alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Waspada! Bencana Alam di Tempat Wisata

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bencana alam biasanya banyak terjadi saat musim hujan. Bahkan, bencana tersebut tidak hanya terjadi di wilayah tempat tinggal warga saja. Termasuk di tempat wisata. Misalnya, bencana longsor yang terjadi di Wisata Tancak Kembar, Desa Kupang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso beberapa waktu lalu.

Terkait hal itu, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso perlu melakukan antisipasi akan kemungkinan bencana yang rawan terjadi di objek wisata saat musim hujan. Dengan harapan ketika terjadi bencana, dapat segera ditangani dengan baik.

Kepala Disparpora Bondowoso Mulyadi menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso dalam mendeteksi objek-objek wisata yang rawan bencana. Selain itu, juga mengarahkan tim reaksi cepat (TRC) untuk memantau destinasi wisata di Bondowoso. “Sehingga sedini mungkin dideteksi, kami juga mengarahkan TRC untuk memantau destinasi wisata,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pasalnya, mayoritas objek wisata di Bondowoso merupakan wisata alam. Hal itu berdasarkan data dari Disparpora setempat. 17 objek wisata atau 39.53 persen dari total kawasan wisata di Bondowoso merupakan wisata alam. Sementara itu, yang lainnya merupakan wisata desa sebanyak 13,85 persen, wisata minat khusus sebanyak 6,98 persen, wisata religi sebanyak 6,98 persen, serta wisata budaya sebanyak 6,98 persen.

Dia juga menyebutkan bahwa kawasan objek wisata di Bondowoso yang rawan bencana, yakni Tancak Kembar dan sekitar kawasan Ijen. Tempat itu merupakan kawasan pegunungan dengan vegetasi berkurang sehingga menyebabkan daya serap air juga berkurang.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bencana alam biasanya banyak terjadi saat musim hujan. Bahkan, bencana tersebut tidak hanya terjadi di wilayah tempat tinggal warga saja. Termasuk di tempat wisata. Misalnya, bencana longsor yang terjadi di Wisata Tancak Kembar, Desa Kupang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso beberapa waktu lalu.

Terkait hal itu, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso perlu melakukan antisipasi akan kemungkinan bencana yang rawan terjadi di objek wisata saat musim hujan. Dengan harapan ketika terjadi bencana, dapat segera ditangani dengan baik.

Kepala Disparpora Bondowoso Mulyadi menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso dalam mendeteksi objek-objek wisata yang rawan bencana. Selain itu, juga mengarahkan tim reaksi cepat (TRC) untuk memantau destinasi wisata di Bondowoso. “Sehingga sedini mungkin dideteksi, kami juga mengarahkan TRC untuk memantau destinasi wisata,” tuturnya.

Pasalnya, mayoritas objek wisata di Bondowoso merupakan wisata alam. Hal itu berdasarkan data dari Disparpora setempat. 17 objek wisata atau 39.53 persen dari total kawasan wisata di Bondowoso merupakan wisata alam. Sementara itu, yang lainnya merupakan wisata desa sebanyak 13,85 persen, wisata minat khusus sebanyak 6,98 persen, wisata religi sebanyak 6,98 persen, serta wisata budaya sebanyak 6,98 persen.

Dia juga menyebutkan bahwa kawasan objek wisata di Bondowoso yang rawan bencana, yakni Tancak Kembar dan sekitar kawasan Ijen. Tempat itu merupakan kawasan pegunungan dengan vegetasi berkurang sehingga menyebabkan daya serap air juga berkurang.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bencana alam biasanya banyak terjadi saat musim hujan. Bahkan, bencana tersebut tidak hanya terjadi di wilayah tempat tinggal warga saja. Termasuk di tempat wisata. Misalnya, bencana longsor yang terjadi di Wisata Tancak Kembar, Desa Kupang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso beberapa waktu lalu.

Terkait hal itu, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso perlu melakukan antisipasi akan kemungkinan bencana yang rawan terjadi di objek wisata saat musim hujan. Dengan harapan ketika terjadi bencana, dapat segera ditangani dengan baik.

Kepala Disparpora Bondowoso Mulyadi menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso dalam mendeteksi objek-objek wisata yang rawan bencana. Selain itu, juga mengarahkan tim reaksi cepat (TRC) untuk memantau destinasi wisata di Bondowoso. “Sehingga sedini mungkin dideteksi, kami juga mengarahkan TRC untuk memantau destinasi wisata,” tuturnya.

Pasalnya, mayoritas objek wisata di Bondowoso merupakan wisata alam. Hal itu berdasarkan data dari Disparpora setempat. 17 objek wisata atau 39.53 persen dari total kawasan wisata di Bondowoso merupakan wisata alam. Sementara itu, yang lainnya merupakan wisata desa sebanyak 13,85 persen, wisata minat khusus sebanyak 6,98 persen, wisata religi sebanyak 6,98 persen, serta wisata budaya sebanyak 6,98 persen.

Dia juga menyebutkan bahwa kawasan objek wisata di Bondowoso yang rawan bencana, yakni Tancak Kembar dan sekitar kawasan Ijen. Tempat itu merupakan kawasan pegunungan dengan vegetasi berkurang sehingga menyebabkan daya serap air juga berkurang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/