alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Aspal Tak Rata, Kerap Picu Kecelakaan Beruntun

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pengendara yang melintas di simpang empat atau perempatan yang ada di Jalan MT Haryono, Badean, Kecamatan Kota, harus ekstra waspada. Bukan karena lampu lalu lintasnya yang sering tak berfungsi ataupun lalu lintas yang padat. Namun, karena aspal jalannya tak rata alias bergelombang.

Tak jarang, aspal yang bergelombang itu mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Menurut pengakuan salah seorang warga sekitar, Dwi, 50, bergelombangnya aspal di area zebra cross itu sudah lama terjadi. “Karena memang sering dilewati truk-truk besar. Apalagi kalau malam hari, kan tidak sebegitu kelihatan aspalnya. Jadi, terkadang banyak mobil atau kendaraan besar saat melaju kencang bisa oleng,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Selain itu, pantauan Jawa Pos Radar Ijen, memang tak jarang terjadi tabrakan beruntun di simpang empat itu. Terutama jalan menuju arah Situbondo. Bahkan, beberapa waktu lalu, ada kecelakaan antara sepeda motor dan mobil pikap. Beruntung, tak sampai memakan korban jiwa. “Aspal bergelombang ini sudah lama. Tapi belum diperbaiki juga. Cat zebra cross-nya juga tidak kelihatan,” imbuh Dwi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika mengacu pada regulasi. Jalan-jalan yang mengakibatkan atau berpotensi memicu kecelakaan sebenarnya harus segera diperbaiki. Sesuai Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penyelenggara wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pengendara yang melintas di simpang empat atau perempatan yang ada di Jalan MT Haryono, Badean, Kecamatan Kota, harus ekstra waspada. Bukan karena lampu lalu lintasnya yang sering tak berfungsi ataupun lalu lintas yang padat. Namun, karena aspal jalannya tak rata alias bergelombang.

Tak jarang, aspal yang bergelombang itu mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Menurut pengakuan salah seorang warga sekitar, Dwi, 50, bergelombangnya aspal di area zebra cross itu sudah lama terjadi. “Karena memang sering dilewati truk-truk besar. Apalagi kalau malam hari, kan tidak sebegitu kelihatan aspalnya. Jadi, terkadang banyak mobil atau kendaraan besar saat melaju kencang bisa oleng,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Selain itu, pantauan Jawa Pos Radar Ijen, memang tak jarang terjadi tabrakan beruntun di simpang empat itu. Terutama jalan menuju arah Situbondo. Bahkan, beberapa waktu lalu, ada kecelakaan antara sepeda motor dan mobil pikap. Beruntung, tak sampai memakan korban jiwa. “Aspal bergelombang ini sudah lama. Tapi belum diperbaiki juga. Cat zebra cross-nya juga tidak kelihatan,” imbuh Dwi.

Jika mengacu pada regulasi. Jalan-jalan yang mengakibatkan atau berpotensi memicu kecelakaan sebenarnya harus segera diperbaiki. Sesuai Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penyelenggara wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pengendara yang melintas di simpang empat atau perempatan yang ada di Jalan MT Haryono, Badean, Kecamatan Kota, harus ekstra waspada. Bukan karena lampu lalu lintasnya yang sering tak berfungsi ataupun lalu lintas yang padat. Namun, karena aspal jalannya tak rata alias bergelombang.

Tak jarang, aspal yang bergelombang itu mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Menurut pengakuan salah seorang warga sekitar, Dwi, 50, bergelombangnya aspal di area zebra cross itu sudah lama terjadi. “Karena memang sering dilewati truk-truk besar. Apalagi kalau malam hari, kan tidak sebegitu kelihatan aspalnya. Jadi, terkadang banyak mobil atau kendaraan besar saat melaju kencang bisa oleng,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Selain itu, pantauan Jawa Pos Radar Ijen, memang tak jarang terjadi tabrakan beruntun di simpang empat itu. Terutama jalan menuju arah Situbondo. Bahkan, beberapa waktu lalu, ada kecelakaan antara sepeda motor dan mobil pikap. Beruntung, tak sampai memakan korban jiwa. “Aspal bergelombang ini sudah lama. Tapi belum diperbaiki juga. Cat zebra cross-nya juga tidak kelihatan,” imbuh Dwi.

Jika mengacu pada regulasi. Jalan-jalan yang mengakibatkan atau berpotensi memicu kecelakaan sebenarnya harus segera diperbaiki. Sesuai Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penyelenggara wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/