alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Pemkab Bondowoso Janji Beri Kompensasi Kepada Warga Terdampak PPKM Darurat

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso berjanji bakal memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak PPKM darurat. Pemkab berencana akan memberikan bantuan berupa uang tunai. Di antara sasaran bantuan tersebut yakni pedagang kaki lima (PKL), sopir dan kernet angkot, tukang becak, pedagang asongan di sekolah-sekolah, karyawan kafe, pekerja permainan anak, dan pemilik dokar wisata di Alun-Alun Bondowoso.

Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengatakan, bantuan itu sebagai upaya pemerintah membantu meringankan kebutuhan warga saat PPKM darurat. “Bantuan ini akan disalurkan lewat Dinas Sosial dalam waktu dekat,” katanya saat dikonfirmasi, baru-baru ini.

Menurutnya, program bantuan ini sudah dibahas oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso melalui proses rapat koordinasi internal antartim anggaran. “Hal itu untuk menghindari kesalahan di kemudian hari,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dana tersebut berasal dari biaya tidak terduga (BTT) anggaran milik Bupati Bondowoso. Bantuan ini akan segera cair. “Namun, yang paling penting masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan untuk memutus penularan Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso Saifuddin Suhri mengatakan, program tersebut akan diambilkan di APBD kabupaten dari pos anggaran BTT milik Bupati Bondowoso. “Kami pastikan tidak akan terjadi tumpang tindih batuan. Karena data yang ada sudah kami cek dan verifikasi. Sehingga yang sudah pernah dapat bantuan tidak akan dapat,” jelasnya.

Dia memaparkan, jumlah sopir dan kernet angkot sebanyak 130 orang, PKL dan pedagang asongan di Alun-Alun Bondowoso 303 orang. Selanjutnya, PKL dan pedagang asongan di Jembatan Ki Ronggo 29 orang, PKL dan pedagang asongan di SMAN 2 Bondowoso 21 orang, tukang becak 59 orang, pekerja bendi wisata 11 orang, pekerja permainan anak di alun-alun 50 orang, dan karyawan kafe 150 orang.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso berjanji bakal memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak PPKM darurat. Pemkab berencana akan memberikan bantuan berupa uang tunai. Di antara sasaran bantuan tersebut yakni pedagang kaki lima (PKL), sopir dan kernet angkot, tukang becak, pedagang asongan di sekolah-sekolah, karyawan kafe, pekerja permainan anak, dan pemilik dokar wisata di Alun-Alun Bondowoso.

Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengatakan, bantuan itu sebagai upaya pemerintah membantu meringankan kebutuhan warga saat PPKM darurat. “Bantuan ini akan disalurkan lewat Dinas Sosial dalam waktu dekat,” katanya saat dikonfirmasi, baru-baru ini.

Menurutnya, program bantuan ini sudah dibahas oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso melalui proses rapat koordinasi internal antartim anggaran. “Hal itu untuk menghindari kesalahan di kemudian hari,” imbuhnya.

Dana tersebut berasal dari biaya tidak terduga (BTT) anggaran milik Bupati Bondowoso. Bantuan ini akan segera cair. “Namun, yang paling penting masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan untuk memutus penularan Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso Saifuddin Suhri mengatakan, program tersebut akan diambilkan di APBD kabupaten dari pos anggaran BTT milik Bupati Bondowoso. “Kami pastikan tidak akan terjadi tumpang tindih batuan. Karena data yang ada sudah kami cek dan verifikasi. Sehingga yang sudah pernah dapat bantuan tidak akan dapat,” jelasnya.

Dia memaparkan, jumlah sopir dan kernet angkot sebanyak 130 orang, PKL dan pedagang asongan di Alun-Alun Bondowoso 303 orang. Selanjutnya, PKL dan pedagang asongan di Jembatan Ki Ronggo 29 orang, PKL dan pedagang asongan di SMAN 2 Bondowoso 21 orang, tukang becak 59 orang, pekerja bendi wisata 11 orang, pekerja permainan anak di alun-alun 50 orang, dan karyawan kafe 150 orang.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso berjanji bakal memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak PPKM darurat. Pemkab berencana akan memberikan bantuan berupa uang tunai. Di antara sasaran bantuan tersebut yakni pedagang kaki lima (PKL), sopir dan kernet angkot, tukang becak, pedagang asongan di sekolah-sekolah, karyawan kafe, pekerja permainan anak, dan pemilik dokar wisata di Alun-Alun Bondowoso.

Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengatakan, bantuan itu sebagai upaya pemerintah membantu meringankan kebutuhan warga saat PPKM darurat. “Bantuan ini akan disalurkan lewat Dinas Sosial dalam waktu dekat,” katanya saat dikonfirmasi, baru-baru ini.

Menurutnya, program bantuan ini sudah dibahas oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso melalui proses rapat koordinasi internal antartim anggaran. “Hal itu untuk menghindari kesalahan di kemudian hari,” imbuhnya.

Dana tersebut berasal dari biaya tidak terduga (BTT) anggaran milik Bupati Bondowoso. Bantuan ini akan segera cair. “Namun, yang paling penting masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan untuk memutus penularan Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso Saifuddin Suhri mengatakan, program tersebut akan diambilkan di APBD kabupaten dari pos anggaran BTT milik Bupati Bondowoso. “Kami pastikan tidak akan terjadi tumpang tindih batuan. Karena data yang ada sudah kami cek dan verifikasi. Sehingga yang sudah pernah dapat bantuan tidak akan dapat,” jelasnya.

Dia memaparkan, jumlah sopir dan kernet angkot sebanyak 130 orang, PKL dan pedagang asongan di Alun-Alun Bondowoso 303 orang. Selanjutnya, PKL dan pedagang asongan di Jembatan Ki Ronggo 29 orang, PKL dan pedagang asongan di SMAN 2 Bondowoso 21 orang, tukang becak 59 orang, pekerja bendi wisata 11 orang, pekerja permainan anak di alun-alun 50 orang, dan karyawan kafe 150 orang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/