alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Belum Ada Lajur Khusus Sepeda

Jalan Kota Masih Dinilai Terlalu Sempit

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di masa pandemi bersepeda masih menjadi olahraga yang naik daun. Sebab, selain pastinya jaga jarak, gowes bisa meningkatkan kesehatan. Saat ini banyak yang bersepeda rute pendek sekitar kota, hingga rute jauh macam Bondowoso-Ijen.

Apalagi ketika hari libur, masyarakat yang mengayuh sepeda di jantung kota mulai banyak. Tak terkecuali di Bondowoso. Sayangnya, hingga kini belum ada lajur khusus pesepeda di jalan-jalan kota Bondowoso.

Rubiyanto, Kepala Seksi (Kasi) Manajemen Rekayasa dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso membenarkan hal itu. Hingga saat ini, belum ada lajur khusus sepeda di jalanan Bondowoso. “Dulu di Jalan PB Sudirman pernah diberi lajur untuk becak atau sepeda tidak bermotor. Namun, markanya sudah pudar,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jalan PB Sudirmah adalah jalan yang wilayahnya masuk kewenangan Dishub Provinsi Jatim. Untuk jalan khusus kabupaten, selama ini belum ada yang khusus untuk pesepeda. “Mengingat lebar jalannya masih terbatas,” lanjut Rubiyanto kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dijelaskannya, pertimbangan lebar jalan menjadi penting. Agar nantinya tidak mengganggu pengendara lain.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di masa pandemi bersepeda masih menjadi olahraga yang naik daun. Sebab, selain pastinya jaga jarak, gowes bisa meningkatkan kesehatan. Saat ini banyak yang bersepeda rute pendek sekitar kota, hingga rute jauh macam Bondowoso-Ijen.

Apalagi ketika hari libur, masyarakat yang mengayuh sepeda di jantung kota mulai banyak. Tak terkecuali di Bondowoso. Sayangnya, hingga kini belum ada lajur khusus pesepeda di jalan-jalan kota Bondowoso.

Rubiyanto, Kepala Seksi (Kasi) Manajemen Rekayasa dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso membenarkan hal itu. Hingga saat ini, belum ada lajur khusus sepeda di jalanan Bondowoso. “Dulu di Jalan PB Sudirman pernah diberi lajur untuk becak atau sepeda tidak bermotor. Namun, markanya sudah pudar,” jelasnya.

Jalan PB Sudirmah adalah jalan yang wilayahnya masuk kewenangan Dishub Provinsi Jatim. Untuk jalan khusus kabupaten, selama ini belum ada yang khusus untuk pesepeda. “Mengingat lebar jalannya masih terbatas,” lanjut Rubiyanto kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dijelaskannya, pertimbangan lebar jalan menjadi penting. Agar nantinya tidak mengganggu pengendara lain.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di masa pandemi bersepeda masih menjadi olahraga yang naik daun. Sebab, selain pastinya jaga jarak, gowes bisa meningkatkan kesehatan. Saat ini banyak yang bersepeda rute pendek sekitar kota, hingga rute jauh macam Bondowoso-Ijen.

Apalagi ketika hari libur, masyarakat yang mengayuh sepeda di jantung kota mulai banyak. Tak terkecuali di Bondowoso. Sayangnya, hingga kini belum ada lajur khusus pesepeda di jalan-jalan kota Bondowoso.

Rubiyanto, Kepala Seksi (Kasi) Manajemen Rekayasa dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso membenarkan hal itu. Hingga saat ini, belum ada lajur khusus sepeda di jalanan Bondowoso. “Dulu di Jalan PB Sudirman pernah diberi lajur untuk becak atau sepeda tidak bermotor. Namun, markanya sudah pudar,” jelasnya.

Jalan PB Sudirmah adalah jalan yang wilayahnya masuk kewenangan Dishub Provinsi Jatim. Untuk jalan khusus kabupaten, selama ini belum ada yang khusus untuk pesepeda. “Mengingat lebar jalannya masih terbatas,” lanjut Rubiyanto kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dijelaskannya, pertimbangan lebar jalan menjadi penting. Agar nantinya tidak mengganggu pengendara lain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/