alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Pembinaan Masih Buntu

Selalu Gagal Melaju ke Porprov Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Pembinaan terhadap atlet sepak bola di Bondowoso ternyata masih membutuhkan pembenahan. Pasalnya, selama dua gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim terakhir tim dari Bumi Ki Ronggo selalu gagal di Pra-Porprov. Tidak pernah berlaga dalam Porprov Jatim bersama kabupaten/kota lain di Jatim.

BACA JUGA : Wisatawan Disuguhi Event Menarik saat Perayaan Waisak

Subangkit Adi Putra, Ketua Askab PSSI Bondowoso, mengatakan, pembinaan untuk para atlet di Bondowoso memang dirasa masih kurang. Walaupun dalam dua Porprov terakhir pihaknya sudah melakukan dua metode pembinaan yang berbeda. Pada Porprov 2019 lalu, persiapan tim sepak bola putra hanya dilakukan dengan jangka waktu sebulan sebelum Pra-Porprov. “Pelatihnya juga kami datangkan dari luar yang sudah memiliki lisensi,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari keterbatasan tersebut, tim dari Kota Tape harus mengakui kehebatan tim dari kota/kabupaten lain. Sebab, pada 2019, Bondowoso hanya menempati posisi runner-up. Sehingga dinyatakan tidak dapat tampil dalam Porprov. Sebab, yang dinyatakan lolos hanya juara grup.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Pembinaan terhadap atlet sepak bola di Bondowoso ternyata masih membutuhkan pembenahan. Pasalnya, selama dua gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim terakhir tim dari Bumi Ki Ronggo selalu gagal di Pra-Porprov. Tidak pernah berlaga dalam Porprov Jatim bersama kabupaten/kota lain di Jatim.

BACA JUGA : Wisatawan Disuguhi Event Menarik saat Perayaan Waisak

Subangkit Adi Putra, Ketua Askab PSSI Bondowoso, mengatakan, pembinaan untuk para atlet di Bondowoso memang dirasa masih kurang. Walaupun dalam dua Porprov terakhir pihaknya sudah melakukan dua metode pembinaan yang berbeda. Pada Porprov 2019 lalu, persiapan tim sepak bola putra hanya dilakukan dengan jangka waktu sebulan sebelum Pra-Porprov. “Pelatihnya juga kami datangkan dari luar yang sudah memiliki lisensi,” katanya.

Dari keterbatasan tersebut, tim dari Kota Tape harus mengakui kehebatan tim dari kota/kabupaten lain. Sebab, pada 2019, Bondowoso hanya menempati posisi runner-up. Sehingga dinyatakan tidak dapat tampil dalam Porprov. Sebab, yang dinyatakan lolos hanya juara grup.

DABASAH, Radar Ijen – Pembinaan terhadap atlet sepak bola di Bondowoso ternyata masih membutuhkan pembenahan. Pasalnya, selama dua gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim terakhir tim dari Bumi Ki Ronggo selalu gagal di Pra-Porprov. Tidak pernah berlaga dalam Porprov Jatim bersama kabupaten/kota lain di Jatim.

BACA JUGA : Wisatawan Disuguhi Event Menarik saat Perayaan Waisak

Subangkit Adi Putra, Ketua Askab PSSI Bondowoso, mengatakan, pembinaan untuk para atlet di Bondowoso memang dirasa masih kurang. Walaupun dalam dua Porprov terakhir pihaknya sudah melakukan dua metode pembinaan yang berbeda. Pada Porprov 2019 lalu, persiapan tim sepak bola putra hanya dilakukan dengan jangka waktu sebulan sebelum Pra-Porprov. “Pelatihnya juga kami datangkan dari luar yang sudah memiliki lisensi,” katanya.

Dari keterbatasan tersebut, tim dari Kota Tape harus mengakui kehebatan tim dari kota/kabupaten lain. Sebab, pada 2019, Bondowoso hanya menempati posisi runner-up. Sehingga dinyatakan tidak dapat tampil dalam Porprov. Sebab, yang dinyatakan lolos hanya juara grup.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/