alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

PTM Terus Diuji Coba dan Dievaluasi

Jika Ada yang Reaktif, Akan Diberhentikan Sementara

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SD/SMP hingga saat ini terus diuji coba. Hal itu dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk persiapan PTM pada tahun ajaran baru nanti. Dalam evaluasi, berbagai langkah antisipasi menjadi catatan.

Salah satunya ketika nanti ada siswa yang terkonfirmasi reaktif atau positif Covid-19, maka PTM akan diberhentikan sementara. Intinya pelaksanaan PTM nanti akan menimbulkan klaster baru.

“Sesuai dengan arahan Kemendikbud, bahwa ketika dalam proses pembelajaran tatap muka itu ada yang terkonfirmasi, maka pembelajaran itu juga dievaluasi bahkan sampai ada pemberhentian untuk proses tatap mukanya,” ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Haeriyah Yulianti ketika dikonfirmasi di kantornya, Jumat (16/4) pagi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskan, ketika ada yang terindikasi suhu tubuhnya tinggi, pihak lembaga harus segera melaporkannya ke petugas kesehatan terdekat. Sehingga nantinya bisa dilakukan langkah penanganan.

Disdikbud sudah melakukan sosialisasi kepada para wali murid agar memastikan anaknya yang datang ke sekolah benar-benar dalam kondisi sehat. Oleh sebab itu, ketika siswa dalam kondisi kurang fit (sehat), maka dia tidak boleh dipaksa untuk datang ke sekolah. “Ini merupakan langkah antisipasi kami agar jangan sampai terjadi penularan maupun klaster sekolah,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SD/SMP hingga saat ini terus diuji coba. Hal itu dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk persiapan PTM pada tahun ajaran baru nanti. Dalam evaluasi, berbagai langkah antisipasi menjadi catatan.

Salah satunya ketika nanti ada siswa yang terkonfirmasi reaktif atau positif Covid-19, maka PTM akan diberhentikan sementara. Intinya pelaksanaan PTM nanti akan menimbulkan klaster baru.

“Sesuai dengan arahan Kemendikbud, bahwa ketika dalam proses pembelajaran tatap muka itu ada yang terkonfirmasi, maka pembelajaran itu juga dievaluasi bahkan sampai ada pemberhentian untuk proses tatap mukanya,” ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Haeriyah Yulianti ketika dikonfirmasi di kantornya, Jumat (16/4) pagi.

Dijelaskan, ketika ada yang terindikasi suhu tubuhnya tinggi, pihak lembaga harus segera melaporkannya ke petugas kesehatan terdekat. Sehingga nantinya bisa dilakukan langkah penanganan.

Disdikbud sudah melakukan sosialisasi kepada para wali murid agar memastikan anaknya yang datang ke sekolah benar-benar dalam kondisi sehat. Oleh sebab itu, ketika siswa dalam kondisi kurang fit (sehat), maka dia tidak boleh dipaksa untuk datang ke sekolah. “Ini merupakan langkah antisipasi kami agar jangan sampai terjadi penularan maupun klaster sekolah,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SD/SMP hingga saat ini terus diuji coba. Hal itu dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk persiapan PTM pada tahun ajaran baru nanti. Dalam evaluasi, berbagai langkah antisipasi menjadi catatan.

Salah satunya ketika nanti ada siswa yang terkonfirmasi reaktif atau positif Covid-19, maka PTM akan diberhentikan sementara. Intinya pelaksanaan PTM nanti akan menimbulkan klaster baru.

“Sesuai dengan arahan Kemendikbud, bahwa ketika dalam proses pembelajaran tatap muka itu ada yang terkonfirmasi, maka pembelajaran itu juga dievaluasi bahkan sampai ada pemberhentian untuk proses tatap mukanya,” ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Haeriyah Yulianti ketika dikonfirmasi di kantornya, Jumat (16/4) pagi.

Dijelaskan, ketika ada yang terindikasi suhu tubuhnya tinggi, pihak lembaga harus segera melaporkannya ke petugas kesehatan terdekat. Sehingga nantinya bisa dilakukan langkah penanganan.

Disdikbud sudah melakukan sosialisasi kepada para wali murid agar memastikan anaknya yang datang ke sekolah benar-benar dalam kondisi sehat. Oleh sebab itu, ketika siswa dalam kondisi kurang fit (sehat), maka dia tidak boleh dipaksa untuk datang ke sekolah. “Ini merupakan langkah antisipasi kami agar jangan sampai terjadi penularan maupun klaster sekolah,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/