alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Massa di Desa Kemirian Bakar Peti Jenazah Pasien Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

KEMIRIAN.RADARJEMBER.ID – Sejumlah warga Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan mendadak dibuat heboh. Karena malam ini, Jumat (16/7), beberapa orang membakar peti kayu jenazah.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen menyebutkan, sebalum membakar massa mengeluarkan jenazah salah seorang warga di desa tersebut yang meninggal karena positif korona. Dalam foto yang sudah beredar di grup WhatsApp, jenazah tidak dimakamkan bersama dengan peti jenazah. Melainkan dipindah ke keranda, serta dimandikan kembali oleh pihak keluarga. Lalu dimakamkan tidak dengan cara protokol kesehatan.

Mahfud Junaedi, Camat Tamanan pun belum dapat menjelaskan detail kronologi pembakaran peti jenazah tersebut. Namun, dirinya membenarkan bahwa pemakaman jenazah tidak memakai protokol kesehatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Informasi yang saya dapat, pemakaman itu dimakamkan seperti biasa. Tidak memakai prosedur protokol kesehatan APD lengkap,” ujarnya.

Sulaiman Yahya, Kepala Desa (Kades) Kemirian belum dapat dikonfirmasi. Ketika dihubungi melalui sambungan telepon, dirinya belum merespons.

Sementara itu, Adi Sunaryadi, Plt Kalaksa BPBD Bondowoso juga membenarkan, bahwa jenazah tersebut berasal dari RSUD dr Koesnadi. “Ada sepuluh orang petugas BPBD dari kami yang berangkat bersama-sama dengan mobil ambulans untuk memakamkan secara protokol kesehatan,” bebernya.

- Advertisement -

KEMIRIAN.RADARJEMBER.ID – Sejumlah warga Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan mendadak dibuat heboh. Karena malam ini, Jumat (16/7), beberapa orang membakar peti kayu jenazah.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen menyebutkan, sebalum membakar massa mengeluarkan jenazah salah seorang warga di desa tersebut yang meninggal karena positif korona. Dalam foto yang sudah beredar di grup WhatsApp, jenazah tidak dimakamkan bersama dengan peti jenazah. Melainkan dipindah ke keranda, serta dimandikan kembali oleh pihak keluarga. Lalu dimakamkan tidak dengan cara protokol kesehatan.

Mahfud Junaedi, Camat Tamanan pun belum dapat menjelaskan detail kronologi pembakaran peti jenazah tersebut. Namun, dirinya membenarkan bahwa pemakaman jenazah tidak memakai protokol kesehatan.

“Informasi yang saya dapat, pemakaman itu dimakamkan seperti biasa. Tidak memakai prosedur protokol kesehatan APD lengkap,” ujarnya.

Sulaiman Yahya, Kepala Desa (Kades) Kemirian belum dapat dikonfirmasi. Ketika dihubungi melalui sambungan telepon, dirinya belum merespons.

Sementara itu, Adi Sunaryadi, Plt Kalaksa BPBD Bondowoso juga membenarkan, bahwa jenazah tersebut berasal dari RSUD dr Koesnadi. “Ada sepuluh orang petugas BPBD dari kami yang berangkat bersama-sama dengan mobil ambulans untuk memakamkan secara protokol kesehatan,” bebernya.

KEMIRIAN.RADARJEMBER.ID – Sejumlah warga Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan mendadak dibuat heboh. Karena malam ini, Jumat (16/7), beberapa orang membakar peti kayu jenazah.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen menyebutkan, sebalum membakar massa mengeluarkan jenazah salah seorang warga di desa tersebut yang meninggal karena positif korona. Dalam foto yang sudah beredar di grup WhatsApp, jenazah tidak dimakamkan bersama dengan peti jenazah. Melainkan dipindah ke keranda, serta dimandikan kembali oleh pihak keluarga. Lalu dimakamkan tidak dengan cara protokol kesehatan.

Mahfud Junaedi, Camat Tamanan pun belum dapat menjelaskan detail kronologi pembakaran peti jenazah tersebut. Namun, dirinya membenarkan bahwa pemakaman jenazah tidak memakai protokol kesehatan.

“Informasi yang saya dapat, pemakaman itu dimakamkan seperti biasa. Tidak memakai prosedur protokol kesehatan APD lengkap,” ujarnya.

Sulaiman Yahya, Kepala Desa (Kades) Kemirian belum dapat dikonfirmasi. Ketika dihubungi melalui sambungan telepon, dirinya belum merespons.

Sementara itu, Adi Sunaryadi, Plt Kalaksa BPBD Bondowoso juga membenarkan, bahwa jenazah tersebut berasal dari RSUD dr Koesnadi. “Ada sepuluh orang petugas BPBD dari kami yang berangkat bersama-sama dengan mobil ambulans untuk memakamkan secara protokol kesehatan,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/