alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Bahan Baku Susah, Produsen Tape Pilih Turunkan Produksi

Harganya pun Naik

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Stok singkong di Bondowoso mulai dikeluhkan pengusaha tape. Kabupaten yang dikenal dengan oleh-oleh andalannya berupa tape ini akhirnya memilih menurunkan produksi.

Baca Juga : Ini Solusi Jitu Tingkatkan Produktivitas Sawah Air Asin

Singkong menjadi bahan utama dalam pembuatan tape khas Bondowoso. Kondisi singkong yang mulai menurun di pasaran tentu saja akan berdampak pada kenaikan harga, karena permintaan juga naik. Hal itu diterangkan oleh Zahro, salah seorang pengusaha tape asal Kecamatan Binakal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Zahro yang sudah menekuni usaha tape cukup lama mengaku bahwa harga singkong tahun lalu saja berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kuintal. Namun, kini harga tersebut mengalami lonjakan yang sangat drastis. “Harga singkong sekarang ini melonjak tajam, per kuintal mencapai Rp 300 ribu,” bebernya.

Dia menambahkan, harga singkong beberapa waktu lalu sempat murah. Sehingga hasil panen dari petani singkong dapat dibuat gaplek. Sedangkan pohonnya terbuang sia-sia. Kondisi seperti itu, menurut Zahro, kemungkinan berdampak petani enggan menanam singkong lagi. Akibatnya, singkong mulai sedikit dan permintaan tetap. Harganya pun mulai naik.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Stok singkong di Bondowoso mulai dikeluhkan pengusaha tape. Kabupaten yang dikenal dengan oleh-oleh andalannya berupa tape ini akhirnya memilih menurunkan produksi.

Baca Juga : Ini Solusi Jitu Tingkatkan Produktivitas Sawah Air Asin

Singkong menjadi bahan utama dalam pembuatan tape khas Bondowoso. Kondisi singkong yang mulai menurun di pasaran tentu saja akan berdampak pada kenaikan harga, karena permintaan juga naik. Hal itu diterangkan oleh Zahro, salah seorang pengusaha tape asal Kecamatan Binakal.

Zahro yang sudah menekuni usaha tape cukup lama mengaku bahwa harga singkong tahun lalu saja berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kuintal. Namun, kini harga tersebut mengalami lonjakan yang sangat drastis. “Harga singkong sekarang ini melonjak tajam, per kuintal mencapai Rp 300 ribu,” bebernya.

Dia menambahkan, harga singkong beberapa waktu lalu sempat murah. Sehingga hasil panen dari petani singkong dapat dibuat gaplek. Sedangkan pohonnya terbuang sia-sia. Kondisi seperti itu, menurut Zahro, kemungkinan berdampak petani enggan menanam singkong lagi. Akibatnya, singkong mulai sedikit dan permintaan tetap. Harganya pun mulai naik.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Stok singkong di Bondowoso mulai dikeluhkan pengusaha tape. Kabupaten yang dikenal dengan oleh-oleh andalannya berupa tape ini akhirnya memilih menurunkan produksi.

Baca Juga : Ini Solusi Jitu Tingkatkan Produktivitas Sawah Air Asin

Singkong menjadi bahan utama dalam pembuatan tape khas Bondowoso. Kondisi singkong yang mulai menurun di pasaran tentu saja akan berdampak pada kenaikan harga, karena permintaan juga naik. Hal itu diterangkan oleh Zahro, salah seorang pengusaha tape asal Kecamatan Binakal.

Zahro yang sudah menekuni usaha tape cukup lama mengaku bahwa harga singkong tahun lalu saja berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kuintal. Namun, kini harga tersebut mengalami lonjakan yang sangat drastis. “Harga singkong sekarang ini melonjak tajam, per kuintal mencapai Rp 300 ribu,” bebernya.

Dia menambahkan, harga singkong beberapa waktu lalu sempat murah. Sehingga hasil panen dari petani singkong dapat dibuat gaplek. Sedangkan pohonnya terbuang sia-sia. Kondisi seperti itu, menurut Zahro, kemungkinan berdampak petani enggan menanam singkong lagi. Akibatnya, singkong mulai sedikit dan permintaan tetap. Harganya pun mulai naik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/