alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Dan Terjadi Lagi…

Anak di Bawah Umur Alami Kekerasan Seksual

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus kekerasan anak kembali terjadi. Kini korbannya adalah anak di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Korban berinisial MS, yang masih 12 tahun, dicekoki minuman keras, lantas dicabuli dua pelaku.

Kini pelaku sudah diringkus jajaran Satreskrim Polres Bondowoso. Dua pelaku tersebut adalah YA, 21, warga Kelurahan Dabasah, dan DH, 19, warga Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso. Mereka diduga mencekoki korban yang masih pelajar sekolah dasar dengan minuman keras sebelum melakukan pencabulan.

Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Agung Ari Bowo menerangkan, perbuatan pelaku ini diketahui setelah MS dibawa pulang oleh temannya dalam kondisi mabuk. MS yang memang telah menghilang sejak sehari sebelumnya, diduga dicabuli di dua lokasi berbeda.  “Korban mengaku kepada keluarga setelah ditanya. Dicabuli di rumah para tersangka,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ia menerangkan, kedua pelaku berikut barang bukti telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Selain itu, pihaknya juga telah memintakan visum et repertum (VER). “Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi dan menyita sejumlah barang bukti,” tuturnya.

Terhadap kedua pelaku, polisi menjerat dengan Pasal 81 Ayat (1) subs 82 Ayat (2) Jo Pasal 76 E subs 76 D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tegasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus kekerasan anak kembali terjadi. Kini korbannya adalah anak di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Korban berinisial MS, yang masih 12 tahun, dicekoki minuman keras, lantas dicabuli dua pelaku.

Kini pelaku sudah diringkus jajaran Satreskrim Polres Bondowoso. Dua pelaku tersebut adalah YA, 21, warga Kelurahan Dabasah, dan DH, 19, warga Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso. Mereka diduga mencekoki korban yang masih pelajar sekolah dasar dengan minuman keras sebelum melakukan pencabulan.

Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Agung Ari Bowo menerangkan, perbuatan pelaku ini diketahui setelah MS dibawa pulang oleh temannya dalam kondisi mabuk. MS yang memang telah menghilang sejak sehari sebelumnya, diduga dicabuli di dua lokasi berbeda.  “Korban mengaku kepada keluarga setelah ditanya. Dicabuli di rumah para tersangka,” ujarnya.

Ia menerangkan, kedua pelaku berikut barang bukti telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Selain itu, pihaknya juga telah memintakan visum et repertum (VER). “Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi dan menyita sejumlah barang bukti,” tuturnya.

Terhadap kedua pelaku, polisi menjerat dengan Pasal 81 Ayat (1) subs 82 Ayat (2) Jo Pasal 76 E subs 76 D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tegasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus kekerasan anak kembali terjadi. Kini korbannya adalah anak di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Korban berinisial MS, yang masih 12 tahun, dicekoki minuman keras, lantas dicabuli dua pelaku.

Kini pelaku sudah diringkus jajaran Satreskrim Polres Bondowoso. Dua pelaku tersebut adalah YA, 21, warga Kelurahan Dabasah, dan DH, 19, warga Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso. Mereka diduga mencekoki korban yang masih pelajar sekolah dasar dengan minuman keras sebelum melakukan pencabulan.

Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Agung Ari Bowo menerangkan, perbuatan pelaku ini diketahui setelah MS dibawa pulang oleh temannya dalam kondisi mabuk. MS yang memang telah menghilang sejak sehari sebelumnya, diduga dicabuli di dua lokasi berbeda.  “Korban mengaku kepada keluarga setelah ditanya. Dicabuli di rumah para tersangka,” ujarnya.

Ia menerangkan, kedua pelaku berikut barang bukti telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Selain itu, pihaknya juga telah memintakan visum et repertum (VER). “Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi dan menyita sejumlah barang bukti,” tuturnya.

Terhadap kedua pelaku, polisi menjerat dengan Pasal 81 Ayat (1) subs 82 Ayat (2) Jo Pasal 76 E subs 76 D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/