alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Rambak Sapi, Terus Berproduksi di Kala Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

Proses selanjutnya adalah penjemuran. Butuh waktu 5 hari dalam proses penjemuran agar rambak betul-betul siap goreng. Produksi rambak juga bergantung pada cuaca. “Dalam sehari itu harus betul-betul panas. Karena, jika dalam masa dua hari selama proses jemur ada mendung atau hujan, maka hasil rambak bisa pahit,” jelasnya.

Dengan 0,5 kuintal kulit sapi, dia bisa menghasilkan 13 kilo rambak kering siap goreng. Kalau ada pesanan, pihaknya juga menjual rambak yang sudah siap konsumsi. Sementara, harga rambak kering siap goreng dipatok Rp 120 ribu per kilogram. Sedangkan yang dijemur 2 hari, dipatok Rp 100 ribu per kilogramnya.

Menurutnya, penjualan rambak hasil produksinya dijual hingga ke Situbondo dan Jember. “Pembeli datang ke sini. Iya dijual lagi, bahkan juga dijual di expo,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, menjelang Lebaran atau Idul Fitri, pesanan mulai meningkat. Biasanya dia menjual 15-20 kilogram setiap hari. Saat ini sudah ada pesanan 30 kilogram. “Kadang kami tidak nututi pesanan, karena kekurangan bahan bakunya. Kalau kulit sapinya banyak, kami bisa memenuhi,” paparnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

- Advertisement -

Proses selanjutnya adalah penjemuran. Butuh waktu 5 hari dalam proses penjemuran agar rambak betul-betul siap goreng. Produksi rambak juga bergantung pada cuaca. “Dalam sehari itu harus betul-betul panas. Karena, jika dalam masa dua hari selama proses jemur ada mendung atau hujan, maka hasil rambak bisa pahit,” jelasnya.

Dengan 0,5 kuintal kulit sapi, dia bisa menghasilkan 13 kilo rambak kering siap goreng. Kalau ada pesanan, pihaknya juga menjual rambak yang sudah siap konsumsi. Sementara, harga rambak kering siap goreng dipatok Rp 120 ribu per kilogram. Sedangkan yang dijemur 2 hari, dipatok Rp 100 ribu per kilogramnya.

Menurutnya, penjualan rambak hasil produksinya dijual hingga ke Situbondo dan Jember. “Pembeli datang ke sini. Iya dijual lagi, bahkan juga dijual di expo,” imbuhnya.

Menurutnya, menjelang Lebaran atau Idul Fitri, pesanan mulai meningkat. Biasanya dia menjual 15-20 kilogram setiap hari. Saat ini sudah ada pesanan 30 kilogram. “Kadang kami tidak nututi pesanan, karena kekurangan bahan bakunya. Kalau kulit sapinya banyak, kami bisa memenuhi,” paparnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

Proses selanjutnya adalah penjemuran. Butuh waktu 5 hari dalam proses penjemuran agar rambak betul-betul siap goreng. Produksi rambak juga bergantung pada cuaca. “Dalam sehari itu harus betul-betul panas. Karena, jika dalam masa dua hari selama proses jemur ada mendung atau hujan, maka hasil rambak bisa pahit,” jelasnya.

Dengan 0,5 kuintal kulit sapi, dia bisa menghasilkan 13 kilo rambak kering siap goreng. Kalau ada pesanan, pihaknya juga menjual rambak yang sudah siap konsumsi. Sementara, harga rambak kering siap goreng dipatok Rp 120 ribu per kilogram. Sedangkan yang dijemur 2 hari, dipatok Rp 100 ribu per kilogramnya.

Menurutnya, penjualan rambak hasil produksinya dijual hingga ke Situbondo dan Jember. “Pembeli datang ke sini. Iya dijual lagi, bahkan juga dijual di expo,” imbuhnya.

Menurutnya, menjelang Lebaran atau Idul Fitri, pesanan mulai meningkat. Biasanya dia menjual 15-20 kilogram setiap hari. Saat ini sudah ada pesanan 30 kilogram. “Kadang kami tidak nututi pesanan, karena kekurangan bahan bakunya. Kalau kulit sapinya banyak, kami bisa memenuhi,” paparnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/