alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Perlu Edukasi dan Sosialisasi Lebih Masif Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perolehan zakat yang dikumpulkan Baznas Kabupaten Bondowoso masih minim. Jauh dari potensi zakat ASN di lingkungan Pemkab Bondowoso. Hal tersebut mendapatkan tanggapan dari Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At Taqwa Bondowoso H Akhmadi.

Menurut dia, pencapaian yang dirasa minim tersebut karena kurangnya sosialisasi ataupun edukasi kepada masyarakat dan ASN. Karenanya, masyarakat masih berkutat pada kebiasaan penyaluran zakat langsung kepada masyarakat tidak mampu atau melalui guru mengaji. “Ini memang membutuhkan waktu yang lama. Apalagi sudah seakan menjadi tradisi di masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pencapaian zakat yang jauh dari potensi juga disebabkan banyak faktor. Termasuk faktor ekonomi masyarakat di dalamnya. Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini, kondisi perekonomian belum pulih 100 persen.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perolehan zakat yang dikumpulkan Baznas Kabupaten Bondowoso masih minim. Jauh dari potensi zakat ASN di lingkungan Pemkab Bondowoso. Hal tersebut mendapatkan tanggapan dari Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At Taqwa Bondowoso H Akhmadi.

Menurut dia, pencapaian yang dirasa minim tersebut karena kurangnya sosialisasi ataupun edukasi kepada masyarakat dan ASN. Karenanya, masyarakat masih berkutat pada kebiasaan penyaluran zakat langsung kepada masyarakat tidak mampu atau melalui guru mengaji. “Ini memang membutuhkan waktu yang lama. Apalagi sudah seakan menjadi tradisi di masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pencapaian zakat yang jauh dari potensi juga disebabkan banyak faktor. Termasuk faktor ekonomi masyarakat di dalamnya. Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini, kondisi perekonomian belum pulih 100 persen.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perolehan zakat yang dikumpulkan Baznas Kabupaten Bondowoso masih minim. Jauh dari potensi zakat ASN di lingkungan Pemkab Bondowoso. Hal tersebut mendapatkan tanggapan dari Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At Taqwa Bondowoso H Akhmadi.

Menurut dia, pencapaian yang dirasa minim tersebut karena kurangnya sosialisasi ataupun edukasi kepada masyarakat dan ASN. Karenanya, masyarakat masih berkutat pada kebiasaan penyaluran zakat langsung kepada masyarakat tidak mampu atau melalui guru mengaji. “Ini memang membutuhkan waktu yang lama. Apalagi sudah seakan menjadi tradisi di masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pencapaian zakat yang jauh dari potensi juga disebabkan banyak faktor. Termasuk faktor ekonomi masyarakat di dalamnya. Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini, kondisi perekonomian belum pulih 100 persen.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/