alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Pemerintah Bondowoso Ajukan Rp 4 Miliar Tanggulangi PMK

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bondowoso, makin tak terbendung. Tercatat tujuh ekor sapi yang mati akibat penyakit ini. Melihat hal tersebut, Pemkab Bondowoso melalui dinas peternakan dan perikanan (disnakkan), mengajukan anggaran penanggulangan yang cukup besar, yakni Rp 4 miliar.

BACA JUGA : Peternak Bikin Jamu Sendiri Cegah PMK

Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengaku prihatin terhadap warga yang sapinya terpapar PMK. Pihaknya saat ini sedang melakukan upaya pencegahan dan penanganan kasus yang terjadi melalui dinas terkait. Diantaranya, melakukan pengobatan dan imunisasi atau vaksinasi hewan ternak. “Untuk vaksinasi belum bisa dilaksanakan karena masih dalam proses,” bebernya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, Pengasuh PP Mambaul Ulum Tangsil Wetan ini juga menegaskan, jika terdapat peternak yang sapinya mengalami gejala PMK, maka dapat segera melaporkan kepada puskeswan terdekat. Kemudian akan diberikan penanganan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Mengingat penyakit ini sedang menjadi atensi pihaknya. “Apabila mengetahui tanda-tanda terkait wabah PMK, segera memberitahukan kepada puskeswan setempat ataupun bisa diberitahukan kepada perangkat desa,” imbuhnya.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bondowoso, makin tak terbendung. Tercatat tujuh ekor sapi yang mati akibat penyakit ini. Melihat hal tersebut, Pemkab Bondowoso melalui dinas peternakan dan perikanan (disnakkan), mengajukan anggaran penanggulangan yang cukup besar, yakni Rp 4 miliar.

BACA JUGA : Peternak Bikin Jamu Sendiri Cegah PMK

Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengaku prihatin terhadap warga yang sapinya terpapar PMK. Pihaknya saat ini sedang melakukan upaya pencegahan dan penanganan kasus yang terjadi melalui dinas terkait. Diantaranya, melakukan pengobatan dan imunisasi atau vaksinasi hewan ternak. “Untuk vaksinasi belum bisa dilaksanakan karena masih dalam proses,” bebernya.

Selain itu, Pengasuh PP Mambaul Ulum Tangsil Wetan ini juga menegaskan, jika terdapat peternak yang sapinya mengalami gejala PMK, maka dapat segera melaporkan kepada puskeswan terdekat. Kemudian akan diberikan penanganan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Mengingat penyakit ini sedang menjadi atensi pihaknya. “Apabila mengetahui tanda-tanda terkait wabah PMK, segera memberitahukan kepada puskeswan setempat ataupun bisa diberitahukan kepada perangkat desa,” imbuhnya.

DABASAH, Radar Ijen – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bondowoso, makin tak terbendung. Tercatat tujuh ekor sapi yang mati akibat penyakit ini. Melihat hal tersebut, Pemkab Bondowoso melalui dinas peternakan dan perikanan (disnakkan), mengajukan anggaran penanggulangan yang cukup besar, yakni Rp 4 miliar.

BACA JUGA : Peternak Bikin Jamu Sendiri Cegah PMK

Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengaku prihatin terhadap warga yang sapinya terpapar PMK. Pihaknya saat ini sedang melakukan upaya pencegahan dan penanganan kasus yang terjadi melalui dinas terkait. Diantaranya, melakukan pengobatan dan imunisasi atau vaksinasi hewan ternak. “Untuk vaksinasi belum bisa dilaksanakan karena masih dalam proses,” bebernya.

Selain itu, Pengasuh PP Mambaul Ulum Tangsil Wetan ini juga menegaskan, jika terdapat peternak yang sapinya mengalami gejala PMK, maka dapat segera melaporkan kepada puskeswan terdekat. Kemudian akan diberikan penanganan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Mengingat penyakit ini sedang menjadi atensi pihaknya. “Apabila mengetahui tanda-tanda terkait wabah PMK, segera memberitahukan kepada puskeswan setempat ataupun bisa diberitahukan kepada perangkat desa,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/