alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Potensi Rp 6 M, Terkumpul di Bawah Rp 1 Miliar

Potensi dan Perolehan Zakat Berbanding Terbalik Zakat menjadi salah satu kewajiban umat Islam. Realiasinya jelas untuk kemaslahatan. Dalam hal penyaluran zakat, pemerintah membentuk lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Potensi pengumpulan sangat besar, namun masih belum maksimal.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso memiliki potensi untuk mengumpulkan zakat dengan jumlah yang cukup besar. Khusus ASN saja, potensinya mencapai Rp 6 miliar lebih setiap tahunnya. Hitungan ini untuk zakat profesi. Tetapi, pada faktanya pendapatan zakat yang dikumpulkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bondowoso tahun ini tidak lebih Rp 900 juta.

Wakil Ketua IV Bidang Administrasi dan pengembangan SDM Baznas Bondowoso H Muhamad Masrur Husnan mengakui, pendapatan zakat yang berhasil dikumpulkan masih jauh dari potensi yang seharusnya didapatkan dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bondowoso. Hal tersebut menjadi sebuah evaluasi tersendiri bagi pihaknya untuk terus berbenah, serta meningkatkan kinerjanya untuk bisa mengumpulkan zakat sesuai dengan potensinya.

Dijelaskan, berbagai tantangan menjadi salah satu penyebab tidak tercapainya potensi tersebut. Salah satunya adalah kesadaran ASN untuk mengeluarkan zakat. Hal itu pun sudah dilakukan sosialisasi kepada para ASN, walaupun pelaksanaannya masih belum merata secara keseluruhan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk pengambilan zakat di setiap instansi ASN, sudah tersedia Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Jadi, uang yang dijadikan sebagai zakat dikumpulkan kepada para petugas UPZ. Berikutnya, ada petugas yang menjemput uang itu ke masing-masing instansi. “Sebenarnya sudah dibuat sangat mudah untuk pembayaran zakatnya itu,” katanya.

Zakat yang belum tercapai sesuai potensi juga disebabkan beberapa kendala lainnya. Seperti masih ada ASN yang beranggapan bahwa Baznas kurang terbuka dalam pengelolaan zakat. Padahal, menurut Masrur, pihaknya sudah terbuka, tetapi masih terkendala minimnya dana untuk melakukan kampanye program yang dimiliki oleh Baznas.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso memiliki potensi untuk mengumpulkan zakat dengan jumlah yang cukup besar. Khusus ASN saja, potensinya mencapai Rp 6 miliar lebih setiap tahunnya. Hitungan ini untuk zakat profesi. Tetapi, pada faktanya pendapatan zakat yang dikumpulkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bondowoso tahun ini tidak lebih Rp 900 juta.

Wakil Ketua IV Bidang Administrasi dan pengembangan SDM Baznas Bondowoso H Muhamad Masrur Husnan mengakui, pendapatan zakat yang berhasil dikumpulkan masih jauh dari potensi yang seharusnya didapatkan dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bondowoso. Hal tersebut menjadi sebuah evaluasi tersendiri bagi pihaknya untuk terus berbenah, serta meningkatkan kinerjanya untuk bisa mengumpulkan zakat sesuai dengan potensinya.

Dijelaskan, berbagai tantangan menjadi salah satu penyebab tidak tercapainya potensi tersebut. Salah satunya adalah kesadaran ASN untuk mengeluarkan zakat. Hal itu pun sudah dilakukan sosialisasi kepada para ASN, walaupun pelaksanaannya masih belum merata secara keseluruhan.

Untuk pengambilan zakat di setiap instansi ASN, sudah tersedia Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Jadi, uang yang dijadikan sebagai zakat dikumpulkan kepada para petugas UPZ. Berikutnya, ada petugas yang menjemput uang itu ke masing-masing instansi. “Sebenarnya sudah dibuat sangat mudah untuk pembayaran zakatnya itu,” katanya.

Zakat yang belum tercapai sesuai potensi juga disebabkan beberapa kendala lainnya. Seperti masih ada ASN yang beranggapan bahwa Baznas kurang terbuka dalam pengelolaan zakat. Padahal, menurut Masrur, pihaknya sudah terbuka, tetapi masih terkendala minimnya dana untuk melakukan kampanye program yang dimiliki oleh Baznas.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso memiliki potensi untuk mengumpulkan zakat dengan jumlah yang cukup besar. Khusus ASN saja, potensinya mencapai Rp 6 miliar lebih setiap tahunnya. Hitungan ini untuk zakat profesi. Tetapi, pada faktanya pendapatan zakat yang dikumpulkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bondowoso tahun ini tidak lebih Rp 900 juta.

Wakil Ketua IV Bidang Administrasi dan pengembangan SDM Baznas Bondowoso H Muhamad Masrur Husnan mengakui, pendapatan zakat yang berhasil dikumpulkan masih jauh dari potensi yang seharusnya didapatkan dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bondowoso. Hal tersebut menjadi sebuah evaluasi tersendiri bagi pihaknya untuk terus berbenah, serta meningkatkan kinerjanya untuk bisa mengumpulkan zakat sesuai dengan potensinya.

Dijelaskan, berbagai tantangan menjadi salah satu penyebab tidak tercapainya potensi tersebut. Salah satunya adalah kesadaran ASN untuk mengeluarkan zakat. Hal itu pun sudah dilakukan sosialisasi kepada para ASN, walaupun pelaksanaannya masih belum merata secara keseluruhan.

Untuk pengambilan zakat di setiap instansi ASN, sudah tersedia Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Jadi, uang yang dijadikan sebagai zakat dikumpulkan kepada para petugas UPZ. Berikutnya, ada petugas yang menjemput uang itu ke masing-masing instansi. “Sebenarnya sudah dibuat sangat mudah untuk pembayaran zakatnya itu,” katanya.

Zakat yang belum tercapai sesuai potensi juga disebabkan beberapa kendala lainnya. Seperti masih ada ASN yang beranggapan bahwa Baznas kurang terbuka dalam pengelolaan zakat. Padahal, menurut Masrur, pihaknya sudah terbuka, tetapi masih terkendala minimnya dana untuk melakukan kampanye program yang dimiliki oleh Baznas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/