alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Seniman Bondowoso Edukasi Masyarakat lewat Mural

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ada banyak cara untuk menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggambar di tempat tertentu. Seperti yang dilakukan oleh seniman Bondowoso. Mereka membuat mural yang di dalamnya mengandung pesan. Misalnya di tembok perempatan Jalan Letjen Panjaitan, Kelurahan Dabasah, Bondowoso.

Zaki Aidi, salah satu pelukis mural, menjelaskan, sebelumnya tempat tersebut dipenuhi dengan jejak vandalisme yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut dinilai berdampak negatif, serta membuat pemandangan tidak nyaman. Bahkan merusak citra baik tata kota Bondowoso.

Berangkat dari hal itu, Zaki bersama teman-temannya yang memiliki hobi yang sama, berinisiatif untuk mengubah vandalisme tersebut. Caranya dengan mengecat tembok kemudian menggambar dengan gambar baru yang memiliki unsur seni. “Itu yang termasuk mengotori ruang kota dan menyebabkan pemandangan kurang enak. Selain itu, juga berdampak pada para pelaku seni lainnya,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya juga menyampaikan, vandalisme dengan mural jauh berbeda. Vandalisme, menurutnya, adalah coretan atau gambar yang memiliki dampak negatif. Serta coretannya tidak memiliki arti di dalamnya. Sementara itu, mural adalah gambar yang memiliki makna tertentu, dengan tujuan tertentu. Seperti menceritakan keunikan lewat gambar bahkan mengedukasi masyarakat lewat gambar.

“Dari gambar tersebut kami mencoba menghilangkan pandangan miring seseorang terhadap para pelaku seni. Karena sementara ini banyak yang bilang seni itu kotor, merusak. Padahal dari seni kita bisa mengedukasi. Bisa lewat mural seperti yang kami buat itu,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ada banyak cara untuk menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggambar di tempat tertentu. Seperti yang dilakukan oleh seniman Bondowoso. Mereka membuat mural yang di dalamnya mengandung pesan. Misalnya di tembok perempatan Jalan Letjen Panjaitan, Kelurahan Dabasah, Bondowoso.

Zaki Aidi, salah satu pelukis mural, menjelaskan, sebelumnya tempat tersebut dipenuhi dengan jejak vandalisme yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut dinilai berdampak negatif, serta membuat pemandangan tidak nyaman. Bahkan merusak citra baik tata kota Bondowoso.

Berangkat dari hal itu, Zaki bersama teman-temannya yang memiliki hobi yang sama, berinisiatif untuk mengubah vandalisme tersebut. Caranya dengan mengecat tembok kemudian menggambar dengan gambar baru yang memiliki unsur seni. “Itu yang termasuk mengotori ruang kota dan menyebabkan pemandangan kurang enak. Selain itu, juga berdampak pada para pelaku seni lainnya,” terangnya.

Dirinya juga menyampaikan, vandalisme dengan mural jauh berbeda. Vandalisme, menurutnya, adalah coretan atau gambar yang memiliki dampak negatif. Serta coretannya tidak memiliki arti di dalamnya. Sementara itu, mural adalah gambar yang memiliki makna tertentu, dengan tujuan tertentu. Seperti menceritakan keunikan lewat gambar bahkan mengedukasi masyarakat lewat gambar.

“Dari gambar tersebut kami mencoba menghilangkan pandangan miring seseorang terhadap para pelaku seni. Karena sementara ini banyak yang bilang seni itu kotor, merusak. Padahal dari seni kita bisa mengedukasi. Bisa lewat mural seperti yang kami buat itu,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ada banyak cara untuk menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggambar di tempat tertentu. Seperti yang dilakukan oleh seniman Bondowoso. Mereka membuat mural yang di dalamnya mengandung pesan. Misalnya di tembok perempatan Jalan Letjen Panjaitan, Kelurahan Dabasah, Bondowoso.

Zaki Aidi, salah satu pelukis mural, menjelaskan, sebelumnya tempat tersebut dipenuhi dengan jejak vandalisme yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut dinilai berdampak negatif, serta membuat pemandangan tidak nyaman. Bahkan merusak citra baik tata kota Bondowoso.

Berangkat dari hal itu, Zaki bersama teman-temannya yang memiliki hobi yang sama, berinisiatif untuk mengubah vandalisme tersebut. Caranya dengan mengecat tembok kemudian menggambar dengan gambar baru yang memiliki unsur seni. “Itu yang termasuk mengotori ruang kota dan menyebabkan pemandangan kurang enak. Selain itu, juga berdampak pada para pelaku seni lainnya,” terangnya.

Dirinya juga menyampaikan, vandalisme dengan mural jauh berbeda. Vandalisme, menurutnya, adalah coretan atau gambar yang memiliki dampak negatif. Serta coretannya tidak memiliki arti di dalamnya. Sementara itu, mural adalah gambar yang memiliki makna tertentu, dengan tujuan tertentu. Seperti menceritakan keunikan lewat gambar bahkan mengedukasi masyarakat lewat gambar.

“Dari gambar tersebut kami mencoba menghilangkan pandangan miring seseorang terhadap para pelaku seni. Karena sementara ini banyak yang bilang seni itu kotor, merusak. Padahal dari seni kita bisa mengedukasi. Bisa lewat mural seperti yang kami buat itu,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/