alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Blusukan Cegah Radikalisme di Pesantren di Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bahaya paham radikalisme dan terorisme tidak hanya disampaikan kepada orang dewasa, tetapi juga disosialisasikan kepada kalangan remaja dan anak-anak. Termasuk di lingkungan pondok pesantren Bondowoso.

Aiptu Supriyanto, Bhabinkamtibmas Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, getol menjalani aktivitas itu sejak 2017 silam di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, desa setempat. Materi yang diajarkan mengenai pendidikan moral, pancasila, kebangsaan, dan nasionalisme. Tujuannya, agar para pelajar bisa memahami bahwa negaranya terdiri atas bangsa yang majemuk, tetapi tetap harus rukun satu sama lain.

“Radikalisme itu rata-rata masuk ke anak-anak muda, sedangkan pemikiran mereka masih labil. Oleh sebab itu, sejak mereka masih remaja dan anak-anak, sudah kami tanamkan tentang nasionalisme dan materi berkebangsaan,” papar Aiptu Supriyanto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam kelas, dia tidak hanya menyampaikan materi dengan lisan kosong saja, melainkan juga menggunakan alat peraga seperti lambang Pancasila. “Ada sesi tanya jawab tentang apa saja makna di setiap lambang Pancasila dan lain sebagainya.  Disampaikan juga tentang jahatnya terorisme itu bagi masyarakat dan negara,” ucapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bahaya paham radikalisme dan terorisme tidak hanya disampaikan kepada orang dewasa, tetapi juga disosialisasikan kepada kalangan remaja dan anak-anak. Termasuk di lingkungan pondok pesantren Bondowoso.

Aiptu Supriyanto, Bhabinkamtibmas Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, getol menjalani aktivitas itu sejak 2017 silam di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, desa setempat. Materi yang diajarkan mengenai pendidikan moral, pancasila, kebangsaan, dan nasionalisme. Tujuannya, agar para pelajar bisa memahami bahwa negaranya terdiri atas bangsa yang majemuk, tetapi tetap harus rukun satu sama lain.

“Radikalisme itu rata-rata masuk ke anak-anak muda, sedangkan pemikiran mereka masih labil. Oleh sebab itu, sejak mereka masih remaja dan anak-anak, sudah kami tanamkan tentang nasionalisme dan materi berkebangsaan,” papar Aiptu Supriyanto.

Dalam kelas, dia tidak hanya menyampaikan materi dengan lisan kosong saja, melainkan juga menggunakan alat peraga seperti lambang Pancasila. “Ada sesi tanya jawab tentang apa saja makna di setiap lambang Pancasila dan lain sebagainya.  Disampaikan juga tentang jahatnya terorisme itu bagi masyarakat dan negara,” ucapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bahaya paham radikalisme dan terorisme tidak hanya disampaikan kepada orang dewasa, tetapi juga disosialisasikan kepada kalangan remaja dan anak-anak. Termasuk di lingkungan pondok pesantren Bondowoso.

Aiptu Supriyanto, Bhabinkamtibmas Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, getol menjalani aktivitas itu sejak 2017 silam di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, desa setempat. Materi yang diajarkan mengenai pendidikan moral, pancasila, kebangsaan, dan nasionalisme. Tujuannya, agar para pelajar bisa memahami bahwa negaranya terdiri atas bangsa yang majemuk, tetapi tetap harus rukun satu sama lain.

“Radikalisme itu rata-rata masuk ke anak-anak muda, sedangkan pemikiran mereka masih labil. Oleh sebab itu, sejak mereka masih remaja dan anak-anak, sudah kami tanamkan tentang nasionalisme dan materi berkebangsaan,” papar Aiptu Supriyanto.

Dalam kelas, dia tidak hanya menyampaikan materi dengan lisan kosong saja, melainkan juga menggunakan alat peraga seperti lambang Pancasila. “Ada sesi tanya jawab tentang apa saja makna di setiap lambang Pancasila dan lain sebagainya.  Disampaikan juga tentang jahatnya terorisme itu bagi masyarakat dan negara,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/