan manusia (IPM). “Akhirnya, muara dari PUP ini diharapkan dapat meningkatkan IPM Kabupaten Bondowoso,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Angka pernikahan dini di Bondowoso masih cukup tinggi. Pernikahan dengan perempuan di bawah 20 tahun itu sepanjang tahun 2020 mencapai 37 persen.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso, paling tinggi di Kecamatan Wringin, disusul Maesan, Tlogosari, dan Grujugan. Untung Kuzairi, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk (Dalduk) dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso, menjelaskan mengenai hal itu.

Ternyata ada hubungan antara pernikahan dini dengan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang terjadi.  “Pernyataan tersebut dibenarkan oleh seorang ahli kandungan dan kebidanan, bahwa ada hubungan antara kesiapan organ reproduksi dengan usia ibu ketika hamil,” katanya.

Untung menambahkan, kematangan organ reproduksi saat usia sudah cukup dewasa menjadi lebih baik. “Serta bisa menjadi faktor penentu dari kesehatan dan keselamatan waktu melahirkan nantinya,” imbuhnya.

Sementara, angka kematian ibu melahirkan dan bayi di Bondowoso pada tahun 2020 cukup tinggi. Yaitu angka kematian ibu sebanyak 19 ibu atau 177,4/100.000 kelahiran hidup, dan kematian bayi 168 kasus atau 15,6/1000 kelahiran hidup.

“Kematian ibu dan bayi ini menjadi perhatian kita bersama. Salah satunya dengan mencegah pernikahan dini dan pernikahan pada anak,” kata Untung.

Pihaknya terus berupaya meningkatkan kesadaran bersama tentang pendewasaan usia perkawinan (PUP), pembangunan keluarga masyarakat secara luas terutama pada indeks pembangunan manusia (IPM). “Akhirnya, muara dari PUP ini diharapkan dapat meningkatkan IPM Kabupaten Bondowoso,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/