alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Pembayaran PJU di Bondowoso Tembus 1,2 M per Bulan

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Ketika malam hari tentu keberadaan penerangan jalan umum (PJU) sangat dibutuhkan oleh para pengendara. Tapi, di balik itu semua ternyata biaya yang harus dikeluarkan kepada PLN tidaklah murah. Dari seluruh PJU yang ada, baik yang menggunakan sistem taksasi maupun meterisasi, mencapai Rp 1,2 miliar setiap bulannya.

BACA JUGA : Wisatawan Disuguhi Event Menarik saat Perayaan Waisak

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Bondowoso Sutriyono menjelaskan, dari sembilan ribu PJU yang ada, baru tiga ribu di antaranya yang sudah menggunakan sistem taksasi. Sementara, sisanya masih menggunakan sistem taksasi atau borongan, tidak menyesuaikan dengan habisnya listrik. Oleh sebab itu, pihaknya menyarankan agar semua PJU beberapa waktu mendatang sudah menggunakan sistem meterisasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Masih kata Politisi PKB ini, pembayaran yang harus dilakukan setiap bulan kepada PLN dari semua PJU yang ada total mencapai Rp 1,2 miliar per bulan. Pembayaran menggunakan sistem taksasi dianggap lebih boros, karena tidak menyesuaikan dengan jumlah daya yang digunakan. Sementara, di beberapa tempat ada PJU yang tidak berfungsi. Baik karena tiang penyangganya rusak maupun lampunya mati. Seperti yang terjadi di Arak-Arak Bondowoso. “Akan lebih tepat ketika menggunakan meterisasi. Habisnya berapa meter per bulan, ya itu yang dibayar,” ungkapnya.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Ketika malam hari tentu keberadaan penerangan jalan umum (PJU) sangat dibutuhkan oleh para pengendara. Tapi, di balik itu semua ternyata biaya yang harus dikeluarkan kepada PLN tidaklah murah. Dari seluruh PJU yang ada, baik yang menggunakan sistem taksasi maupun meterisasi, mencapai Rp 1,2 miliar setiap bulannya.

BACA JUGA : Wisatawan Disuguhi Event Menarik saat Perayaan Waisak

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Bondowoso Sutriyono menjelaskan, dari sembilan ribu PJU yang ada, baru tiga ribu di antaranya yang sudah menggunakan sistem taksasi. Sementara, sisanya masih menggunakan sistem taksasi atau borongan, tidak menyesuaikan dengan habisnya listrik. Oleh sebab itu, pihaknya menyarankan agar semua PJU beberapa waktu mendatang sudah menggunakan sistem meterisasi.

Masih kata Politisi PKB ini, pembayaran yang harus dilakukan setiap bulan kepada PLN dari semua PJU yang ada total mencapai Rp 1,2 miliar per bulan. Pembayaran menggunakan sistem taksasi dianggap lebih boros, karena tidak menyesuaikan dengan jumlah daya yang digunakan. Sementara, di beberapa tempat ada PJU yang tidak berfungsi. Baik karena tiang penyangganya rusak maupun lampunya mati. Seperti yang terjadi di Arak-Arak Bondowoso. “Akan lebih tepat ketika menggunakan meterisasi. Habisnya berapa meter per bulan, ya itu yang dibayar,” ungkapnya.

DABASAH, Radar Ijen – Ketika malam hari tentu keberadaan penerangan jalan umum (PJU) sangat dibutuhkan oleh para pengendara. Tapi, di balik itu semua ternyata biaya yang harus dikeluarkan kepada PLN tidaklah murah. Dari seluruh PJU yang ada, baik yang menggunakan sistem taksasi maupun meterisasi, mencapai Rp 1,2 miliar setiap bulannya.

BACA JUGA : Wisatawan Disuguhi Event Menarik saat Perayaan Waisak

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Bondowoso Sutriyono menjelaskan, dari sembilan ribu PJU yang ada, baru tiga ribu di antaranya yang sudah menggunakan sistem taksasi. Sementara, sisanya masih menggunakan sistem taksasi atau borongan, tidak menyesuaikan dengan habisnya listrik. Oleh sebab itu, pihaknya menyarankan agar semua PJU beberapa waktu mendatang sudah menggunakan sistem meterisasi.

Masih kata Politisi PKB ini, pembayaran yang harus dilakukan setiap bulan kepada PLN dari semua PJU yang ada total mencapai Rp 1,2 miliar per bulan. Pembayaran menggunakan sistem taksasi dianggap lebih boros, karena tidak menyesuaikan dengan jumlah daya yang digunakan. Sementara, di beberapa tempat ada PJU yang tidak berfungsi. Baik karena tiang penyangganya rusak maupun lampunya mati. Seperti yang terjadi di Arak-Arak Bondowoso. “Akan lebih tepat ketika menggunakan meterisasi. Habisnya berapa meter per bulan, ya itu yang dibayar,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/