alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Lahan Perkebunan Didominasi Komoditas Kopi

Sebagian Besar Masuk Area Perhutani

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Lahan perkebunan di Bondowoso masih didominasi komoditas kopi. Setelah kopi, ada komoditas tembakau yang cukup banyak. Kopi merupakan komoditas unggulan Bondowoso.

Luas lahan kebun kopi di Bondowoso mencapai 13.649 hektare. Lahan kopi itu sebagian besar berada di lahan kawasan Perhutani. Namun, para petani sudah mengikat perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perhutani untuk mengelolanya.

Lahan kebun arabika harus berada di ketinggian minimal 800-900 mdpl, sedangkan robusta 500-700 mdpl. Sentra lahan kopi di Bondowoso juga terbagi menjadi dua wilayah. Barat dan Timur. “Untuk wilayah timur meliputi Sumberwringin, Botolinggo, Cermee, dan Ijen. Sedangkan wilayah barat meliputi Pakem, Maesan, dan Curahdami,” ujar Hendri Widodo, Plt Kepala Dinas Pertanian Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain kebun kopi yang mencapai ribuan hektare, kelompok tani (poktan) kopi pun kini sudah mulai banyak. Terlebih, hasil kopi Bondowoso sudah mulai booming dalam skala nasional maupun internasional. “Sesuai data yang ada, total ada 119 kelompok tani kopi yang tersebar di 219 desa,” imbuh Hendri.

Pihaknya tak menutup mata bahwa sebagian besar kebun kopi yang ada masih berada dalam naungan pihak Perhutani. Apalagi yang ada di dataran tinggi kawasan Ijen dan sekitarnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Lahan perkebunan di Bondowoso masih didominasi komoditas kopi. Setelah kopi, ada komoditas tembakau yang cukup banyak. Kopi merupakan komoditas unggulan Bondowoso.

Luas lahan kebun kopi di Bondowoso mencapai 13.649 hektare. Lahan kopi itu sebagian besar berada di lahan kawasan Perhutani. Namun, para petani sudah mengikat perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perhutani untuk mengelolanya.

Lahan kebun arabika harus berada di ketinggian minimal 800-900 mdpl, sedangkan robusta 500-700 mdpl. Sentra lahan kopi di Bondowoso juga terbagi menjadi dua wilayah. Barat dan Timur. “Untuk wilayah timur meliputi Sumberwringin, Botolinggo, Cermee, dan Ijen. Sedangkan wilayah barat meliputi Pakem, Maesan, dan Curahdami,” ujar Hendri Widodo, Plt Kepala Dinas Pertanian Bondowoso.

Selain kebun kopi yang mencapai ribuan hektare, kelompok tani (poktan) kopi pun kini sudah mulai banyak. Terlebih, hasil kopi Bondowoso sudah mulai booming dalam skala nasional maupun internasional. “Sesuai data yang ada, total ada 119 kelompok tani kopi yang tersebar di 219 desa,” imbuh Hendri.

Pihaknya tak menutup mata bahwa sebagian besar kebun kopi yang ada masih berada dalam naungan pihak Perhutani. Apalagi yang ada di dataran tinggi kawasan Ijen dan sekitarnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Lahan perkebunan di Bondowoso masih didominasi komoditas kopi. Setelah kopi, ada komoditas tembakau yang cukup banyak. Kopi merupakan komoditas unggulan Bondowoso.

Luas lahan kebun kopi di Bondowoso mencapai 13.649 hektare. Lahan kopi itu sebagian besar berada di lahan kawasan Perhutani. Namun, para petani sudah mengikat perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perhutani untuk mengelolanya.

Lahan kebun arabika harus berada di ketinggian minimal 800-900 mdpl, sedangkan robusta 500-700 mdpl. Sentra lahan kopi di Bondowoso juga terbagi menjadi dua wilayah. Barat dan Timur. “Untuk wilayah timur meliputi Sumberwringin, Botolinggo, Cermee, dan Ijen. Sedangkan wilayah barat meliputi Pakem, Maesan, dan Curahdami,” ujar Hendri Widodo, Plt Kepala Dinas Pertanian Bondowoso.

Selain kebun kopi yang mencapai ribuan hektare, kelompok tani (poktan) kopi pun kini sudah mulai banyak. Terlebih, hasil kopi Bondowoso sudah mulai booming dalam skala nasional maupun internasional. “Sesuai data yang ada, total ada 119 kelompok tani kopi yang tersebar di 219 desa,” imbuh Hendri.

Pihaknya tak menutup mata bahwa sebagian besar kebun kopi yang ada masih berada dalam naungan pihak Perhutani. Apalagi yang ada di dataran tinggi kawasan Ijen dan sekitarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/