alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Demi Reklame, Pohon Tersakiti

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berupaya menertibkan sejumlah reklame bodong di beberapa wilayah. Termasuk menertibkan reklame berukuran kecil yang tidak sesuai peraturan.

Baca Juga : Pemkab Jember Cabut Hak Pengelolaan Lahan Perusahaan Tambang Gunung Sadeng

Kepala Bapenda Bondowoso Dodik Siregar mengaku telah memberikan sosialisasi kepada para camat se-Bondowoso terkait penertiban reklame yang tidak sesuai peraturan. Dalam penertiban nanti, kata dia, juga turut bergabung satpol PP.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dodik menyebut bahwa sosialisasi papan reklame di wilayah kecamatan, terutama di pinggiran, menjadi perhatian. Sebab, reklame sumber meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Kami bersama satpol PP sudah melakukan pendataan reklame-reklame yang ada di kecamatan. Contoh ada 50 reklame yang didaftarkan, tetapi kenyataannya di lapangan yang dipasang bisa lebih,” ujarnya.

Hal tersebut tak sesuai dengan aturan yang berlaku. Dodik merujuk pada Peraturan Bupati Nomor 90 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Reklame. “Ada spek atau aturan yang tidak standar. Terutama reklame yang ukuran kecil-kecil itu,” urainya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berupaya menertibkan sejumlah reklame bodong di beberapa wilayah. Termasuk menertibkan reklame berukuran kecil yang tidak sesuai peraturan.

Baca Juga : Pemkab Jember Cabut Hak Pengelolaan Lahan Perusahaan Tambang Gunung Sadeng

Kepala Bapenda Bondowoso Dodik Siregar mengaku telah memberikan sosialisasi kepada para camat se-Bondowoso terkait penertiban reklame yang tidak sesuai peraturan. Dalam penertiban nanti, kata dia, juga turut bergabung satpol PP.

Dodik menyebut bahwa sosialisasi papan reklame di wilayah kecamatan, terutama di pinggiran, menjadi perhatian. Sebab, reklame sumber meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Kami bersama satpol PP sudah melakukan pendataan reklame-reklame yang ada di kecamatan. Contoh ada 50 reklame yang didaftarkan, tetapi kenyataannya di lapangan yang dipasang bisa lebih,” ujarnya.

Hal tersebut tak sesuai dengan aturan yang berlaku. Dodik merujuk pada Peraturan Bupati Nomor 90 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Reklame. “Ada spek atau aturan yang tidak standar. Terutama reklame yang ukuran kecil-kecil itu,” urainya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berupaya menertibkan sejumlah reklame bodong di beberapa wilayah. Termasuk menertibkan reklame berukuran kecil yang tidak sesuai peraturan.

Baca Juga : Pemkab Jember Cabut Hak Pengelolaan Lahan Perusahaan Tambang Gunung Sadeng

Kepala Bapenda Bondowoso Dodik Siregar mengaku telah memberikan sosialisasi kepada para camat se-Bondowoso terkait penertiban reklame yang tidak sesuai peraturan. Dalam penertiban nanti, kata dia, juga turut bergabung satpol PP.

Dodik menyebut bahwa sosialisasi papan reklame di wilayah kecamatan, terutama di pinggiran, menjadi perhatian. Sebab, reklame sumber meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Kami bersama satpol PP sudah melakukan pendataan reklame-reklame yang ada di kecamatan. Contoh ada 50 reklame yang didaftarkan, tetapi kenyataannya di lapangan yang dipasang bisa lebih,” ujarnya.

Hal tersebut tak sesuai dengan aturan yang berlaku. Dodik merujuk pada Peraturan Bupati Nomor 90 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Reklame. “Ada spek atau aturan yang tidak standar. Terutama reklame yang ukuran kecil-kecil itu,” urainya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/