alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Beda Napi dan Tahanan saat Isra Mikraj

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menjadi status narapidana lembaga pemasyarakatan (lapas) tak menyurutkan langkah warga binaan pemasyarakatan (WBP) mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Memperingati hari Isra Mikraj tahun ini, ratusan WBP Lapas Kelas II B Bondowoso tetap merayakan dengan khusyuk di balik jeruji besi.

Kemarin pagi, mereka mengikuti perayaan Isra Mikraj dengan saksama di dalam Lapas Bondowoso. Masjid lapas yang berada di gedung lantai dua dihadiri puluhan WBP. “Para WBP yang hadir dalam Isra Mikraj kali ini adalah mereka yang sudah berstatus narapidana. Sedangkan tahanan mengikuti dari blok kamar masing-masing,” tutur Sarwito, Kepala Lapas (Kalapas) Bondowoso.

Tema Isra Mikraj yang diangkat oleh Lapas Bondowoso kali ini adalah menekankan bagaimana wajibnya ibadah salat. Pihak lapas berharap, para WBP tak meninggalkan salat wajib maupun sunah. “Tema kali ini kami ambil, jadikanlah salat sebagai penguat iman dan penyejuk hati di masa pandemi,” imbuh mantan Kalapas Muara Teweh, Kalimantan Tengah, ini.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menjadi status narapidana lembaga pemasyarakatan (lapas) tak menyurutkan langkah warga binaan pemasyarakatan (WBP) mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Memperingati hari Isra Mikraj tahun ini, ratusan WBP Lapas Kelas II B Bondowoso tetap merayakan dengan khusyuk di balik jeruji besi.

Kemarin pagi, mereka mengikuti perayaan Isra Mikraj dengan saksama di dalam Lapas Bondowoso. Masjid lapas yang berada di gedung lantai dua dihadiri puluhan WBP. “Para WBP yang hadir dalam Isra Mikraj kali ini adalah mereka yang sudah berstatus narapidana. Sedangkan tahanan mengikuti dari blok kamar masing-masing,” tutur Sarwito, Kepala Lapas (Kalapas) Bondowoso.

Tema Isra Mikraj yang diangkat oleh Lapas Bondowoso kali ini adalah menekankan bagaimana wajibnya ibadah salat. Pihak lapas berharap, para WBP tak meninggalkan salat wajib maupun sunah. “Tema kali ini kami ambil, jadikanlah salat sebagai penguat iman dan penyejuk hati di masa pandemi,” imbuh mantan Kalapas Muara Teweh, Kalimantan Tengah, ini.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menjadi status narapidana lembaga pemasyarakatan (lapas) tak menyurutkan langkah warga binaan pemasyarakatan (WBP) mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Memperingati hari Isra Mikraj tahun ini, ratusan WBP Lapas Kelas II B Bondowoso tetap merayakan dengan khusyuk di balik jeruji besi.

Kemarin pagi, mereka mengikuti perayaan Isra Mikraj dengan saksama di dalam Lapas Bondowoso. Masjid lapas yang berada di gedung lantai dua dihadiri puluhan WBP. “Para WBP yang hadir dalam Isra Mikraj kali ini adalah mereka yang sudah berstatus narapidana. Sedangkan tahanan mengikuti dari blok kamar masing-masing,” tutur Sarwito, Kepala Lapas (Kalapas) Bondowoso.

Tema Isra Mikraj yang diangkat oleh Lapas Bondowoso kali ini adalah menekankan bagaimana wajibnya ibadah salat. Pihak lapas berharap, para WBP tak meninggalkan salat wajib maupun sunah. “Tema kali ini kami ambil, jadikanlah salat sebagai penguat iman dan penyejuk hati di masa pandemi,” imbuh mantan Kalapas Muara Teweh, Kalimantan Tengah, ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/