alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

DPRD Bondowoso Minta Pihak Bank Tambah Agen Penyalur Bansos 

Mobile_AP_Rectangle 1

Menurut Kriesna, tak adanya MoU dengan BNI 46 selaku supporting penyalur bansos membuat berbagai persoalan yang terjadi di bawah tak lekas diselesaikan. Di antaranya adalah agen bodong dan beras tak sesuai dengan kualitas. Di sisi lain, masih marak ditemui persoalan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) terblokir, lupa PIN, maupun KPM tidak memegang kartu sendiri. “Sehingga tak ada lagi kartu diblokir, KPM tak pengang kartu sendiri, tidak tahu PIN-nya,” inginnya.

Dengan MoU, Dinas Sosial dipastikan akan memiliki ‘taring’ untuk kemudian mengambil kebijakan penting. Semisal di tengah jalan, BNI tak mampu memenuhi tanggung jawabnya, misal jumlah ideal agen tak dipenuhi, maka Pemkab Bondowoso bisa mengusulkan ganti bank. “Yang punya taring pemkab. Ya perlu dipertajam dengan MoU. Pemkab adalah penyalur bansos. Kalau BNI kan hanya supporting,” tegasnya.

Kriesna berharap, pasca-MoU, agen BNI dapat mengubah pola pikirnya untuk tak lagi mencari keuntungan lebih. Sebab, pada hakikatnya agen bansos merupakan kepanjangan tangan pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat miskin. “Agen jangan berdagang mencari keuntungan lebih. Jangan mengutamakan profit, tapi mengutamakan aspek sosialnya, pelayanannya kepada KPM,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Menurut Kriesna, tak adanya MoU dengan BNI 46 selaku supporting penyalur bansos membuat berbagai persoalan yang terjadi di bawah tak lekas diselesaikan. Di antaranya adalah agen bodong dan beras tak sesuai dengan kualitas. Di sisi lain, masih marak ditemui persoalan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) terblokir, lupa PIN, maupun KPM tidak memegang kartu sendiri. “Sehingga tak ada lagi kartu diblokir, KPM tak pengang kartu sendiri, tidak tahu PIN-nya,” inginnya.

Dengan MoU, Dinas Sosial dipastikan akan memiliki ‘taring’ untuk kemudian mengambil kebijakan penting. Semisal di tengah jalan, BNI tak mampu memenuhi tanggung jawabnya, misal jumlah ideal agen tak dipenuhi, maka Pemkab Bondowoso bisa mengusulkan ganti bank. “Yang punya taring pemkab. Ya perlu dipertajam dengan MoU. Pemkab adalah penyalur bansos. Kalau BNI kan hanya supporting,” tegasnya.

Kriesna berharap, pasca-MoU, agen BNI dapat mengubah pola pikirnya untuk tak lagi mencari keuntungan lebih. Sebab, pada hakikatnya agen bansos merupakan kepanjangan tangan pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat miskin. “Agen jangan berdagang mencari keuntungan lebih. Jangan mengutamakan profit, tapi mengutamakan aspek sosialnya, pelayanannya kepada KPM,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Menurut Kriesna, tak adanya MoU dengan BNI 46 selaku supporting penyalur bansos membuat berbagai persoalan yang terjadi di bawah tak lekas diselesaikan. Di antaranya adalah agen bodong dan beras tak sesuai dengan kualitas. Di sisi lain, masih marak ditemui persoalan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) terblokir, lupa PIN, maupun KPM tidak memegang kartu sendiri. “Sehingga tak ada lagi kartu diblokir, KPM tak pengang kartu sendiri, tidak tahu PIN-nya,” inginnya.

Dengan MoU, Dinas Sosial dipastikan akan memiliki ‘taring’ untuk kemudian mengambil kebijakan penting. Semisal di tengah jalan, BNI tak mampu memenuhi tanggung jawabnya, misal jumlah ideal agen tak dipenuhi, maka Pemkab Bondowoso bisa mengusulkan ganti bank. “Yang punya taring pemkab. Ya perlu dipertajam dengan MoU. Pemkab adalah penyalur bansos. Kalau BNI kan hanya supporting,” tegasnya.

Kriesna berharap, pasca-MoU, agen BNI dapat mengubah pola pikirnya untuk tak lagi mencari keuntungan lebih. Sebab, pada hakikatnya agen bansos merupakan kepanjangan tangan pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat miskin. “Agen jangan berdagang mencari keuntungan lebih. Jangan mengutamakan profit, tapi mengutamakan aspek sosialnya, pelayanannya kepada KPM,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/