alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Ujian Nasional Dihapus

Sekolah Bisa Membuat Soal Masing-Masing

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ujian nasional (UN) dan ujian kesetaraan resmi dihapus tahun ini. Kebijakan itu berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dengan mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional. Saat ini tongkat kualitas kelulusan ada di lembaga masing-masing.

Ketentuan kelulusan siswa menurut SE tersebut antara lain, menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester. Kemudian, memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik. Lalu, mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Terkait ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bondowoso bakal melakukan persiapan. Dikbud Bondowoso akan mengumpulkan perwakilan dari lembaga sekolah untuk membahas model soal yang diterapkan dalam ujian nanti.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Amanat dari SE, materi ujian mutlak kewenangan sekolah. Artinya, sekolah dapat membuat soal secara mandiri dengan berdasar acuan kurikulum nasional ataupun kurikulum darurat,” kata Haeriyah Yuliati, Plt Kepala Dikbud Bondowoso.

Namun, lanjut Haeriyah, pihaknya akan memberikan opsi kepada lembaga sekolah dalam meramu soal ujian. Lembaga sekolah boleh membuat soal masing-masing atau secara bersama agar seragam. Ada empat mata pelajaran dalam ujian di tingkat kelas 9 SMP, yakni Bahas Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Bahasa Inggris. Sedangkan kelas 6 SD ada 3 mata pelajaran.

“Misal di tingkat SMP, kalau ingin soalnya seragam, lembaga sekolah bisa bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Tetapi ini tidak wajib. Mereka juga bisa membuat soal sendiri sesuai kemampuan. Keputusan pembuatan soal ada dalam hasil rapat nanti,” ungkapnya.

Haeriyah mengungkapkan, Kendati lembaga sekolah diberi wewenang, parameter kelulusan harus sama atau tidak keluar dari koridor yang ditentukan Kemendikbud. Oleh sebab itu, lembaga sekolah harus tetap bisa menjamin mutu pendidikan di Bondowoso.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ujian nasional (UN) dan ujian kesetaraan resmi dihapus tahun ini. Kebijakan itu berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dengan mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional. Saat ini tongkat kualitas kelulusan ada di lembaga masing-masing.

Ketentuan kelulusan siswa menurut SE tersebut antara lain, menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester. Kemudian, memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik. Lalu, mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Terkait ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bondowoso bakal melakukan persiapan. Dikbud Bondowoso akan mengumpulkan perwakilan dari lembaga sekolah untuk membahas model soal yang diterapkan dalam ujian nanti.

“Amanat dari SE, materi ujian mutlak kewenangan sekolah. Artinya, sekolah dapat membuat soal secara mandiri dengan berdasar acuan kurikulum nasional ataupun kurikulum darurat,” kata Haeriyah Yuliati, Plt Kepala Dikbud Bondowoso.

Namun, lanjut Haeriyah, pihaknya akan memberikan opsi kepada lembaga sekolah dalam meramu soal ujian. Lembaga sekolah boleh membuat soal masing-masing atau secara bersama agar seragam. Ada empat mata pelajaran dalam ujian di tingkat kelas 9 SMP, yakni Bahas Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Bahasa Inggris. Sedangkan kelas 6 SD ada 3 mata pelajaran.

“Misal di tingkat SMP, kalau ingin soalnya seragam, lembaga sekolah bisa bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Tetapi ini tidak wajib. Mereka juga bisa membuat soal sendiri sesuai kemampuan. Keputusan pembuatan soal ada dalam hasil rapat nanti,” ungkapnya.

Haeriyah mengungkapkan, Kendati lembaga sekolah diberi wewenang, parameter kelulusan harus sama atau tidak keluar dari koridor yang ditentukan Kemendikbud. Oleh sebab itu, lembaga sekolah harus tetap bisa menjamin mutu pendidikan di Bondowoso.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ujian nasional (UN) dan ujian kesetaraan resmi dihapus tahun ini. Kebijakan itu berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dengan mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional. Saat ini tongkat kualitas kelulusan ada di lembaga masing-masing.

Ketentuan kelulusan siswa menurut SE tersebut antara lain, menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester. Kemudian, memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik. Lalu, mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Terkait ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bondowoso bakal melakukan persiapan. Dikbud Bondowoso akan mengumpulkan perwakilan dari lembaga sekolah untuk membahas model soal yang diterapkan dalam ujian nanti.

“Amanat dari SE, materi ujian mutlak kewenangan sekolah. Artinya, sekolah dapat membuat soal secara mandiri dengan berdasar acuan kurikulum nasional ataupun kurikulum darurat,” kata Haeriyah Yuliati, Plt Kepala Dikbud Bondowoso.

Namun, lanjut Haeriyah, pihaknya akan memberikan opsi kepada lembaga sekolah dalam meramu soal ujian. Lembaga sekolah boleh membuat soal masing-masing atau secara bersama agar seragam. Ada empat mata pelajaran dalam ujian di tingkat kelas 9 SMP, yakni Bahas Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Bahasa Inggris. Sedangkan kelas 6 SD ada 3 mata pelajaran.

“Misal di tingkat SMP, kalau ingin soalnya seragam, lembaga sekolah bisa bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Tetapi ini tidak wajib. Mereka juga bisa membuat soal sendiri sesuai kemampuan. Keputusan pembuatan soal ada dalam hasil rapat nanti,” ungkapnya.

Haeriyah mengungkapkan, Kendati lembaga sekolah diberi wewenang, parameter kelulusan harus sama atau tidak keluar dari koridor yang ditentukan Kemendikbud. Oleh sebab itu, lembaga sekolah harus tetap bisa menjamin mutu pendidikan di Bondowoso.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/