23.1 C
Jember
Tuesday, 21 March 2023

PTM Terus Diuji Coba dan Dievaluasi

Jika Ada yang Reaktif, Akan Diberhentikan Sementara

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SD/SMP hingga saat ini terus diuji coba. Hal itu dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk persiapan PTM pada tahun ajaran baru nanti. Dalam evaluasi, berbagai langkah antisipasi menjadi catatan.

Salah satunya ketika nanti ada siswa yang terkonfirmasi reaktif atau positif Covid-19, maka PTM akan diberhentikan sementara. Intinya pelaksanaan PTM nanti akan menimbulkan klaster baru.

“Sesuai dengan arahan Kemendikbud, bahwa ketika dalam proses pembelajaran tatap muka itu ada yang terkonfirmasi, maka pembelajaran itu juga dievaluasi bahkan sampai ada pemberhentian untuk proses tatap mukanya,” ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Haeriyah Yulianti ketika dikonfirmasi di kantornya, Jumat (16/4) pagi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskan, ketika ada yang terindikasi suhu tubuhnya tinggi, pihak lembaga harus segera melaporkannya ke petugas kesehatan terdekat. Sehingga nantinya bisa dilakukan langkah penanganan.

Disdikbud sudah melakukan sosialisasi kepada para wali murid agar memastikan anaknya yang datang ke sekolah benar-benar dalam kondisi sehat. Oleh sebab itu, ketika siswa dalam kondisi kurang fit (sehat), maka dia tidak boleh dipaksa untuk datang ke sekolah. “Ini merupakan langkah antisipasi kami agar jangan sampai terjadi penularan maupun klaster sekolah,” jelasnya.

Ketika dikonfirmasi terkait kewajiban siswa untuk melakukan rapid atau swab, Haeriyah menjawab, bagi siswa yang berasal dari Bondowoso tidak perlu rapid atau swab. Hanya untuk siswa yang berasal dari luar daerah, wajib rapid atau swab.

Dari upaya proses uji coba yang terus berlangsung, semuanya masih terpantau memenuhi dan mematuhi SOP yang sudah ditetapkan. Tidak ada laporan yang menjelaskan bahwa ada klaster baru dari pelaksanaan uji coba itu. Hal ini membuat Haeriyah optimistis untuk melaksanakan PTM pada tahun ajaran baru mendatang.

 

 

Jurnalis : Mg3
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Solikhul Huda

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SD/SMP hingga saat ini terus diuji coba. Hal itu dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk persiapan PTM pada tahun ajaran baru nanti. Dalam evaluasi, berbagai langkah antisipasi menjadi catatan.

Salah satunya ketika nanti ada siswa yang terkonfirmasi reaktif atau positif Covid-19, maka PTM akan diberhentikan sementara. Intinya pelaksanaan PTM nanti akan menimbulkan klaster baru.

“Sesuai dengan arahan Kemendikbud, bahwa ketika dalam proses pembelajaran tatap muka itu ada yang terkonfirmasi, maka pembelajaran itu juga dievaluasi bahkan sampai ada pemberhentian untuk proses tatap mukanya,” ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Haeriyah Yulianti ketika dikonfirmasi di kantornya, Jumat (16/4) pagi.

Dijelaskan, ketika ada yang terindikasi suhu tubuhnya tinggi, pihak lembaga harus segera melaporkannya ke petugas kesehatan terdekat. Sehingga nantinya bisa dilakukan langkah penanganan.

Disdikbud sudah melakukan sosialisasi kepada para wali murid agar memastikan anaknya yang datang ke sekolah benar-benar dalam kondisi sehat. Oleh sebab itu, ketika siswa dalam kondisi kurang fit (sehat), maka dia tidak boleh dipaksa untuk datang ke sekolah. “Ini merupakan langkah antisipasi kami agar jangan sampai terjadi penularan maupun klaster sekolah,” jelasnya.

Ketika dikonfirmasi terkait kewajiban siswa untuk melakukan rapid atau swab, Haeriyah menjawab, bagi siswa yang berasal dari Bondowoso tidak perlu rapid atau swab. Hanya untuk siswa yang berasal dari luar daerah, wajib rapid atau swab.

Dari upaya proses uji coba yang terus berlangsung, semuanya masih terpantau memenuhi dan mematuhi SOP yang sudah ditetapkan. Tidak ada laporan yang menjelaskan bahwa ada klaster baru dari pelaksanaan uji coba itu. Hal ini membuat Haeriyah optimistis untuk melaksanakan PTM pada tahun ajaran baru mendatang.

 

 

Jurnalis : Mg3
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Solikhul Huda

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SD/SMP hingga saat ini terus diuji coba. Hal itu dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk persiapan PTM pada tahun ajaran baru nanti. Dalam evaluasi, berbagai langkah antisipasi menjadi catatan.

Salah satunya ketika nanti ada siswa yang terkonfirmasi reaktif atau positif Covid-19, maka PTM akan diberhentikan sementara. Intinya pelaksanaan PTM nanti akan menimbulkan klaster baru.

“Sesuai dengan arahan Kemendikbud, bahwa ketika dalam proses pembelajaran tatap muka itu ada yang terkonfirmasi, maka pembelajaran itu juga dievaluasi bahkan sampai ada pemberhentian untuk proses tatap mukanya,” ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Haeriyah Yulianti ketika dikonfirmasi di kantornya, Jumat (16/4) pagi.

Dijelaskan, ketika ada yang terindikasi suhu tubuhnya tinggi, pihak lembaga harus segera melaporkannya ke petugas kesehatan terdekat. Sehingga nantinya bisa dilakukan langkah penanganan.

Disdikbud sudah melakukan sosialisasi kepada para wali murid agar memastikan anaknya yang datang ke sekolah benar-benar dalam kondisi sehat. Oleh sebab itu, ketika siswa dalam kondisi kurang fit (sehat), maka dia tidak boleh dipaksa untuk datang ke sekolah. “Ini merupakan langkah antisipasi kami agar jangan sampai terjadi penularan maupun klaster sekolah,” jelasnya.

Ketika dikonfirmasi terkait kewajiban siswa untuk melakukan rapid atau swab, Haeriyah menjawab, bagi siswa yang berasal dari Bondowoso tidak perlu rapid atau swab. Hanya untuk siswa yang berasal dari luar daerah, wajib rapid atau swab.

Dari upaya proses uji coba yang terus berlangsung, semuanya masih terpantau memenuhi dan mematuhi SOP yang sudah ditetapkan. Tidak ada laporan yang menjelaskan bahwa ada klaster baru dari pelaksanaan uji coba itu. Hal ini membuat Haeriyah optimistis untuk melaksanakan PTM pada tahun ajaran baru mendatang.

 

 

Jurnalis : Mg3
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Solikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca